Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 1:1 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 1:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sebermula, maka inilah firman Tuhan, yang telah datang kepada Hosea bin Beeri, pada zaman Uzia, Yotam, Akhaz dan Hiskia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel.
Hosea 1:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 1:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 9:25 (IDN) »
Seperti firman-Nya pula di dalam kitab Nabi Hosea, bunyinya, "Yang bukan kaum-Ku itu akan Kusebutkan kaum-Ku; dan yang bukan dikasihi itu akan Kusebutkan kekasih-Ku."

Mikha 1:1 (IDN) »
Bahwa inilah firman Tuhan yang telah datang kepada Mikha, seorang Morasyti, pada zaman Yotam dan Akhaz dan Yehizkia, raja-raja Yehuda, barang yang telah dilihatnya akan hal Samaria dan Yeruzalem.

Yesaya 1:1 (IDN) »
Bahwa inilah khayal kepada Yesaya bin Amos, yang telah dilihatnya akan hal Yehuda dan Yeruzalem pada zaman Uzia dan Yotam dan Akhaz dan Yehizkia, raja-raja orang Yehuda.
Apa yang Penting dari Hosea 1:1
Ayat pembuka Hosea 1:1 memperkenalkan audien yang dituju Allah melalui nabi Hosea: seorang utusan yang dipilih untuk menyerukan kritik ilahi atas ketidaksetiaan Israel. Ayat ini menempatkan karya Hosea dalam konteks sejarah dan pemerintahan raja-raja Yehuda serta Israel; hal ini menegaskan bahwa panggilan nabi tidak bersifat pribadi semata, melainkan bagian dari rencana Allah yang melibatkan dua kerajaan, dan keduanya berada di bawah kuasa-Nya pada masa itu.
Konteks asli dan latar belakang ayat
Ayat ini menandai permulaan kitab Hosea, berfungsi sebagai surat suara dari Allah kepada umat-Nya. Hosea hidup dan bersaksi pada masa pergumulan antara Israel (kerajaan utara) dan Yehuda (kerajaan selatan). Nama-nama raja yang disebut—Uzia (Uzziah) di Yehuda, Yotam, Akhaz (Ahaz), dan Hiskia (Hezekiah), serta Yerobeam bin Yoas di Israel—menjadi bingkai kronologis yang membantu pembaca memahami dinamika pemerintahan dan suasana rohani pada zaman itu. Karena masa ini dipenuhi dengan penyembahan berhala dan pengabaian perjanjian Allah, pesan Hosea sangat relevan untuk menunjukkan bagaimana Allah menegur dengan keadilan sekaligus memelihara rencana-Nya penuh kasih bagi umat-Nya.
Inti pesan ayat ini
Awal kitab ini menegaskan bahwa firman Tuhan datang secara konkret kepada Hosea pada masa yang tepat dan spesifik dalam sejarah. Allah tidak pasif; Dia berbicara, mengutus nabi, dan melibatkan umat-Nya dalam respons. Panggilan Hosea diangkat sebagai gambaran kasih setia Allah meskipun umat-Nya cenderung ingkar. Dengan kata lain, ayat ini menyiapkan pembaca untuk tema utama kitab Hosea: kasih setia Allah yang menyertai umat-Nya meskipun mereka berbalik, serta penegasan bahwa perubahan hidup memerlukan respons iman dan pertobatan.
Tema Alkitabiah yang terkait
Beberapa rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: rujukan-rujukan ini membantu mengembangkan pola bahwa meski umat-Nya sering menyeleweng, Allah tetap menegaskan komitmen-Nya untuk memulihkan hubungan melalui panggilan nabi, pertobatan, dan pemulihan kasih.
Refleksi devosional
Ayat ini mengundang kita melihat bagaimana Allah berinteraksi dengan umat-Nya dalam konteks sejarah nyata. Kita dipanggil untuk merespons firman Tuhan dengan ketaatan, mengakui bahwa ciri khas hubungan dengan Allah adalah ketulusan hati dan penyerahan hidup. Seperti Hosea yang dipanggil untuk mewakili kasih Allah, kita juga dipanggil menjadi alat pembawa kebenaran dengan kasih yang murah hati dan setia kepada Tuhan.
Penutupan dengan perenungan iman
Dalam hidup kita, marilah kita menimbang bagaimana kita merespon firman Tuhan ketika Dia berbicara melalui janji-Nya dan melalui peristiwa sejarah kita sendiri. Allah tetap setia, bahkan ketika kita kadang gagal. Pertumbuhan iman terjadi saat kita menyesuaikan hidup dengan perintah-Nya, sambil tetap memegang janji-Nya bahwa kasih-Nya tidak pernah meninggalkan kita.