Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 7:2 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 7:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka jadi apabila hampir-hampir dimakannya habis segala tumbuh-tumbuhan yang di tanah itu, maka sembahku: Ya Tuhan Hua! ampunilah kiranya! Bagaimana boleh Yakub lagi tetap berdiri, yang begitu kecil adanya?
Amos 7:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 7:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yehezkiel 11:13 (IDN) »
Kalakian, maka sementara aku bernubuat itu tiba-tiba matilah Pelaca bin Benaya, lalu aku sujud dengan mukaku ke tanah sambil berseru dengan nyaring suaraku, sembahku: Ya Tuhan Hua! hendaklah Engkau sama sekali berbuat keputusan dengan orang Israel yang lagi tinggal itu?

Yesaya 37:4 (IDN) »
Mudah-mudahan didengar Tuhan, Allahmu, akan segala perkataan Rabsake, yang disuruhkan oleh tuannya, yaitu oleh raja Asyur, supaya dicelakannya Allah yang hidup dan dinistakannya dengan perkataan, yang sudah didengar oleh Tuhan, Allahmu; maka sekarangpun hendaklah engkau meminta doa akan orang yang lagi tinggal, yang lagi terdapat itu.

Keluaran 10:15 (IDN) »
Karena oleh belalang itu tertudunglah muka segala tanah, sehingga kelam kabutlah negeri, maka segala tumbuh-tumbuhan yang di tanah dan segala buah-buahan pohon kayu, yang tertinggal dari pada hujan rambun, habis-habis dimakan oleh belalang itu, maka sesuatu yang hijaupun tiada tertinggal pada pohon kayu dan pada segala tumbuh-tumbuhan dalam seluruh negeri Mesir.
Amos 7:2 – Mengakui Keterbatasan Manusia dan Permohonan Pemulihan
Mengapa ayat ini penting? Ketika nabi Amos melukiskan pemandangan krisis kemarau dan kehancuran hasil bumi, ia menunjukkan bagaimana iman Israel bertumpu pada pertolongan Tuhan. Ayat ini menghadirkan suasana doa yang jujur: di tengah keputusasaan karena habisnya tumbuh-tumbuhan, Yakub—yang menimbulkan gambaran umat pilihan kecil dan rapuh—mendengar seruan pemohon ampun. Ayat ini menantang pembaca untuk melihat bahwa keutuhan bangsa tidak terletak pada kekuatan sendiri, melainkan pada belas kasihan Allah yang rela mengampuni bagi mereka yang kembali kepada-Nya dengan rendah hati.
Latar belakang konteks asli
Amos hidup pada masa krisis sosial dan rohani di Israel utara. Dalam pasal-pasal awal, ia mengungkapkan kutuk-kutuk ilahi atas ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan, dan kemiskinan yang terus meningkat. Pada bab-bab berikut, ia menampilkan tujuh rangkaian warta nubuat melalui mimpi dan penglihatan, termasuk gambaran tentang kebinasaan yang mendekat. Ayat 2 menggambarkan situasi ketika semua sumber pangan hampir habis karena kelalaian umat terhadap firman Tuhan. Dalam suasana semacam itu, Amos berdoa dengan kerendahan hati, memohon Tuhan untuk mengampuni bangsa yang lemah dan kecil seperti Yakub.
Pesan utama ayat ini
Pemohon ampun dalam ayat ini menyoroti dua hal penting: kesetiaan Allah kepada perjanjian dengan Yakub dan sifat manusia yang rapuh. Doa itu bukan sekadar permintaan perlindungan fisik, melainkan pengakuan bahwa mempertahankan eksistensi sebagai umat Allah memerlukan anugerah ilahi. Ketika manusia menyadari keterbatasannya, ia berseru kepada Tuhan untuk belas kasih—dan Tuhan merespons dengan kemurahan-Nya sesuai dengan kasih setia-Nya terhadap bangsa pilihan.
Tema alkitabiah terkait
Renungan singkat dengan sudut pandang para penafsir terdahulu
Beberapa penafsir terdahulu menekankan bahwa ayat ini menyingkapkan karakter Tuhan yang pengasih meski dalam murka-Nya. Mereka melihat doa Amos sebagai contoh bagaimana nabi mewakili umat yang lemah namun tetap berharap pada kesetiaan Tuhan. Catatan singkat dari para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menegaskan bahwa pertolongan Tuhan membutuhkan pertobatan hati umat-Nya dan respons iman yang rendah hati. “Doa yang lahir dari keputusasaan manusia dan iman kepada Tuhan adalah pintu pemulihan.” (gaya para komentator, disadur sintesis).
Cross-references (hubungan singkat)
- Hosea 11:8–9: Allah mempertimbangkan belas kasihan-Nya atas umat yang durhaka, tetapi tetap menjaga kehendak-Nya untuk tidak menghancurkan sepenuhnya.
- Yehezkiel 18:31–32: Seruan untuk melepaskan diri dari cara-cara lama dan kembalilah kepada Allah; tidak ada jalan bagi kemarahan ketika bertobat.
- Mikha 7:18–20: Allah penuh kasih setia, mengampuni kesalahan umat-Nya dan menginjak-injak pelanggaran mereka.
Penjelasan singkat: Ketiga referensi menekankan tema kasih setia, pertobatan, dan pemulihan hubungan dengan Tuhan ketika umat kembali kepada-Nya dengan hati yang rendah.
Refleksi penutup
Amsal Amos 7:2 mengajak kita melihat bahwa keampunan dan pertolongan Allah bukan otomatis karena kebaikan manusia, melainkan anugerah yang diterima saat hati kita menunduk dalam pengakuan akan ketidakmampuan kita. Dalam masa-masa kekurangan, kita diajak meniru contoh Yakub dalam doa yang tulus: memohon ampunan Tuhan dan memohon agar Tuhan tetap memegang bangsa-Nya dengan belas kasihan-Nya. Biarlah kita hidup dalam kesadaran bahwa kita adalah umat yang dipilih—not karena kekuatan kita, melainkan karena kemurahan hati-Nya yang tak berkesudahan.