Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 1:13 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 1:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Demikianlah firman Tuhan: Oleh karena tiga salahnya bani Ammon, bahkan, oleh karena empat tiada Kujauhkan itu; sebab telah dibelahkannya perut perempuan Gilead yang bunting, hendak meluaskan perhinggaan tanahnya.
Amos 1:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 1:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yehezkiel 25:2 (IDN) »
Hai anak Adam! tujukanlah mukamu kepada bani Ammon dan bernubuatlah akan halnya.

Hosea 13:16 (IDN) »
(14-1) Bahwa Samaria sudah tenggelam dalam salah, karena ia sudah mendurhaka kepada Allahnya; mereka itu akan rebah mati dimakan pedang, segala kanak-kanak penyusu mereka itu akan dihancurkan dan segala perempuan yang mengandung itu akan dibelah perutnya.

Yeremia 49:1 (IDN) »
Sebermula, akan hal bani Ammon demikianlah firman Tuhan: Entah tiadakah anak pada Israel? tiadakah barang seorang waris padanya? Mengapa maka Malkham sudah mengambil Gad akan pusakanya, dan segala orangnya duduk di dalam negeri-negerinya.
Amos 1:13 – Makna Inti dan Konteksnya
Pengenaan firman Tuhan pada ayat ini menegaskan bahwa penghukuman datang karena tindakan keji yang dilakukan oleh bani Ammon terhadap perempuan Gilead yang hamil. Ayat ini menyoroti kejahatan ekstrem yang melibatkan kekerasan terhadap kehidupan yang tidak bersalah demi perluasan wilayah. Tuhan menilai tindakan tirani dan pelanggaran hak asasi manusia dengan serius, sehingga menuntut konsekuensi ilahi.
Konteks Sejarah dan Tekanan Tujuan Nabi Amos
Amos hidup di periode perpecahan Israel utara sekitar abad ke-8 SM. Nabi ini menegaskan bahwa Allah tidak puas hanya dengan ritual ibadah jika keadilan sosial tidak dijunjung. Pada bagian kitab Amos ini, umat-umat tetangga yang menindas telah menjadi fokus hukuman karena ketidakadilan mereka terhadap sesama manusia dan pendudukan wilayah dengan cara yang kejam. Ayat 13 khususnya menyoroti tindakan bani Ammon yang membelah perut perempuan Gilead yang bunting untuk memperluas batas tanah mereka, sebuah tindakan yang melanggar martabat manusia dan hukum kasih Tuhan.
Observasi penafsir yang penting
Inti Teologis Singkat
Keberanian Nabi Amos ialah menempatkan keadilan sosial sebagai bagian integral dari pernyataan iman. Allah yang adil membenci keserakahan dan kekerasan yang dilakukan atas nama kekuasaan; tindakan ini menyinggung martabat manusia yang diciptakan menurut gambar Tuhan.
Referensi Silang yang Relevan
Narasi Penafsiran Ringkas
Ayat ini menegaskan bahwa pelanggaran hak manusia, terutama terhadap janin dan perempuan yang hamil, tidak luput dari hukuman Tuhan. Ini bukan sekadar kritik politik, melainkan seruan untuk menimbang tindakan kita sesuai standar ilahi. Allah menginginkan bangsa yang adil dan berperikemanusiaan dalam setiap kebijakan dan tindakan militer.
Akhir yang Praktis
Renungkan bagaimana kita mengutamakan keadilan dalam hubungan kita sehari-hari: memperlakukan orang lain dengan hormat, memperjuangkan perlindungan bagi yang rapuh, dan menolak kekerasan yang tidak perlu demi tujuan apapun. Dalam komunitas iman, marilah menegakkan keadilan sebagai wujud kasih Allah.
Cuplikan Hasil Penerapan para Penafsir Terkenal
Beberapa catatan penafsir terkenal menyoroti pentingnya keadilan sosial sebagai bagian dari penyembahan kepada Tuhan. Mereka menekankan bahwa ritual tanpa keadilan tidak memenuhi tuntutan Allah yang adil.