Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 1:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Siapa tahan berdiri di hadapan murka-Nya; siapa dapat menderita kehangatan amarah-Nya? Geram-Nya itu seperti api melelehkan semuanya dan bukit batupun dipecah-pecahkan olehnya.
Nahum 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 1:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Maleakhi 3:2 (IDN) »
Tetapi siapa gerangan akan menderita hari kedatangan-Nya? Dan siapa tahan berdiri, apabila kelihatanlah Ia? Karena Iapun seperti api pandai emas dan seperti sabun benara!

Yeremia 10:10 (IDN) »
Tetapi Tuhan itulah Allah yang benar, Ialah Allah yang hidup dan Raja pada selama-lamanya! Oleh kehangatan murka-Nya bergempalah bumi dan barang suatu bangsapun tiada dapat menderita murka-Nya.

Ulangan 32:22 (IDN) »
Karena jikalau bernyala-nyala api murka-Ku, dimakannya sampai ke dalam alam barzakh, dimakannya habis akan bumi serta dengan segala hasilnya dan dinyalakannya alas segala gunung.
Inti interpretatif: Murka Allah itu tidak bisa ditoleransi manusia; hakikat kemarahan-Nya menuntun pada keadilan yang tidak dapat ditandingi oleh kekuatan apa pun
Nahum 1:6 menegaskan bahwa tidak ada yang sanggup berdiri atau bertahan menghadapi murka Allah. Ayat ini menyoroti intensitas kemarahan-Nya seperti api yang melelehkan segala sesuatu dan memecahkan bukit-bukit. Dalam konteks kitab Nahum, ayat ini memperlihatkan bagaimana Tuhan memperhentikan kejahatan kerajaan Asyur dengan keadilan ilahi yang tidak bisa ditawar.
konteks sastra dan makna teologis
Nahum menulis sebagai respons terhadap keparahan penindasan yang dilakukan Asyur terhadap bangsanya. Bunyi ayat ini bukan sekadar gambaran kekarangan, melainkan deklarasi bahwa Allah yang kudus dan berkuasa tidak membiarkan kejahatan tanpa jawab. Iman percaya bahwa kemarahan ilahi menyatakan integritas adil-Nya: tidak ada kedzaliman yang luput dari penghakiman-Nya.
Penafsiran dari tokoh-tokoh teologi klasik
Beberapa penafsir publi-domain menyoroti bahwa kemarahan Allah dalam ayat ini adalah kemarahan yang benar dan suci, berbeda dari kemarahan manusia yang sering tidak adil. Ayat ini mengajak pembaca untuk melihat bahwa keadilan ilahi memiliki dimensi yang melibatkan totalitas kekuasaan-Nya atas segala ciptaan; tidak ada pelarian yang membuat manusia aman dari hadirat-Nya.
Beberapa unsur yang sering diangkat secara ringkas dalam karya para komentator terkenal antara lain:
Hubungan dengan bagian Alkitab lain
Cross-references memberi konteks lebih luas tentang kemarahan Tuhan terhadap kejahatan dan juga bagaimana Allah manifestasikan perpanjangan kasih-Nya melalui pertobatan dan pembenaran. Ketika kita melihat ayat ini, relevan untuk dipertimbangkan:
Pertanyaan renungan
Kesimpulan singkat
Nyatalah bahwa Allah yang kudus tidak membiarkan kejahatan berlarut-larut. Ayat ini mengajak umat untuk memahami bahwa kemarahan-Nya adalah bagian dari keadilan-Nya, yang menuntun pada pembebasan bagi yang taat dan hukuman bagi yang menentang—sebuah gambaran akan kekuasaan-Nya yang tidak tergoyahkan.
Rujukan singkat yang relevan
Ayat ini berhubungan dengan tema keadilan ilahi dan penghakiman proporsional; lihat juga wahyu tentang kekuatan Allah dalam Mazmur 97:3, Yesaya 26:11, dan Roma 1:18 untuk gambaran bagaimana kemarahan-Nya dijelaskan dalam konteks kasih-Nya.