Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 1:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa Tuhan itu panjang sabar, jikalau besar kuasa-Nya sekalipun, dan sekali-kali tiada dibilang-Nya orang yang bersalah itu suci dari pada salah. Bahwa jalan Tuhan adalah dalam puting beliung dan dalam ribut, dan segala awan itulah duli kaki-Nya.
Nahum 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 1:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 147:5 (IDN) »
Bahwa besarlah Tuhan kita dan banyaklah kuatnya, dan pada hikmat-Nyapun tiada barang bilangan.

Keluaran 34:6 (IDN) »
Maka Tuhanpun berjalan lalu dari pada matanya sambil Ia berseru: Hua, Hua, Allah, arrahmani arrahimi, yang panjang sabar lagi besar kemurahan-Nya dan kebenaran-Nya!

Mazmur 104:3 (IDN) »
Dialaskan-Nya alayat-Nya dalam air, dan dijadikan-Nya awan-awan akan rata-Nya, dan Iapun berjalan-jalan di atas sayap angin.
Nahum 1:3 (IDN) – Tafsiran ringkas
Saya menilik Nahum 1:3 sebagai pintu gerbang untuk memahami sambutan tegas dan penuh kasih dari Tuhan terhadap umat-Nya. Ayat ini menegaskan dua sisi utama sifat Allah: kesabaran-Nya yang panjang, dan kuasa-Nya yang besar yang membuat-Nya adil. Dalam konteks kitab Nahum, ayat ini mengingatkan pembaca bahwa Allah tidak lekas menghukum; Ia menahan murka sambil menyiapkan keadilan bagi orang fasik, serta menjaga umat-Nya dengan kasih sambil memimpin mereka melalui badai kehidupan.
Pemahaman ayat dalam konteks pasal
Nahum menulis kepada orang Israel Utara pada masa ancaman Asyyria. Meskipun kekacauan dan gangguan dialami umat Allah, pesan inti ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak mengabaikan keadilan. Puting beliung dan ribut melambangkan intervensi ilahi yang nyata—bukan karena kemauan manusia semata, melainkan karena rencana Tuhan yang menuntun sejarah menuju keadilan-Nya. Allah meluaskan sabar-Nya agar umat-Nya memiliki kesempatan bertobat, namun tidak ada kemunafikan dalam kuasa-Nya: Ia berhak menegakkan hukum-Nya secara adil.
Gagasan utama yang harus dipakai untuk hidup
Perbandingan dengan bagian lain
Iman bahwa Allah mengatasi badai dengan keadilan-Nya juga ditemukan dalam mazmur dan nabi lain. Misalnya, Mazmur 46 menempatkan Tuhan sebagai perlindungan di tengah gempa bumi dan badai; ini menegaskan bahwa kehadiran-Nya memberi stabilitas ketika dunia bergolak. Dalam bukti prophetik lain, para nabi menekankan bahwa kesabaran Allah berfungsi sebagai peluang bagi umat-Nya untuk bertobat sebelum hukuman menegakkan keadilan-Nya.
Penafsiran yang disarikan dari sumber teologis terkemuka
Beberapa komentator publik-domain menekankan bahwa bagian ini menyampaikan kombinasi dua atribut Allah: lambang kasih karunia melalui kesabaran, dan keluhuran keadilan yang tidak membiarkan pelanggaran tak tersentuh. Mereka menekankan bahwa sifat ini saling melengkapi, bukan saling meniadakan, sehingga umat-Nya dipanggil hidup dalam ketakwaan sambil mempercayai rencana-Nya yang sempurna.
Penerapan praktis
– Percayalah pada kesabaran Allah saat menghadapi keterlambatan jawaban doa; Ia bekerja melalui waktu untuk membangun karakter dan menyatakan keadilan-Nya pada waktunya.
– Sambut badai hidup dengan keyakinan bahwa Tuhan berkuasa atas segala keadaan dan tidak membiarkan orang benar dibiarkan hidup dalam ketidakadilan.
– Hidupi hidup yang kudus dan adil sebagai respon nyata terhadap keperkasaan-Nya, agar kesaksian pribadi kita menguatkan iman orang lain.
Rujukan silang
– Mazmur 46:1-3: Allah sebagai perlindungan di tengah badai.
– Habakkuk 1:12-13: Memazmur keadilan-Nya sambil menantikan jawaban dari Allah yang berinisiatif menggegarkan kejahatan.
– Amsal 3:5-6: Mengandalkan hikmat Tuhan meski jalan yang kita pahami tidak jelas.
Ringkasan
Nahum 1:3 menegaskan dua sisi Allah: kesabaran-Nya yang panjang dan kuasa-Nya yang besar. Bagi orang percaya, ayat ini mengundang kepercayaan bahwa Allah tidak tergesa menghukum, namun juga tidak membiarkan keadilan tergoyah. Dalam badai hidup, kita diingatkan untuk berharap pada pimpinan-Nya dan hidup setia sebagai respons ibadah kepada Sang Pencipta.