Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 1:17 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 1:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan begitu boleh dihampakannya pukatnya selalu, dengan tiada tahu sayang dan dengan membunuh beberapa bangsa!
Habakuk 1:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 1:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 19:8 (IDN) »
Lagipun segala nelayan akan berdukacita hatinya dan segala orang yang membuang mata kail dalam sungai itu akan berkabung dan segala orang yang membuang jala di atas muka airpun akan letih lesu.

Yesaya 14:6 (IDN) »
Yang telah mengusik segala bangsa oleh geramnya dengan palu yang tiada berkeputusan, dan yang memerintahkan segala bangsa dengan amarahnya, yang menghambat, maka seorangpun tiada yang menegahkan dia.

Yesaya 14:16 (IDN) »
Orang yang melihat engkau itu memandang kepadamu dan mengamat-amati akan dikau, sambil katanya: Inikah dia, yang sudah mengharu-birukan seisi dunia dan yang sudah menggentarkan segala kerajaan?
Makna langsung Habakuk 1:17
Pegangan kata dalam Habakuk 1:17 menegaskan rasa putus asa bangsa yang melihat penyalahgunaan kekuasaan dan kehancuran yang terus berulang tanpa henti. Ayat ini menggambarkan rasa frustasi karena pukat perang dan kekerasan berlanjut meski harapan akan keadilan tidak kunjung tiba. Inti ayatnya adalah pergulatan antara kehadiran Tuhan yang mahakuasa dengan kenyataan penindasan yang tampak tidak berbalik.
Latar kontekstual singkat
Surat nabi Habakuk berasal dari zaman ketika Yehuda menghadapi ancaman bangsa-bangsa luar. Habakuk menantang Tuhan atas kebejatan dan keadilan yang tampak tertunda, sementara Tuhan merespons dengan rencana penegasan hukuman atas kekerasan bangsa yang menindas. Ayat ini menyoroti ketidakberdayaan manusia menghadapi sikap menaklukkan yang berlangsung lama.
Observasi penafsiran inti
Pemikiran tematik singkat
Rujukan silang terkait
- Mazmur 10:15: menyinggung keadilan bagi yang tertindas dan doa agar Tuhan membalikkan penindasan.
- Habakuk 2:4: prinsip iman yang membenarkan orang yang hidup karena iman; menekankan bahwa keadilan Tuhan pada akhirnya terwujud melalui pengampunan dan penegakan moral.
- Roma 12:19: anjuran tidak membalas dengan cara sendiri, melainkan membiarkan Allah menuntaskan dendam pada waktunya; mengatur paham pengharapan terhadap keadilan ilahi.
Penjelasan singkat: Ketiga rujukan menekankan bahwa umat percaya dipanggil untuk menahan diri dari pembalasan, sambil tetap berharap bahwa Tuhan akan menegakkan keadilan dengan cara-Nya sendiri pada waktu yang tepat.
Analogi dari tokoh penafsir terkemuka (ringkas)
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke melihat ayat ini sebagai ekspresi keletihan manusia yang menantikan intervensi ilahi terhadap kekerasan. Mereka menyoroti bahwa iman tetap relevan meski dunia tampak berputar di bawah kehendak manusia; Tuhan mengatur rencana-Nya yang melampaui apa yang bisa dilihat manusia.
Catatan kutipan singkat yang relevan (hanya jika ada): di antara komentar tersebut, mereka menegaskan perlunya kesabaran dalam menghadapi situasi yang menantang dan tetap berpegang pada visi bahwa keadilan Allah pada akhirnya akan diberikan, meski tidak selalu dalam tempo manusia.
Pemaparan praktis yang singkat
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak kehilangan harapan ketika keadilan tampak tertunda. Sambil menjaga integritas di tengah kekejaman, kita diajak belajar menyerahkan pembalasan kepada Tuhan, sambil hidup secara benar dan penuh belas kasih terhadap sesama. Doa bagi keadilan dan perlindungan bagi yang lemah tetap relevan sebagai bagian hidup iman.