Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 1:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Demikianlah firman Tuhan: Oleh karena tiga salahnya Damsyik, bahkan, oleh karena empat tiada akan Kujauhkan itu; sebab telah diiriknya orang Gilead dengan gulungan besi.
Amos 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 1:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 8:4 (IDN) »
Karena sebelum budak itu tahu berseru: Hai bapaku! atau hai ibuku! niscaya segala kekayaan Damsyik dan jarahan Samaria akan dibawa oranglah ke hadapan raja Asyur.

2 Raja-raja 10:32 (IDN) »
Maka pada zamannya juga Tuhan mulai mengurangi orang Israel, karena dialahkan Hazael akan mereka itu pada segala perhinggaan tanah Israel,

2 Raja-raja 8:12 (IDN) »
Maka kata Hazael: Mengapa tuan menangis? Maka sahutnya: Sebab kuketahui akan segala jahat yang kauperbuat akan bani Israel kelak; bahwa engkau akan menunukan kota bentengnya dengan api dan membunuh orang muda-mudanya dengan pedang dan meremukkan anak-anaknya dan membelahkan orangnya perempuan yang bunting.
Amos 1:3 — “Oleh karena tiga salahnya Damsyik, bahkan, oleh karena empat tiada akan Kujauhkan itu”
Inti interpretatif: Allah menilai bangsa-bangsa di sekitar Israel tidak hanya karena satu pelanggaran, tetapi karena pola kekerasan yang berulang dan penuh sengaja. Dalam Amos 1:3, Tuhan menanggapi penindasan yang berulang terhadap orang Gilead, yang diumpamakan dengan penggunaan "gulungan besi" sebagai simbol kekuatan militer yang menindas. Allah berjanji akan membalas: tidak akan Kujauhkan itu, karena kejahatan berulang itu menimbulkan beban ketidakadilan yang tidak bisa dibiarkan.
Konteks sastra dan alur kitab
Surat nubuat Amos membuka dengan penghakiman terhadap bangsa-bangsa di sekitar Israel sebagai pendahuluan bagi nasihat bagi Israel sendiri. Ayat ini berada dalam blok bala (yang diucapkan melalui seruan terhadap penindasan damai) dan menggunakan pola paralel yang berulang: karena tiga, bahkan karena empat, tiada akan Kujauhkan. Damsyik, ibukota Suriah kuno, adalah contoh kekerasan militer yang menindas bangsa-bangsa tetangga—termasuk Gilead yang terletak di tanah perbatasan Israel. Kalimat itu menekankan bahwa pelanggaran berulang terhadap sesama manusia memantik respons ilahi; satu lagi kekerasan menambah beban until pemulihan tidak bisa ditunda lagi.
Pemikiran teologis kunci
1) Hukuman bertumpuk karena pola kejahatan: Allah tidak cepat menghukum setiap pelanggaran kecil, tetapi menilai pola kejahatan yang terus-menerus. 2) Keadilan sosial sebagai dimensi iman: kekerasan struktural terhadap sesama menimbulkan kemurkaan ilahi. 3) Ketetapan perbuatan: peringatan Amos menyiapkan Israel untuk memahami bahwa Allah memperhatikan hubungan antarmanusia dan keadilannya tidak terbatas pada ritual ibadah.
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat mengenai hubungan: Meskipun konteksnya berbeda—nubuatan terhadap bangsa asing dan penguatan keadilan Israel—tema keadilan Tuhan tetap menyatu: tindakan kekerasan menindas membangkitkan jawab ilahi yang tidak bisa diabaikan.
Pertanyaan untuk refleksi
Kesimpulan praktis
Ayat ini mengingatkan bahwa Allah menilai bukan hanya tindakan tunggal, melainkan pola perilaku yang merugikan orang lain. Dalam konteks kita, kebenaran ilahi menuntut keadilan, belas kasih, dan tindakan nyata untuk membatasi penindasan. Keadilan ilahi bukan sekadar hukuman, tetapi pemulihan bagi yang terinjak martabatnya.
Kutipan publik-domain yang relevan (berbagi inspirasi)
“For three transgressions… and for four, I will not revoke the punishment” — ungkapan ini dipakai para penafsir klasik untuk menekankan pola kejahatan berulang; arti intinya adalah bahwa Tuhan menilai keseriusan pelanggaran berdasarkan konsistensi tindakan. (Matthew Henry dan Adam Clarke dipakai sebagai rujukan alkitabiah umum; catatan ini tidak menampilkan kutipan panjang penuh namun merujuk pada semangat kehati-hatian terhadap keadilan).
Referensi penalaran lintas Alkitab memberikan gambaran bahwa kejahatan berulang terhadap sesama adalah masalah serius bagi Allah, sebagaimana diungkap Amos melalui Datang-Nya hukuman terhadap Damsyik.