Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 1:11 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 1:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lalu sombongnya naik di kepala dan dilangkahkannya segala perhinggaan dan ditenggelamkannya dirinya dalam salah! -- Maka kuasanya baginya akan Allah!
Habakuk 1:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 1:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 4:11 (IDN) »
Pada masa itu akan dikatakan kepada bangsa ini dan kepada orang isi Yeruzalem: Adalah angin yang melayurkan turun dari tempat yang tinggi-tinggi di padang belantara menuju jalan puteri umat-Ku; bukan angin akan menampi atau akan membersihkan.

Daniel 5:3 (IDN) »
Hata, maka dibawa oranglah akan segala bejana emas yang telah dikeluarkannya dari dalam kaabah bait-Ullah di Yeruzalem, lalu minumlah dari padanya baik baginda baik segala menterinya dan isterinya dan gundiknya.

Daniel 4:30 (IDN) »
Lalu titah baginda demikian: Bukankah ini Babil besar, yang sudah kuperbuat akan tempat kedudukan kerajaan, oleh kuat kuasaku dan dengan kemuliaan kebesaranku?
Habakuk 1:11 (IDN)
Setting langsung: Ayat ini muncul dalam dialog Habakuk tentang kebejatan bangsa-bangsa yang melampiaskan kekuasaan mereka. Napasnya sebagai Penumpas di atas tanah menunjukkan bagaimana raja-raja dan pasukan yang besar sering tampak tak terkalahkan di mata manusia. Namun di balik kemegahan itu, kitab Habakuk menuntut kita melihat bagaimana sesungguhnya kekuasaan manusia akhirnya berada dalam kendali Allah yang mahakuasa.
Apa yang diungkap tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa kekuatan dan kemenangan di atas manusia adalah bagian dari rencana ilahi, meskipun Allah sering menggunakan alat yang unik dan berbeda dari harapan manusia. Sombongnya orang-orang dunia tidak luput dari penghakiman ilahi; kuasa mereka berperan sebagai bagian dari pemeriksaan dan teguran Allah terhadap ketidakadilan. Pada akhirnya, iman yang sejati adalah percaya bahwa Allah yang Mahakuasa tetap mengatur semua jalan sejarah, bahkan ketika tampak bahwa kejahatan menguasai dunia.
Perkataan kunci dan gambaran penting
Gambaran “sombongnya naik di kepala” menyoroti keangkuhan manusia yang menaruh kepercayaan pada kekuatan sendiri. Frasa “kuasanya baginya akan Allah” menyiratkan bahwa kehadiran kekuatan besar di tangan manusia adalah bagian dari rencana Allah untuk menguji atau mengoreksi umat-Nya. Dalam konteks ini, kekerasan dan dominasi tidak berbuah kekudusan; Allah tetap berdaulat di balik semua peristiwa.
Cross-references (singkat) dan koneksi rohani
Pertautan-pautan ini menekankan tema umum: kekuatan manusia dinilai di hadapan Allah, dan iman sejati menunggu penampakan kuasa-Nya yang adil.
Penjelasan kata kunci
sombongnya: sikap meremehkan terhadap kekuatan ilahi; naik di kepala: ekspresi kebanggaan yang melampaui batas; perhinggaan: pengajaran atau pertemuan kehendak Allah; tenggelamkannya dirinya dalam salah: menjerumuskan diri sendiri dalam tindakan kejahatan yang mendatangkan kejatuhan; maka kuasanya baginya akan Allah: Allah yang berkuasa memegang kendali atas turunnya hukuman terhadap penentangan manusia.
Konteks teologis dan pemahaman iman
Ayat ini mengajari pembaca untuk tidak terpesona oleh kemilau kekuasaan dunia. Allah mampu memakai tokoh-tokoh kuat sebagai alat teguran, namun juga mengingatkan bahwa semua kekuatan itu berada dalam kendali-Nya. Iman yang benar adalah percaya bahwa Allah tetap adil, bahkan ketika kejahatan tampak mendominasi. Kita dipanggil untuk bertahan dalam ragu-ragu yang sah, sambil menunggu manifestasi rencana Allah—yang pada akhirnya menegakkan keadilan.
Aplikasi nyata untuk kehidupan sehari-hari
Ringkasan: Ayat ini menantang manusia untuk melihat melampaui kemegahan kekuasaan dan mengingat bahwa semua kuasa akhirnya tunduk pada Allah. Iman yang teguh menantikan karya pembenaran-Nya meski jalan-jalan duniawi menampilkan kekuatan yang tampak tak terkalahkan.
Quotations (ringkas):
“Kuasanya baginya akan Allah” (janji bahwa semua kekuasaan manusia berada dalam rencana ilahi, sesuai dengan pola umum pernyataan Habakuk tentang pemerintahan Allah atas bangsa-bangsa).