Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 3:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Di hadapan hadirat-Nya berjalanlah bala sampar dan kilatpun keluar di hadapan kaki-Nya.
Habakuk 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 3:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 12:29 (IDN) »
Maka jadilah pada tengah malam, bahwa dipalu Tuhan akan segala anak sulung dalam negeri Mesir, dari pada anak sulung Firaun, yang patut menggantikan dia dalam kerajaan, sampai kepada anak sulung orang yang terbelenggu dalam penjara dan anak sulung binatangpun.

Bilangan 16:46 (IDN) »
Lalu kata Musa kepada Harun: Ambillah akan pedupaan, bubuhlah api dari pada mezbah di dalamnya dan dupa di atas api itu, lalu bersegera-segera pergilah engkau kepada perhimpunan itu, adakanlah gafirat atasnya, Karena murka yang sangat besar telah keluar dari hadirat Tuhan dan siasatnyapun telah mulai.

Bilangan 14:12 (IDN) »
Bahwa Aku hendak memalu mereka itu dengan bala sampar serta membinasakan mereka itu dan Aku menjadikan dikau suatu bangsa yang besar lagi kuat dari pada bangsa ini.
Habakuk 3:5 (IDN)
Di hadapan hadirat-Nya berjalanlah bala sampar dan kilatpun keluar di hadapan kaki-Nya.
Setting segera sebelum komentar
Ayat ini berada dalam nyanyian iman Habakuk yang memantulkan visi tentang kemuliaan Allah dalam perbuatan-Nya atas bumi. Habakuk menggambarkan ketetapan Tuhan yang agung—bukan sebagai eksistensi yang pasif, melainkan sebagai pewaktu dan penyelaras segala kejadian. Ayat ini menyoroti kehadiran Allah yang membawa bala dan kilat sebagai bagian dari jaringan kekuasaan-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya di bumi.
Apa yang diajarkan ayat ini tentang Allah atau iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah menghadirkan kekuatan-Nya secara nyata dan transparan. Ketika Allah datang dalam kemuliaan, segala bentuk kehancuran—bala sampar, kilat—bekerja menurut tujuan-Nya. Bagi umat percaya, ini menekankan iman kepada Allah yang berhak atas segala peristiwa, bahkan yang tampak menakutkan, karena Ia mengatur semua untuk keadilan dan pemulihan. Kematian, bencana, atau kekalutan bukan kebetulan; mereka berada di bawah kendali-Nya yang mahabaik dan adil.
Penjelasan kata-kata atau gambaran penting
Cross-references singkat
Penafsiran ringkas dari ahli terdahulu
Seorang ahli seperti Matthew Henry menekankan bahwa kehadiran Allah dalam kemuliaan-Nya membawa pemurnian dan penegakan keadilan bagi umat-Nya. Albert Barnes menyoroti bahwa gambaran badai dan kilat menekankan kekuasaan-Nya yang meliputi langit dan bumi. Adam Clarke menekankan bahwa gambaran tersebut mengingatkan umat untuk berserah pada takhta Allah yang tak tergoyahkan.
Aplikasi sekarang
Ayat ini mengundang kita untuk percaya tidak hanya pada kasih Allah, tetapi juga pada kekuasaan-Nya yang mahakuasa. Dalam masa-masa yang penuh tegang, kita diundang untuk melihat kehadiran-Nya yang menaungi hidup kita. Ketika menghadapi badai pribadi atau tantangan komunitas, kita dapat berpegang pada kenyataan bahwa Allah berkuasa untuk mengatur segala sesuatu demi tujuan-Nya yang lebih besar. Pelayanan iman menuntun kita pada doa yang meminta hikmat-Nya agar tetap percaya, taat, dan berharap pada hari pembebasan-Nya.