Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHagai 1:1 Tafsiran ayat Alkitab
Hagai 1:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sebermula, maka pada tahun yang kedua dari pada kerajaan Darius, pada bulan yang keenam dan pada sehari bulan itu, datanglah firman Tuhan dengan lidah nabi Hajai kepada Zerubbabil bin Sealtiel, raja Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, katanya:
Hagai 1:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hagai 1:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 2:2 (IDN) »
yang datang serta dengan Zerubabil dan Yesua dan Nehemya dan Seraya dan Reilaya dan Mordekhai dan Bilsan dan Mispar dan Bijwai dan Rehum dan Baena; maka inilah bilangan segala orang laki-laki bangsa Israel:

Ezra 3:2 (IDN) »
Maka bangkitlah Yesua bin Yozadak serta dengan segala saudaranya, yaitu segala imam, dan Zerubabil bin Sealtiel serta dengan segala saudaranya, lalu diperbuatnya mezbah Allah orang Israel, hendak mempersembahkan korban bakaran di atasnya, seperti tersurat di dalam taurat Musa, aziz Allah.

Ezra 3:8 (IDN) »
Maka pada tahun yang kedua kemudian dari pada sampai mereka itu ke bait-Ullah di Yeruzalem, dan pada bulan yang kedua mulailah Zerubabil bin Sealtiel dan Yesua bin Yozadak dan segala saudaranya, segala imam dan orang Lewi, dan segala orang yang telah datang dari dalam hal tertawan itu ke Yeruzalem, dan ditentukannya segala orang Lewi yang umur dua puluh tahun atau lebih akan memerintahkan pekerjaan rumah Tuhan.
Hagai 1:1 dalam konteks keseluruhan kitab Hagai
Ayat pembuka Hagai 1:1 menempatkan pembacaan kitab ini pada momen sejarah yang krusial: pasca-pemboikotan Israel dari pembuangan Babilonia, pemerintah Persia mengizinkan umat kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali bait Tuhan. Frasa “tahun kedua dari pada kerajaan Darius” menegaskan bahwa karya para nabi Haggai dan Zakharia dilihat dalam kerangka waktu tertentu di bawah pemerintahan raja Persia Darius I. Di sini firman Tuhan disampaikan kepada dua tokoh penting: Zerubabel bin Sealtiel, raja Yehuda secara simbolik sebagai pemimpin yang memikul tanggung jawab kepausan dan pemerintahan, serta Yosua bin Yozadak, imam besar, yang memimpin umat dalam pola ibadah yang lebih teratur. Pesan ini muncul dengan tujuan membangkitkan semangat umat agar fokus pada pembangunan bait suci dan kemuliaan Tuhan yang tertunda.
Makna sentral ayat
Ayat ini menegaskan bahwa Allah secara aktif berkomunikasi dengan umat-Nya melalui lidah nabi Haggai. Firman-Nya datang untuk menuntun Zerubabel dan Yosua—dua pemegang mandat kepemimpinan rohani dan nasional—agar mereka menyelaraskan tindakan dengan kehendak ilahi. Intensitas pesan adalah dorongan untuk meninggalkan kelalaian dalam prioritas ibadah dan pekerjaan bangunan bait Tuhan, demi pemulihan iman serta identitas umat pilihan.
Tema-tema utama
Rujukan silang yang relevan
Refleksi praktis
Ayat ini mengundang pembaca untuk menilai prioritas pribadi dan komunitas: apakah kita memberi prioritas pada hal-hal yang menunda tujuan rohani, atau kita merespons firman Tuhan dengan tindakan nyata? Benar dihadapan Tuhan tidak hanya berupa keyakinan, tetapi juga komitmen untuk melangkah dalam pekerjaan yang memuliakan-Nya, meskipun menghadapi kendala ekonomi atau sosial.
Pemikiran para penafsir klasik
Beberapa penafsir Perjanjian Lama menekankan bahwa firman Nabi Haggai berperan sebagai katalis untuk memulihkan identitas nasional dan keimanan umat. Kutipan ringkas dari sumber-sumber publik domain menegaskan pentingnya menempatkan pembangunan bait Tuhan sebagai pusat hidup komunitas, sambil menjaga integritas kepemimpinan rohani dan kenegaraan dalam kerja bersama untuk tujuan ilahi.
Garis besar penafsiran praktis
Hagai 1:1 menunjukkan bahwa tindakan nyata—membangun kembali bait Tuhan—adalah pondasi pembaruan rohani dan kemakmuran umat. Dengan demikian, gereja dan komunitas percaya diajak menilai bagaimana firman Tuhan membentuk rencana mereka hari ini: memprioritaskan ibadah, membangun komunitas secara bersama-sama, serta menjaga fokus pada tujuan kekudusan Tuhan.
Ringkasnya, ayat ini menegaskan panggilan Allah kepada pemimpin umat untuk memimpin dengan taat kepada firman-Nya, agar umat kembali hidup dalam penyembahan yang benar dan pemulihan nasional yang berawal dari bait-Nya.