Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 3:1 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 3:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa inilah suatu doa nabi Habakuk pada Syijonot.
Habakuk 3:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 3:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 7:1 (IDN) »
Syidayon Daud, yang dinyanyikannya bagi Tuhan dari karena perkataan Kusy, orang Benyamin itu. (7-2) Ya Tuhan, Allahku, kepadamu aku berlindung; lepaskanlah kiranya aku dari pada segala orang yang mengusir akan daku, dan luputkanlah aku dari padanya.

Mazmur 86:1 (IDN) »
Doa Daud. -- Ya Tuhan! cenderungkan apalah telinga-Mu dan dengarlah akan daku; karena adalah aku dalam hal kekurangan dan miskin.

Mazmur 90:1 (IDN) »
Doa Musa, khalil Allah. Ya Tuhan! Engkau juga suatu perlindungan bagi kami dari pada zaman datang kepada zaman.
Ringkasan Pembacaan Habakuk 3:1
Ayat ini menunjukkan Habakuk berdoa dengan suasana khusyuk dan penuh penyerahan setelah penglihatan yang berat. Doa nabi ini mengekspresikan kerinduan untuk memahami kehendak TUHAN di tengah kejamnya zaman, sambil menimbang masa depan dengan kepercayaan bahwa Allah tetap berkuasa dan setia. Inilah contoh doa yang lahir dari iman yang berani menimbang keadaan dunia serta menaruh pengharapan pada Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu.
Ayat dalam konteks pasal
Habakuk 3:1 berada dalam sebuah bagian yang jauh dari protes telak terhadap kejahatan dan kekerasan, menuju doa yang bersifat liturgi. Pasal ini secara keseluruhan berfungsi sebagai respons rohani nabi terhadap kejamnya pemerintahan dan ketidakadilan: bukan sekadar keluhan, melainkan penyamakan diri dengan Tuhan melalui doa dan puji-pujian atas karya-Nya yang dahsyat di masa lampau dan yang akan datang.
Pokok pengajaran utama
Perbandingan dengan bagian lain
Seperti doa-da umat Tuhan dalam Mazmur ketika menghadapi ancaman, Habakuk 3 menekankan respons iman dalam situasi sulit. Perhatikan bagaimana doa Nabi Nabi mengingat karya Allah di masa lalu—kemahakuasaan-Nya terdengar melalui ingatan akan tindakan-Nya yang dahsyat — dan bagaimana hal itu meneguhkan harapan akan pembebasan di masa depan. Dalam Anafilis, konsep doa dalam malam kelam juga muncul dalam kitab Ayub, di mana kepercayaan kepada Tuhan menanggung pertanyaan-pertanyaan besar tanpa mengurangi kejujuran hati.
Aplikasi praktis
Kita diajak untuk mendekat kepada Tuhan saat menghadapi ketidakpastian dan kejatuhan moral sekitar kita. Doa Habakuk mengingatkan bahwa:
Penjelasan singkat dari tafsiran klasik
Para penafsir terdahulu menyoroti unsur pujian dan pengakuan atas kebesaran Allah meski situasi sulit. Mereka menekankan bahwa doa Habakuk tidak sekadar menuntut keadilan, melainkan merangkum kerinduan damai ilahi yang berdasar pada perbuatan Allah di masa lampau dan janji-Nya terhadap masa depan.
Rujukan silang yang relevan
- Mazmur 77:11-12: pengingatan akan karya Tuhan di masa lampau sebagai sumber kekuatan doa dan iman. Penafsiran klasik melihat ini sebagai contoh bagaimana umat menstabilkan iman melalui ingatan akan perbuatan Tuhan.
- Habakuk 1–2: dialog antara nabi dan Tuhan tentang keadilan dan waktu Allah. Ini menegaskan bahwa keutuhan iman menuntut percaya pada rencana Allah meskipun jawabannya belum terlihat.
- Yoel 2:28-32: umat dipanggil menaruh harapan pada kuasa Allah yang akan memulihkan dan menyatakan karya-Nya di masa depan. Konteks iman dalam menghadapi tantangan tetap relevan bagi kita sekarang.
Penutup
Habakuk 3:1 menandai permulaan doa yang berakar pada pengakuan akan kemuliaan Allah meskipun dunia sekitar penuh ketidakpastian. Doa ini mengajarkan kita bahwa iman bukanlah ketidakpedulian terhadap masalah, melainkan penyerahan diri kepada Allah yang berkuasa, sambil memegang janji-Nya untuk keadilan dan pembaruan pada akhirnya.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, or Adam Clarke are not directly reproduced here; where their insights inform this commentary, they are woven into the overarching interpretation. No exact quotations from those sources are included in full text.