Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 1:16 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 1:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan sebab itu dipersembahkannya korban kepada pukatnya, dan dibakarnya dupa bagi jaringnya, karena olehnya juga bahagiannya sudah jadi gemuk dan makanannyapun sudah jadi lemak.
Habakuk 1:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 1:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Habakuk 1:11 (IDN) »
Lalu sombongnya naik di kepala dan dilangkahkannya segala perhinggaan dan ditenggelamkannya dirinya dalam salah! -- Maka kuasanya baginya akan Allah!

Ulangan 8:17 (IDN) »
Dan jangan kamu berkata dalam hatimu demikian: Bahwa dengan kuasaku sendiri dan dengan kuat tanganku sendiri aku telah beroleh akan segala harta ini.

Yesaya 37:24 (IDN) »
Dengan lidah hamba-hambamu juga sudah kaucelakan Tuhan, serta katamu: Dengan kebanyakan rataku aku mendaki gunung yang tertinggi dan tempat Libanon yang tiada terhampiri, dan kutebangkan segala pohon araznya yang tinggi dan segala pohon senobarnya yang pilihan, dan aku kelak sampai di atas kemuncaknya yang tertinggi dan di dalam hutan rimbanya yang permai itu.
Habakuk 1:16 (Versi IDN) — Ringkasan konteks dan makna
Ayat ini berada dalam pengamatan nabi Habakuk terhadap kejorangan bangsa-bangsa, terutama terhadap kekejaman dan ketidakadilan yang terlihat di sekitar mereka. Dalam bab pertama, Habakuk menyoroti bagaimana Tuhan menggunakan bangsa-bangsa lain sebagai alat perwujudan hukum-Nya. Ayat 16 menggambarkan respons berhala-berhala religius kaum penyerang: meskipun mereka menyembah mutiara ritual dan jimat, kenyataannya mereka mempersembahkan korban kepada pukat-pukatnya dan membakar dupa bagi jaring-jaringnya. Hal ini mengekspresikan kemunafikan dan keserakahan: mesin-mesin ekonomi dan kekuasaan menjadi objek penyembahan, bukan Tuhan yang berdaulat.
Inti makna utama
Ayat ini menyoroti kemunafikan ibadah yang dikondisikan oleh kepentingan material. Budaya bangunan, alat-alat penangkapan ikan, serta hasil-hasilnya menjadi fokus utama, sehingga persembahan dan doa jarang berpusat pada pengakuan atas otoritas Tuhan. Habakuk mencatat bahwa orang-orang yang seharusnya taat kepada Tuhan justru menjadikan kekayaan dan keuntungan sebagai tujuan utama, bahkan dalam praktik ibadah mereka. Ini menegaskan bahwa Tuhan tidak menerima ibadah yang hanya formal jika hati dan tindakan tidak selaras dengan kebenaran-Nya.
Tema utama dan penjelasan singkat
Hubungan dengan bagian terkait
Beberapa bagian terkait menyoroti pola yang sama: keutuhan ibadah lebih dari sekadar tindakan ritual. Pengajaran dari mazmur dan kitab nabi lain menekankan bahwa Tuhan mencari hati yang benar, yang mempraktikkan keadilan, kasih, dan rendah hati. Contoh hubungan: - Amsal 21:3 menekankan ibadah yang benar adalah keadilan dan jalan yang benar di hadapan Tuhan. - Mazmur 51 mengingatkan bahwa Tuhan menginginkan hati yang bertobat, bukan sekadar pengorbanan eksternal. - Hosea 6:6 menegaskan bahwa kasih setia lebih utama daripada korban.
Refleksi praktis
Bagaimana kita menanggapi ayat ini dalam hidup sehari-hari? Periksa motif ibadah kita: apakah kita melayani Tuhan sambil menempatkan kepentingan pribadi di atas kebenaran-Nya? Apakah kita menempatkan kemajuan materi sebagai tujuan utama, atau kita mengundang Tuhan untuk membentuk cara hidup kita secara menyeluruh—termasuk keadilan, kasih, dan integritas di tempat kerja, keluarga, dan komunitas?
Penutup ringkas
Habakuk 1:16 mengingatkan kita bahwa penyembahan yang tidak sejalan dengan kebenaran Tuhan sia-sia. Tuhan berdaulat mengatur segala sesuatu, tetapi Dia menginginkan ibadah yang lahir dari hati yang tunduk pada-Nya, tidak sekadar ritual yang melayani kepentingan duniawi.
Rujukan lintas singkat
Beberapa lintas rujukan untuk memperdalam pemahaman: - Amsal 21:3: ibadah yang benar adalah keadilan. - Mazmur 51:16-17: korban bukan inti; hati yang patah dan penyesalan yang tulus diterima Allah. - Hosea 6:6: kasih setia lebih utama daripada korban.