Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 7:14 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 7:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sahut Amos, katanya kepada Amasya: Bahwa bukannya aku ini nabi dan bukannya aku ini anak nabi, melainkan aku ini seorang gembala dan aku memungut buah ara hutan.
Amos 7:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 7:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amos 1:1 (IDN) »
Bahwa inilah perkataan Amos, seorang dari pada segala gembala Tekoa, barang yang telah dilihatnya akan hal Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel, dua tahun dahulu dari pada gempa bumi itu.

2 Raja-raja 2:5 (IDN) »
Lalu datanglah segala murid nabi yang di Yerikho itu mendapatkan Elisa sambil katanya: Tahukah engkau bahwa pada hari ini tuanmu akan diangkat oleh Tuhan dari pada kepalamu? Maka sahutnya: Tahu juga aku; diamlah kamu.

2 Raja-raja 4:38 (IDN) »
Hata, maka kemudian dari pada itu datanglah Elisa pula ke Gilgal pada masa bala kelaparan dalam negeri itu, maka segala murid nabi itu adalah duduk di hadapannya, lalu katanya kepada hambanya: Jerangkanlah periuk besar itu dan masaklah gulai akan segala murid nabi itu.
Amos 7:14 (IDN)
Setting: Dalam bab ini, Amos menghadapi tantangan dari pihak istana yang meragukan otoritas nubuatannya. Ketika Amasya, pegawai raja, menuduh Amos sebagai nabi palsu, Amos menjawab dengan tegas bahwa panggilan ilahi tidak mengikuti jalur resmi keluarganya. Ia mengidentifikasi diri sebagai gembala dan pemungut buah ara hutan, sebuah gambaran kerendahan hati dan pekerjaan sederhana yang dialami sebelum dipanggil menjadi nabi Tuhan.
Apa yang dipaparkan teks ini tentang Allah dan iman
Nubuat Amos menekankan bahwa otoritas kenabian tidak berasal dari status sosial atau garis keturunan, melainkan dari panggilan Allah. Allah memilih orang biasa untuk menyampaikan firman-Nya kepada bangsanya, menunjukkan bahwa kesiapan hati dan ketaatan lebih penting daripada kedudukan manusia. Dalam konteks ini, Allah menegaskan bahwa pekerjaan-Nya melalui Amos tidak tergantung pada pengakuan manusia, melainkan pada kehendak-Nya yang berkarya melalui murid-Nya yang setia.
Penjelasan kata dan citraan penting
Rujukan silang yang relevan
Gagasan inti dan aplikasi praktis
Amos menegaskan bahwa identitas spiritual bukan bergantung pada status sosial; Allah melihat hati yang siap menaati. Bagi pembaca masa kini, ini mengundang kita untuk bertanya: bagaimana kita merespons panggilan Tuhan dalam pekerjaan sehari-hari, keluarga, atau komunitas kita? Jika Allah bisa memakai seorang gembala pemungut buah ara untuk menyatakan firman-Nya, maka Dia juga bisa bekerja melalui kita dalam cara yang tidak selalu tampak megah di mata manusia.
Refleksi singkat dalam konteks perikop
Perikop ini menantang patokan manusia tentang otoritas rohani. Ia mengundang iman yang hidup: menilai pekerjaan Tuhan berdasarkan kebenaran firman-Nya, bukan berdasarkan label atau pengakuan manusia. Nabi yang setia bukan karena berasal dari keluarga nabi, melainkan karena taat kepada panggilan Ilahi.
Cuplikan pendapat para penafsir tercepat (singkat)
Para penafsir Yahudi dan Kristen berpendapat bahwa contoh Amos mematahkan anggapan bahwa nabi hanya lahir dari garis keturunan kenabian. Mereka menyoroti bahwa Tuhan berkuasa mempersiapkan alat-Nya dari lingkungan apa pun yang mau menuruti panggilan-Nya.
Catatan penempatan ayat dalam konteks kitab Amos
Ayamik Amos menampakkan pilihan Tuhan atas bangsa Israel yang menolak keadilan sosial dan ketaatan moral. Ayat ini menekankan bahwa meski menolak, Allah tetap memanggil nabi untuk menyampaikan teguran-Nya dengan kerendahan hati.