Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 3:15 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 3:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Demikianlah Engkau menjalankan kuda-Mu pada laut, lalu bertimbunlah segala air yang bergelora.
Habakuk 3:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 3:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 77:19 (IDN) »
(77-20) Maka pada laut adalah jalan-Mu dan lorong-Mu pada air besar-besar, maka tiada Engkau tinggalkan di belakang-Mu barang bekas tapak kaki-Mu.

Habakuk 3:8 (IDN) »
Adakah murka Tuhan terkena kepada segala sungai? Adakah amarah-Mu terkena kepada segala sungai? Adakah geram-Mu terkena kepada laut? Maka Engkau mengendarai kuda-Mu dan kendaraan kemenangan-Mu.

Keluaran 15:8 (IDN) »
Oleh nafas hidungmu bertimbun-timbunlah air itu, dan air pasang itupun berdirilah seperti segumpal batu adanya, dan segala ombak berbekulah di tengah-tengah laut.
Habakuk 3:15 dalam Konteks Keteguhan Iman dan Pengakuan Tuhan atas Alam
Inti interpretatif pasal ini adalah pengakuan Habakuk terhadap kuasa Allah yang melampaui batas manusia. AyatHabakuk 3:15 menggambarkan tindakan Tuhan yang menundukkan kuda-Nya di lautan, memanfaatkan kekuatan badai, dan menyebabkan gelombang laut menjadi bertimbun. Gambaran ini menekankan bahwa Allah berdaulat atas semua ciptaan, termasuk kekuatan alam yang tampaknya tak terkalahkan. Bagi pembaca Perjanjian Lama, gambar ini juga mengubah pemahaman tentang keselamatan: bukan manusia yang menaklukkan ancaman, melainkan Allah yang membongkar kekacauan melalui kuasa-Nya.
Tsetelah Konteks Sastra
Pembacaan ayat ini harus ditempatkan dalam puncak doa Habakuk, yang berputar pada pertanyaan tentang keadilan ilahi di tengah penindasan dan kebrutalan bangsa lain. Pasal 3 bersifat perangai puisi teologis yang merangkum iman Habakuk: meski keadaan tampak kacau, Allah tetap berdaulat. Gambar “menjalankan kuda-Mu pada laut” menyiratkan pergeseran makna: konfrontasi Tuhan terhadap kekuatan laut yang melambangkan kekacauan dan bahaya. Dalam konteks kitab Habakuk, kuda mewakili kekuatan militer dan kemarahan yang bisa menimbulkan gelombang besar; Allah justru mengontrol dan membalikkan situasi itu untuk menegakkan keadilan menurut kehendak-Nya.
Signifikansi Teologis
Ayat ini mempertegas beberapa tema teologis utama: (1) kemahakuasaan Allah atas segala kekuatan alami; (2) kesetiaan Allah meskipun manusia tidak mengerti rencana-Nya; (3) dorongan untuk tetap percaya di tengah krisis, sebab Allah mampu menenangkan badai dan memulihkan keadaan. Dalam tradisi teologi publik-domain, para komentator menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar gambaran kebesaran, tetapi juga pengingat bahwa Allah berpartisipasi dalam sejarah manusia secara aktif, menata ulang kekacauan menjadi rencana-Nya yang lebih besar.
Penataan Kaitan Alkitabiah
Ada beberapa kaitan dengan kitab lain: (a) kemahakuasaan Tuhan atas laut juga muncul dalam panggilan nabi lain dan kisah pembebasan umat Israel, menekankan bahwa badai bisa menjadi arena intervensi ilahi; (b) tema Allah yang menolong melalui kuasa-Nya sendiri beresonansi dengan mazmur-mazmur puji-pujian terhadap pemeliharaan dan kekuasaan-Nya; (c) dalam Perjanjian Baru, unsur kebesaran yang menenangkan badai mengingatkan karya Kristus yang menenangkan badai, mengindikasikan kesinambungan pemahaman tentang kuasa ilahi dalam penyelamatan.
Pertanyaan untuk Renungan
Penghubung-Skrptural (Cross-References)
Beberapa lintasan silang yang relevan untuk memperdalam makna:
Penjelasan singkat: Mazmur menggambarkan kekuasaan Allah atas laut, Yesaya menegaskan pemeliharaan ilahi, dan Matius menunjukkan manifestasi inkarnasi kuasa Allah dalam pekerjaan Kristus yang menenangkan badai.
Ringkasan Penutup
Habakuk 3:15 menutup dengan nada doxologis tentang kemahakuasaan Allah yang berpartisipasi dalam sejarah manusia. Dalam badai hidup, kita diajak mempercayai bahwa Allah tidak absen, melainkan mengarahkan semua peristiwa menuju tujuan-Nya yang adil. Ketika kita menatap kuasa-Nya, iman kita diperbarui, tidak dengan kepalsuan kendali manusia, melainkan dengan pengakuan bahwa Tuhan berkuasa mengubah kekacauan menjadi pemulihan.
Catatan kutipan langsung: Tidak ada kutipan langsung yang disalin utuh dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini. Ringkasan merangkum gagasan umum yang sering mereka tekankan terkait kemahakuasaan Allah atas badai dan pemeliharaan-Nya.