Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 1:5 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 1:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa segala gunung bergeraklah di hadapannya dan segala bukitpun goncanglah, dan gempalah bumi di hadapan hadirat-Nya, yaitu dunia dengan segala orang yang duduk dalamnya.
Nahum 1:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 1:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mikha 1:4 (IDN) »
Di bawah-Nya hancurlah segala gunung dan berbelahlah segala lembah! seperti lilin dari hadapan api dan seperti air yang tercurah ke tempat yang dalam.

Yeremia 4:24 (IDN) »
Jikalau aku melihat kepada gunung-gunung, bahwasanya semuanya itu bergempalah dan segala bukitpun bergerak.

2 Samuel 22:8 (IDN) »
Lalu bumipun bergempa dan bergeraklah dan segala alas langitpun gemetar dan bergoncanglah, oleh karena murka-Nya bernyala-nyala.
Makna Langsung-Nya
Nahum 1:5 menyatakan bahwa kehadiran Tuhan menimbulkan respons kosmik: gunung-gunung bergerak, bukit-bukit bergoncang, bumi gemetar di hadapan-Nya. Inti pesannya adalah bahwa Allah yang adil dan berkuasa memerintah dengan otoritas yang meliputi seluruh ciptaan, bahkan yang paling stabil sekalipun berguncang di hadapan Dia.
Latar belakang konteks
Surat Nahum ditujukan kepada kota Niniwe, ibu kota kekuasaan Asyur yang kejam. Meskipun umat Allah berada di antara bangsa-bangsa yang kuat, Nahum menekankan bahwa kehendak-Nya tidak bisa dihalangi. Penggambaran alam yang merespons kehadiran-Nya menggarisbawahi kedaulatan-Nya atas segala sesuatu, bukan sekadar ancaman bagi musuh, melainkan penegasan bahwa keadilan Allah meliputi seluruh ciptaan.
Interpretasi kunci
Perhatikan hubungan tematik
Beberapa ayat sejenis membantu memahami pola ini:
Hubungan lintas Alkitab
Kaitkan dengan: - Mazmur 46: Tuhan adalah tempat perlindungan dan kekuatan di tengah-tengah gempa bumi; mendorong kita untuk bersandar pada kemuliaan-Nya ketika stabilitas bumi terguncang. - Yesaya 54:10; meskipun gunung digoyangkan atau pulau-langit diubah, kasih setia Tuhan tidak akan tergoyang. Ini menekankan konsistensi kasih-Nya meski dunia berubah.
Konteks praktis singkat
Pesan praktisnya: menghadapi ancaman dan ketidakpastian dengan keyakinan bahwa Allah berkuasa atas segala hal. Kesadaran akan kehadiran-Nya menumbuhkan ketenangan batin, pengharapan, dan kesetiaan di tengah tekanan hidup. Kita diingatkan untuk tidak mengandalkan kekuatan manusia, melainkan pada otoritas ilahi yang meliputi seluruh alam.
Kutipan interpretatif (paling relevan)
Ringkas dari pandangan para komentator publik-domain yang relevan: - Matthew Henry menekankan bahwa kehadiran Tuhan mengubah keadaan biasa menjadi kehadiran penghakiman dan pemulihan. - Albert Barnes menyoroti bahwa respons alam adalah simbol dari kuasa Tuhan yang tidak terbatas atas semua ciptaan. - Adam Clarke menjelaskan bahwa figur-figur alam menunjukkan kekuatan-Nya yang tidak dapat ditandingi, dan ini menegaskan keadilan-Nya terhadap perbuatan jahat.
Penutupan yang membangun iman
Biarlah kita mengambil bagian dalam keteduhan iman di hadapan-Nya: Dia yang menggerakkan gunung-gunung juga akan memelihara umat-Nya dengan kasih-Nya. Dalam kenyataan pahit dunia, kita diajak untuk menaruh percaya pada Allah yang berkuasa atas segala sesuatu.