Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 3:1 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 3:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Arakian, maka jikalau persembahannya suatu korban syukur dan jikalau dipersembahkannya dari pada segala lembu, maka hendaklah ia itu seekor jantan atau seekor betina; maka janganlah ia itu ada celanya apabila dipersembahkannya itu di hadapan hadirat Tuhan.
Imamat 3:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 3:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Bilangan 6:14 (IDN) »
serta dibawanya akan persembahan kepada Tuhan seekor anak domba jantan yang umur setahun dan tiada berkecelaan akan korban bakaran, dan seekor domba betina yang umur setahun dan tiada berkecelaan akan korban karena dosa, dan seekor domba jantan yang tiada berkecelaan akan korban syukur,

Imamat 1:3 (IDN) »
Jikalau persembahannya itu suatu korban bakaran dari pada lembunya, maka hendaklah dipersembahkannya seekor jantan yang tiada celanya dan hendaklah dibawanya akan dia sampai kepada pintu kemah perhimpunan, supaya ia itu mengadakan baginya gafirat di hadapan hadirat Tuhan.

Amos 5:22 (IDN) »
Bahkan jikalau kamu mempersembahkan kepada-Ku korban bakaran atau persembahan makanan sekalipun, tiada juga berkenan Aku akan dia dan tiada Aku mau melihat korban syukurmu dari pada domba jantan yang tambun.
Imamat 3:1 (IDN) – Konsern Korban Syukur
Ayat ini berada dalam bagian hukum korban damai atau syukur (olah-olah persembahan yang dipersembahkan sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan). Pada intinya, Torah mengatur jenis hewan yang dapat dipersembahkan dan syarat-syarat makna persembahan itu. Ayat menekankan bahwa jika korban adalah persembahan syukur dari lembu, maka tidak ada cacat pada hewan itu, apapun jantan maupun betina, asalkan yang dipersembahkan di hadapan hadirat Tuhan. Prinsip utamanya adalah keikhlasan hati, kemurnian persembahan, dan kedekatan umat dengan hadirat-Nya saat ibadah.
Makna pokok ayat
Ayat 1 membukakan bahwa persembahan syukur dapat datang dari hewan tertentu (lembu) tanpa cacat. Keberanian, integritas hewan, dan kesiapan korban ditempatkan di hadapan Tuhan menunjukkan spontanitas syukur yang tidak dipalsukan. Keteladanan ini mengarahkan pembaca kepada gagasan bahwa ibadah sejati melibatkan kondisi terbaik dan sikap hati yang tulus ketika kita mengangkat puji-pujian kepada Tuhan.
Tema utama
Referensi silang yang relevan
Beberapa bagian lain memberi gambaran serupa tentang syukur dan integritas korban:
Penambahan ide-ide ini membantu memahami bahwa syukur bukan sekadar kata-kata, melainkan ibadah yang melibatkan integritas, transparansi, dan perjumpaan dengan hadirat-Nya.
Alih makna teologis dan refleksi praktis
Secara praktis, ayat ini mengarahkan umat untuk: (1) memelihara kualitas terbaik dalam ibadah, (2) menyadari bahwa Tuhan menuntut ketaatan hati, bukan hanya bentuk ritual, dan (3) menghormati tempat pertemuan dengan Allah. Para ulama kitab suci masa lalu menekankan bahwa persembahan yang tidak bercacat melambangkan komitmen iman yang bersih. Seorang penafsir seperti Matthew Henry menekankan bahwa korban syukur adalah ungkapan terima kasih yang lahir dari hati yang sadar akan kasih Tuhan; Albert Barnes menekankan bahwa hakikat korban adalah ibadah yang tidak menunda-nunda niat baik, sedangkan Adam Clarke menyoroti bahwa kemurnian dan niat baik adalah inti persembahan.
Ringkasan singkat
Imamat 3:1 menegaskan bahwa persembahan syukur untuk lembu, tanpa cacat dan tanpa membatasi jantan atau betina, dipersembahkan di hadapan hadirat Tuhan. Inti ajarannya adalah kemurnian, ketulusan, dan perjumpaan kudus dengan Allah melalui ibadah syukur yang nyata dan bermakna.
Penguatan narasi dengan pandangan para penafsir terdahulu
Ringkasan pendapat para penafsir terdahulu yang relevan:
“Persembahan syukur tidak boleh mengandung cacat, karena itu cerminan hati yang sempurna dalam menilai kasih Tuhan.” — kutipan singkat yang merujuk pada pendekatan umum Henry/Barnes/Clarke terhadap kemurnian persembahan.