Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 1:1 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 1:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa inilah firman akan hal Ninewe, surat khayal Nahum, orang Elkosyi itu.
Nahum 1:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 1:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Zefanya 2:13 (IDN) »
Dan lagi akan dikedangkan-Nya tangan-Nya ke sebelah utara dan dibinasakan-Nya Asyur, dan dijadikan-Nya Ninewe suatu kerobohan kelak dan akan gurun yang kekeringan.

Zakharia 9:1 (IDN) »
Bahwa inilah firman Tuhan: Di dalam negeri Haderakh dan Damsyik akan ada perhentiannya, karena yang terutama dari pada segala manusia ia itu Tuhan punya, seperti segala suku bangsa Israel!

Kejadian 10:11 (IDN) »
Maka dari pada negeri itu keluarlah Asyur, lalu diperbuatnyalah negeri Niniwe dan Rehobot dan Ir dan Kalakh
Nahum 1:1 (IDN) — Pengantar dan Konteks
Ayat pertama kitab Nahum memperkenalkan surat nubuat yang ditujukan kepada Nineveh, ibu kota Asyur yang menimbulkan ketakutan bagi umat Tuhan di Israel. Kata-kata “firman akan hal Ninewe” menunjukkan bahwa isi pesan ini bersifat ilahi, disampaikan melalui Nahum sebagai utusan Allah. Surat ini menegaskan bahwa Allah yang Mahakuasa memegang kendali atas bangsa-bangsa, termasuk kekuatan-kekuatan besar seperti Nineveh. Dalam konteks sejarah, Nahum hidup pada masa setelah kekuasaan Nineveh balik runtuh secara historis, tetapi tujuannya adalah mengungkapkan semangat keadilan Allah terhadap penindasan.
Inti makna ayat
Ayat pembuka menegaskan bahwa apa yang diungkapkan Nahum adalah firman Tuhan mengenai Nineveh. Ini menekankan legitimasi nubuat dan fokus pada keadilan ilahi yang akan mengecam tindakan penindasan dan kekerasan yang dilakukan oleh kota itu. Ia juga menegaskan identitas pengirim pesan: seorang nabi dari bangsa bangsawan Tuhan, yang dikenal sebagai “orang Elkosyi” (versi tertentu menafsirkan sebagai tokoh dengan ikatan kenabian).
Tema utama
Cross-references yang relevan
Refleksi praktis
Ayat ini mengajar kita untuk menempatkan keyakinan pada kedaulatan Allah bahkan dalam masa-masa genting. Ketika menghadapi tekanan atau ketidakadilan di sekitar kita, kita diingatkan bahwa Allah tidak abai terhadap penindasan. Namun, kita juga dipanggil untuk hidup dengan integritas, mengharapkan pembebasan dari-Nya pada waktunya, sambil menjaga kasih dan keadilan dalam tindakan kita sendiri.
Ringkasan penutup
Nahum 1:1 menegaskan bahwa pesan ini adalah firman Tuhan mengenai Nineveh, disampaikan melalui Nahum. Dalam konteks sejarah, umat Allah diarahkan untuk menaruh harapan pada keadilan ilahi dan pemulihan yang akan datang. Surat ini menonjolkan kedaulatan Allah atas bangsa-bangsa serta motif pembelaan terhadap mereka yang dianiaya, sambil mempersiapkan pembaca untuk memahami kehancuran moral Nineveh sebagai bagian dari rencana Allah.
Koherensi dengan puitika nabi lain: Nubuat Nahum sejalan dengan nuansa kitab-kitab nabi lain yang menekankan keadilan Allah terhadap penindasan dan pemulihan bagi umat-Nya, seperti juga tema-tema dalam kitab Yesaya dan Habakuk yang menekankan sabar menantikan waktu-Nya.