Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 7:8 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 7:8 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka firman Tuhan kepadaku: Apakah engkau lihat, hai Amos? maka sembahku: Sebuah batu duga. Lalu firman Tuhan: Bahwasanya Aku membubuh batu duga di tengah-tengah umat-Ku Israel, tiada lagi Aku akan melalui akan dia.
Amos 7:8 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 7:8 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amos 8:2 (IDN) »
Lalu firman-Nya: Apakah engkau lihat, hai Amos? maka sembahku: Sebuah rantang berisi buah-buahan musim panas! Maka firman Tuhan kepadaku: Bahwa kesudahan sudah sampai bagi umat-Ku Israel; tiada lagi Aku akan melalui dia.

Ratapan 2:8 (IDN) »
Bahwa niat Tuhan juga hendak membinasakan pagar tembok puteri Sion; dikenakan-Nya tali sipat; tiada Ia berhenti dari pada menelan; sekarang muramlah kota dan pagar temboknya, bersama-sama ia sudah jadi lemah.

Yeremia 15:6 (IDN) »
Bahwa engkau sudah meninggalkan Daku, demikianlah firman Tuhan, engkau sudah undur ke belakang; sebab itu Aku mengedangkan tangan-Ku lawan engkau hendak membinasakan dikau, karena penatlah sudah Aku dari pada segala sesal.
I. Gambaran Umum Ayat Amos 7:8
Ayat ini berada dalam rangkaian dialog nubuat Amos yang mempertanyakan iman umat Israel di tengah ancaman kehancuran. Allah menampilkan sebuah simbol ujian—sebuah batu duga—untuk mengungkap bahwa Dia tidak lagi berjalan di tengah-tengah umat-Nya seperti dulu. Ayat ini menekankan pem пространства kehendak Tuhan yang tegas terhadap penyalahgunaan perjanjian-Nya dan ketidaktaatan bangsa Israel pada masa itu.
II. Fokus Ayat dalam Konteks Pasal 7
Dalam Amos 7, nabi menampilkan tiga penglihatan nabi yang menegaskan bahwa penghakiman Tuhan akan datang atas Israel karena ketidaksetiaan mereka. Ayat 8 menyingkap satu bentuk ujian ilahi: Tuhan membubuh batu duga—maksudnya sebagai alat ukur untuk menunjukkan bahwa umat-Nya telah tergoda dan tidak layak menerima perlindungan-Nya lagi. Frasa tiada lagi Aku akan melalui akan dia menegaskan bahwa Allah tidak lagi berkemah di antara umat-Nya secara nyata; konsekuensinya adalah pengangkatan perlindungan ilahi terhadap bangsa itu.
III. Pelajaran Rohani Utama
IV. Perbandingan dengan Bagian Alkitab Terkait
Beberapa perbandingan relevan:
V. Aplikasi yang Bijak untuk Hidup Hari Ini
Ketika Allah menguji atau membubuh batu duga di sekitar kita, respons iman bukanlah putus asa, melainkan panggilan untuk introspeksi. Kita diajak untuk:
VI. Kutipan Singkat Para Penafsir (tanpa teks lengkap)
Sejumlah penafsir publik domain menekankan bahwa ayat ini menegaskan batas antara kasih Tuhan dan keadilan-Nya terhadap umat yang telah menolak arahan-Nya. Mereka menekankan pentingnya pertobatan sebagai respons yang benar terhadap wahyu ilahi. (Catatan: Kutipan langsung singkat yang relevan dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke, jika ada, akan dicantumkan secara singkat di bagian ini.)
VII. Silang Rujukan Alkitab
Beberapa rujukan lintas yang relevan:
VIII. Ringkasan
Amos 7:8 menegaskan bahwa Allah, dalam kasih-Nya yang kudus, juga menuntut kesetiaan mutlak. Ujian yang digambarkan sebagai batu duga menunjukkan bahwa Tuhan tidak lagi melindungi secara khusus jika umat-Nya terus menolak panggilan-Nya. Respons iman adalah pertobatan dan ketaatan. Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehadiran Tuhan tidak otomatis menjamin kenyamanan; keutuhan hubungan dengan-Nya juga menuntut ketaatan yang terus-menerus.