Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Kolose 1:1 Kolose 1:2 Kolose 1:3 Kolose 1:4 Kolose 1:5 Kolose 1:6 Kolose 1:7 Kolose 1:8 Kolose 1:9 Kolose 1:10 Kolose 1:11 Kolose 1:12 Kolose 1:13 Kolose 1:14 Kolose 1:15 Kolose 1:16 Kolose 1:17 Kolose 1:18 Kolose 1:19 Kolose 1:20 Kolose 1:21 Kolose 1:22 Kolose 1:23 Kolose 1:24 Kolose 1:25 Kolose 1:26 Kolose 1:27 Kolose 1:28 Kolose 1:29



Pasal yang tepat: Kolose 1:1 (IDN)
Setting segera ayat
Surat Kolose dibuka dengan kata-kata pengantar bahwa rasul Paulus menulis dengan maksud membentuk keseimbangan iman di jemaat Kolose. Ayat pembuka menyatakan asal-usul penulisan dan hubungan persaudaraan: Paulus, sebagai Rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, bersama Timotius, saudara kita. Ayat ini menandakan otoritas dan kedekatan relasional yang menjadi dasar untuk ajaran yang akan disampaikan dalam surat ini.
Apa yang diungkapkan tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa panggilan Paulus tidak semata-matah terletak pada kemampuan manusia, melainkan kehendak Allah. Penekanan pada “oleh kehendak Allah” menegaskan bahwa pewartaan Injil dilindungi dan diarahkan oleh Allah sendiri. Kehadiran Timotius sebagai rekan sekerja menunjukkan dimensi komunitas gereja: iman disampaikan dan dipelihara dalam hubungan persaudaraan yang saling mendukung di dalam Kristus.
Kata kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa pasal lain yang menyiapkan konteks untuk memahami ayat ini:
Penjelasan singkat dari tokoh komentar klasik
Para penafsir klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa unsur otoritas ilahi dalam panggilan Paulus memberi bobot bagi ajaran yang disampaikan dan menegaskan pentingnya kerjasama gereja dalam misi. Mereka menyoroti bahwa Timotius hadir bukan sebagai sekadar pembantu, melainkan rekan yang menguatkan kredibilitas surat melalui hubungan gereja yang erat.
Aplikasi masa kini
Ayat pembuka ini mengundang jemaat untuk merespons dengan kesetiaan terhadap panggilan rohani: percaya bahwa panggilan pelayanan berasal dari Allah, bukan semata-mata ambisi manusia, dan bekerja sama dalam komunitas gereja. Dalam konteks lokal, doronglah kemitraan dalam pelayanan, doa, dan pembinaan iman yang berpusat pada Kristus. Pelayanan berpusat pada otoritas Allah menuntun kita untuk berpegang pada ajaran yang selaras dengan Injil sambil membentuk hubungan kepemurusan rohani yang sehat.