Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 1:1 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 1:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa inilah perkataan Amos, seorang dari pada segala gembala Tekoa, barang yang telah dilihatnya akan hal Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel, dua tahun dahulu dari pada gempa bumi itu.
Amos 1:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 1:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Zakharia 14:5 (IDN) »
Pada masa itu kamu akan lari ke lembah bukit itu, karena panjang lembah bukit itu sampai ke Azal; adapun larimu itu seperti tatkala kamu lari dari pada gempa bumi pada zaman Uzia, raja Yehuda, karena Tuhan, Allahku, akan datang dan segala orang sucipun serta-Nya.

Amos 7:14 (IDN) »
Maka sahut Amos, katanya kepada Amasya: Bahwa bukannya aku ini nabi dan bukannya aku ini anak nabi, melainkan aku ini seorang gembala dan aku memungut buah ara hutan.

1 Raja-raja 19:19 (IDN) »
Hata, maka berjalanlah Elia dari sana, lalu didapatinya akan Elisa bin Safat tengah menanggala dengan lembu dua belas pasang yang berjalan di hadapannya, dan adalah ia dengan pasang yang kedua belas. Maka Eliapun menghampiri dia, lalu dilayangkannyalah baju selimutnya kepadanya.
Amos 1:1 (IDN) — Konteks, Makna, dan Implikasi
Ayat pembuka kitab Amos memperkenalkan tokoh utama: Amos, seorang gembala dari Tekoa, yang melihat hal-hal yang akan terjadi atas Israel. Perkataan ini terjadi pada zaman pemerintahan Uzia raja Yehuda dan Yerobeam bin Yoas raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi besar. Dalam konteks sejarah, Amos menulis sebagai nabi umat perjanjian yang menyingkapkan penilaian Allah atas ketidakadilan sosial dan penyembahan yang kosong di Israil utara, meskipun kehidupan religius tampak teratur.
Makna pokok ayat
Ayat ini menawarkan dua unsur penting: identitas nabi dan konteks zaman nubuat. Amos menegaskan dirinya sebagai “seorang gembala Tekoa”—bukan seorang imam atau bangsawan—menunjukkan bahwa nubuat Allah bisa datang melalui latar belakang yang sederhana dan bahwa God speaks lewat orang biasa. Pemberitaan itu berlangsung di era dua raja besar Israel dan Yehuda, menandai bahwa penilaian Tuhan tidak terbatas pada batas wilayah kerajaan saja. Perjanjian dengan Allah tidak bergantung pada posisi sosial, tetapi pada ketaatan dan keadilan yang sejati.
Tema-tema utama
Ayat-ayat terkait (referensi silang)
1) Amos 3:7 — Allah tidak melakukan sesuatu tanpa memberitahukan pekerjaannya kepada pelayan-pelayan-Nya; nubuat-Allah berangkat dari relasi dengan umat-Nya.
2) Amos 5:24 — “biarlah keadilan mengalir seperti sungai, dan kebenaran seperti bendungan-bendungan.” Menjadi lanjutan tema keadilan yang diangkat Amos.
3) 1 Samuel 15:22 — prioritas taat daripada ritual saja; konteks ketulusan hati di atas-upacara.
Refleksi praktis
Pemilihan Amos sebagai nabi dari latar belakang gembala mengingatkan kita bahwa pekerjaan Allah tidak dibatasi oleh status atau latar belakang pelayan-Nya. Kita diajak menilai hidup kita sendiri: adakah keadilan bagi sesama, terutama bagi yang kurang berdaya? Apakah ibadah kita mencerminkan komitmen nyata terhadap kebenaran, bukan hanya ritual luar?
Inti penutup
Ams. 1:1 membuka pintu bagi pesan Allah melalui seorang gembala Tekoa, menegaskan bahwa penilaian ilahi datang pada saat-saat yang relevan bagi umat-Nya. Nubuat Amos menuntun pembaca melampaui ritus agama ke dalam keadilan, belas kasih, dan ketaatan yang hidup.
Rujukan silang singkat:
Catatan penerjemah: Dalam ungkapan asli, Amos dikenalkan sebagai nabi yang datang dari latar belakang pedalaman yang sederhana, memperlihatkan bahwa pesan Tuhan bisa lewat dari mana pun juga.