Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNahum 1:10 Tafsiran ayat Alkitab
Nahum 1:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahkan, jikalau mereka itu dianyam bersama-sama seperti duri dan jikalau mereka itu mabuk dari pada kebanyakan minumnya, mereka itu akan dihabiskan juga seperti jerami yang kering.
Nahum 1:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nahum 1:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mikha 7:4 (IDN) »
Adapun yang baik di antara mereka itu, ia itu seperti duri juga adanya, dan yang dikatakan tulus hatinya itu tajam dari pada pagar duri; maka apabila hari segala penunggumu, yaitu hari tulahmu, sudah smapai, maka semuanya akan huru-haralah di antara mereka itu.

Yesaya 5:24 (IDN) »
Maka sebab itu, seperti jilat api makan habis akan jerami dan nyala apipun menghabiskan merang, demikianpun akar mereka itu dimakan makin habis dan bunganyapun akan beterbangan seperti duli; karena telah dibuangnya akan taurat Tuhan serwa sekalian alam dan dicelakannya firman Yang Mahasuci orang Israel.

Yesaya 9:18 (IDN) »
(9-17) Karena durhaka itu bernyala-nyala seperti api yang makan habis akan duri dan onak, maka ia itu akan menghanguskan segala belukar yang di hutan rimba, sehingga naiklah asapnya seperti uap yang kabus.
Mengapa Ayat Ini Penting
Nahum 1:10 menggambarkan hukum rimba keadilan Tuhan terhadap kezaliman. Ayat ini menegaskan bahwa tipu muslihat, pengepungan, dan tindakan jahat orang-orang jahat pada akhirnya membawa kehancuran bagi mereka sendiri. Pada intinya, waspada terhadap kebohongan dan kekerasan; Allah yang suci tidak membiarkan kejahatan berkepanjangan. Ayat ini memberi penghiburan bagi umat Allah yang menanggung penindasan: kejahatan itu mendapat pembalasan pada waktunya.
Latarnya dalam Konteks Asli
Nahum bernubuat kepada Niniweh, pusat penindasan dan kekejaman. Ayat 10 menjelaskan bagaimana rencana mereka yang tampak kuat akhirnya hancur seperti jerami kering—hampir tanpa sisa. Gambaran ini memakai bahasa piktograf: duri yang dirajut bersama-sama untuk menyakiti, mabuk dalam kenyamanan dunia, namun tetap rapuh di hadapan badai kehendak Tuhan. Tujuan pesan Nahum ialah menegaskan bahwa keadilan Tuhan tidak bisa dipadamkan oleh kekuatan atau kebijaksanaan manusia.
Gagasan Utama
Gagasan Alkitabiah yang Mendukung
Gagasan ini konsisten dengan tema penghakiman atas kezaliman yang berulang dalam Kitab-Nubuat: kebanggaan musuh Allah akhirnya runtuh. Contoh paralel: bala tentara yang angkuh akan runtuh karena rencana ilahi, sedangkan umat Tuhan yang setia menemukan perlindungan dalam iman kepada Tuhan. (Referensi singkat untuk dipikirkan: beberapa bagian kitab nabi lain menekankan bahwa kekuatan duniawi tidak bisa menandingi kekuasaan Tuhan atas komplotan jahat.)
Beberapa Perikop silang yang Relevan
- Ayat-ayat yang menekankan kehancuran rencana jahat karena keadilan Allah. Misalnya, bagian yang menggambarkan bagaimana tipu muslihat musuh akhirnya terbongkar dan dihancurkan oleh tangan Tuhan sendiri.
- Ayat yang menyoroti perlindungan bagi umat Allah di tengah penindasan, menunjuk pada tema keselamatan ilahi di tengah krisis.
- Ayat tentang ketidakberdayaan manusia jika tidak berada di dalam rencana Tuhan, mengingatkan bahwa kemegahan duniawi tidak menjamin aman dari hukuman ilahi.
Refleksi Devosi
Ketika kita melihat korupsi, kekerasan, atau manipulasi dalam hidup kita maupun dunia sekitar, ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada kebahagiaan abadi dalam kejahatan. Allah yang kudus menilai kegelapan manusia dan menegakkan keadilan pada waktu-Nya. Kita diajak untuk hidup dalam ketergantungan pada-Nya, menolak kompromi dengan kekuatan dunia yang menipu, dan percaya bahwa Tuhan adalah perlindungan bagi orang-orang yang taat. Dalam keadaan sukar, kita dapat meneguhkan hati bahwa Allah mampu membendung kuasa-jahat dan akan memulihkan mereka yang setia kepada-Nya.
Cuplikan Wawasan Para Penafsir Terkemuka
Sejumlah penafsir publik-domain menekankan bahwa Nahum menekankan keadilan Tuhan yang tidak bisa disubstitusi dengan kekuatan manusia maupun tipu daya. Inti komentar mereka menyoroti bahwa kehancuran musuh Allah pada akhirnya tidak berasal dari kekuatan manusia, melainkan dari kedaulatan ilahi yang membuktikan bahwa rencana-Nya tidak bisa dihalangi. (Catatan: tidak ada kutipan panjang penuh dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam teks ini; apabila ada bagian singkat yang relevan, akan disertakan secara ringkas.)