Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 1:2 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 1:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa Tuhan itu Allah yang cemburuan dan pembalas; Tuhan itu pembalas, yang hebat dengan kehangatan murka-Nya! Tuhan itu pembalas bagi segala musuh-Nya dan dikekalkan-Nya murka-Nya akan segala seteru-Nya.
Nahum 1:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 1:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Zakharia 8:2 (IDN) »
Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam: Bahwa Aku sudah bergairah akan Sion dengan sebesar gairah-Ku; bahkan, Aku sudah bergairah akan dia dengan kehangatan murka-Ku.

Keluaran 20:5 (IDN) »
Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat bakti kepadanya, karena Akulah Tuhan, Allahmu, Allah yang cemburuan adanya, yang membalas durhaka segala bapa sampai kepada anak-anaknya dan kepada gilir yang ketiga dan yang keempatpun dari pada segala orang yang membenci akan Daku;

Keluaran 34:14 (IDN) »
(Karena tiada boleh kamu sujud kepada ilah lain, sebab nama Tuhan itulah Cemburuan dan Tuhanlah Allah cemburuan adanya).
Nilai utama ayat: Tuhan adalah Allah yang cemburuan dan pembalas
Ayat Nahum 1:2 menegaskan sifat-sifat Allah yang tak terpisahkan: benar-benar cemburu terhadap kemuliaan-Nya sendiri dan sekaligus pembalas bagi perbuatan melawan-Nya. Pesan ini tidak sekadar peringatan, melainkan penyataan karakter ilahi yang menentang kejahatan dengan kehangatan murka-Nya. Dalam konteks kitab Nahum, janji pembalasan muncul sebagai respons terhadap kezaliman dan penindasan yang menodai tanah Yehuda pada masanya. Namun, fokus utamanya adalah pada keadilan Ilahi yang tidak membiarkan kejahatan bertahan terus.
1) Konteks sastra
Nahum menulis sebagai karya nubuat terhadap Niniwe, ibu kota Asyur yang durhaka. Uraian kodrat Allah dalam ayat ini mengikuti pembuka nubuat yang menegaskan bahwa Allah bukan dewa jarak jauh, melainkan yang aktif menanggapi kekejian. Frasa “Allah yang cemburuan” menyoroti bahwa Allah menghendaki kesetiaan total dari umat-Nya dan tidak mentolerir persaingan yang menyamarkan diri sebagai ketuhanan lain. Sedangkan “pembalas” mengilustrasikan bahwa murka-Nya bukan sembrono, melainkan tepat sasaran dan beralasan adil.
2) Makna teologis
Ada dua unsur penting: cemburu ilahi terhadap penyembahan berhala dan pembalasan terhadap kejahatan. Cemburu Allah bukan kekanak-kanakan, melainkan dorongan untuk menjaga kemurnian perjanjian-Nya. Pembalasan-Nya mengandung keadilan: Dia menghukum segala musuh-Nya serta menyimpan murka-Nya terhadap penentangan yang menolak panggilan-Nya. Dalam balutan ini, kita melihat Allah yang tidak pasif, tetapi aktif menegakkan janji-Nya terhadap umat-Nya dan menegakkan keadilan terhadap pelaku kejahatan.
3) Integrasi dengan perjanjian dan iman umat percaya
Di dalam Perjanjian Lama, Allah menuntut ketaatan dan menegaskan bahwa ketidaksetiaan membawa konsekuensi. Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan hal-hal jahat berlarut-larut. Bagi orang percaya, hal ini menantang kita untuk hidup dalam kesetiaan kepada Allah yang kudus—bukan karena kita takut balasan manusia, melainkan karena kita memiliki hubungan dengan Allah yang benar dan adil.
4) Cross-references (singkat) & pemaknaan singkat
5) Pertanyaan refleksi
6) Kesimpulan singkat
Nahum 1:2 menegaskan dua sisi Allah: cemburu terhadap kemurnian perjanjian-Nya dan pembalas bagi segala kejahatan terhadap-Nya. Pesan ini mengundang iman yang teguh: hidup dalam loyalitas kepada Allah yang kudus, sambil mempercayakan keadilan ilahi pada waktu-Nya. Dalam konteks narasi Nahum, kemurnian-Nya juga menjadi harapan bagi umat yang setia untuk melihat pembebasan dari penindasan.
Cuplikan dari komentar klasik yang relevan:
“Allāh itu cemburu dan pembalas; demi kehormatan nama-Nya, Dia menegakkan keadilan terhadap segala musuh-Nya.”
“Pembalasan-Nya adalah kasih yang menuntun umat kepada kebenaran.”
Catatan: Analisis ini mempertimbangkan pandangan umum para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke secara ringkas, tanpa menyalin teks panjang mereka.