Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 1:14 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 1:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi akan halmu Tuhan sudah berfirman, bahwa kepujianmu tiada akan berpecah-pecah lagi! Dari dalam rumah berhalamu akan Kutumpas segala patung pahatan dan tuangan, dan Kujadikan dia kuburmu, sebab engkau sudah mencelakan Daku!
Nahum 1:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 1:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 109:13 (IDN) »
Segala anak cucunya biarlah ditumpas dan namanyapun dihapuskan dengan gilir yang kedua.

Amsal 10:7 (IDN) »
Adapun peringatan akan orang yang benar itu berkatlah adanya, tetapi nama orang jahat itu kelak akan busuk.

Yesaya 46:1 (IDN) »
Bahwa Bel berbelit-belit, Nebopun tunduk; segala patungnya dimuatkan pada lembu dan pada binatang tanggungan, maka beratlah muatan itu, sehingga binatang itupun penatlah.
Nahum 1:14 (IDN) - Ringkasan dan Renungan
Ayat Nahum 1:14 menampilkan firman Tuhan yang tegas kepada bangsa Ninawi: Tuhan menegaskan bahwa kehormatan mereka tidak akan lagi terbagi-bagi, dan apa yang mereka bangun dengan patung-patung akan dihancurkan. Ayat ini menyoroti tema kedaulatan Allah atas penyembahan berhala dan keadilan-Nya terhadap kemusyrikan yang membawa kehancuran bagi umat manusia.
Ayat dalam konteks babnya
Nahum menulis sebagai nabi yang menyorot hukuman atas kekejaman Asyur, khususnya kota Ninawa. Pasal ini mengandung nada penegasan: meski tampak kuat dan tidak terkalahkan di mata manusia, keangkuhan mereka akan dipatahkan karena Allah yang benar berkuasa menghakimi penyembahan berhala. Ayat 14 Tekanannya adalah penolakan Tuhan terhadap kemuliaan palsu yang telah menjerat umat (Ninawa) dalam penyembahan berhala, dan janji pemusnahan terhadap semua patung pahatan dan tuangan di rumah berhala mereka.
Pelajaran utama spiritual
Inti spiritual ayat ini adalah penegasan bahwa Tuhan tidak menerima persaingan kemuliaan-Nya. Penyembahan berhala adalah pelanggaran terhadap keutuhan hubungan dengan Allah yang sejati. Allah berjanji tidak membiarkan kehormatan-Nya ternodai atau dibagi-bagi, dan Dia akan memurnikan tempat ibadah dari segala sesembahan palsu. Pada tingkat pribadi, ajaran ini menantang kita untuk memastikan bahwa hidup kita tidak dipenuhi oleh ‘’patung-patung’’ modern—yaitu nilai atau hal-hal yang kita anggap setara dengan Tuhan—yang menarik kita dari menyembah Tuhan dengan sepenuh hati.
Tautan silang Alkitab
Penjelasan singkat koneksi: Ketiga referensi menunjukkan konsistensi pesan bahwa penyembahan berhala menyesatkan manusia dan tidak akan bertahan di hadapan kekudusan Allah. Tuhan menuntut loyalitas total dan menyingkirkan semua bentuk kemuliaan palsu dari hidup umat-Nya.
Nilai praktis bagi pembaca
Catatan interpretasi dari tokoh komentar publik domain
Sejumlah penafsir berpendapat bahwa pernyataan Tuhan di ayat ini menekankan bahwa upaya prinsipal Ninawa untuk membangun kemuliaan melalui kuasa militer dan kekayaan palsu akan dibongkar. Kutipan ringkas dari karya para komentator terdahulu menyoroti bahwa inti hukumannya adalah penghakiman atas penyembahan yang menyaingi keimanan kepada Tuhan, dan pemurnian tempat peribadatan dari unsur berhala.
Ringkasan akhir
Nahum 1:14 menegaskan bahwa Tuhan tidak membiarkan kemuliaan-Nya dibagi- bagi dengan patung-patung atau penyembahan palsu. Dia akan menghancurkan patung-patung itu dan memurnikan tempat ibadah dari kemunafatan penyembahan berhala. Pelajaran bagi kita adalah memusatkan hidup pada Allah yang benar, menilai segala hal yang bisa menjadi ‘’patung’’ dalam kehidupan kita, dan menjaga ibadah kita tetap murni bagi-Nya.