Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 1:1 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 1:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa inilah firman yang telah dinyatakan kepada nabi Habakuk.
Habakuk 1:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 1:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 22:1 (IDN) »
Bahwa inilah firman akan hal lembah al Khayal: Apa kurang, maka kamu sekalian naik keatas sotoh?

Habakuk 1:1 – Sidik Kisah Nubuat yang Disampaikan
Yang dipaparkan di sini adalah firman yang dinyatakan kepada nabi Habakuk. Dalam konteks kitab Habakuk, kita berada pada tahap pembukaan narasi nubuat yang menandai peralihan antara keresahan nabi terhadap keadaan bangsanya dan respons Tuhan yang mengangkat visi tentang keadilan-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa pesan ini bukan berasal dari manusia semata, melainkan wahyu ilahi yang diteruskan kepada Habakuk untuk disampaikan kepada umat Israel.
Apa yang diungkap teks ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah berkomunikasi; firman-Nya datang sebagai pewahyuan. Iman yang diutamakan di sini adalah percaya bahwa Allah memegang kendali atas sejarah, meski jalan-Nya kadang tidak segera tampak jelas bagi orang yang hidup di masa kini. Kitab Habakuk secara konsisten menantang pembaca untuk menimbang perbedaan antara realitas kekerasan dan keadilan ilahi, sambil tetap menaruh kepercayaan bahwa firman Tuhan akan menggenapi tujuan-Nya.
Istilah kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian-bagian lain
Beberapa bagian yang relevan untuk dipertimbangkan:
Renungan ringkas dari para komentator mapan
Para ahli seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa firman yang dinyatakan ini menegaskan bahwa nubuat adalah bagian dari tata hubungan Allah dengan umat-Nya. Mereka menyoroti bahwa respons iman adalah tetap berpegang pada Allah meski konteks historis menantang. Kutipan-kutipan singkat dari para komentator publik domain yang relevan:
Henry menyoroti bahwa firman Tuhan datang sebagai panggilan untuk melihat masa depan dengan kebenaran-Nya. Barnes menekankan pentingnya memahami bahwa Allah bekerja melalui rencana-Nya, meskipun hal-hal tidak memuaskan pada saat itu. Clarke menegaskan bahwa nubuat adalah cara Allah membentuk warga-Nya melalui pencerahan ilahi.
Quotations (singkat, jika ada): “The word of the Lord came to Habakkuk” (ringkas penjelasan Henry/Barnes/Clarke tentang pewahyuan ilahi).
Kaitan silang yang relevan
Beberapa ayat lain yang membantu memahami konteks nubuat Habakuk:
Aplikasi praktis bagi pembaca masa kini
Dalam hidup kita, firman Tuhan tetap menjadi sumber penguatan ketika keadaan terasa tidak adil. Mengingat bahwa firman-Nya dinyatakan untuk membawa kedalaman pengertian, kita dipanggil untuk menaruh kepercayaan kepada Allah, meskipun jawaban-Nya mungkin datang secara bertahap. Ketaatan dan kesabaran dalam menanti pemenuhan rencana ilahi menjadi inti pengajaran Habakuk: iman yang hidup melalui dialog dengan Tuhan, bukan iman yang pasif.