Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 3:3 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 3:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa Allah datang dari Teman dan Yang Mahasuci dari pegunungan Paran. -- Selah! -- Maka kemuliaan-Nya menudungilah segala langit dan bumipun adalah penuh dengan pujinya.
Habakuk 3:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 3:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ulangan 33:2 (IDN) »
maka katanya: Bahwa Tuhan telah datang dari Torsina dan telah terbit bagi mereka itu dari Seir; kelihatanlah Ia dengan gemerlapan cahaya-Nya dari gunung Paran, lalu datang hampir dari bukit Kades; maka pada kanan-Nya adalah tiang api bagi mereka itu.

Amos 1:12 (IDN) »
Maka sebab itu Aku akan mengirimkan suatu api ke dalam Teman, yang makan habis kelak akan segala maligai Bozra.

Mazmur 4:4 (IDN) »
(4-5) Jikalau kamu merasai gentar, janganlah kamu berdosa! Baiklah kamu berpikir-pikir dalam hatimu di atas tempat tidurmu, serta berdiamlah diri. -- Selah.
Habakuk 3:3 (IDN) — Menggugah Pujian di Tengah Mesir Jiwa yang Gigih
Ayat ini menampilkan Yahweh sebagai sumber kehadiran pemulihan yang kuat, melukiskan kemuliaan-Nya membentuk lanskap doa dan pujian. Dalam konteks kitab Habakuk, pesan ini menegaskan bahwa kepada-Nya umat dapat menanti pertolongan meski keadaan tampak tidak adil atau membingungkan. Firman ini mengarahkan pandangan kita bukan pada situasi sementara, melainkan pada kedatangan Allah yang suci dan agung yang akan memenuhi langit dan bumi dengan kemuliaan-Nya.
Pengantar konteks asli
Habakuk menyeimbangkan kejujuran iman dengan pengharapan akan intervensi ilahi. Ketika nabi mengeluh tentang kejahatan di sekitar Israel dan keadilan yang tampak tertunda, Allah menjawab dengan sebuah visi yang menegaskan kekuatan dan kemuliaan-Nya. Ayat 3a, “Bahwa Allah datang dari Teman dan Yang Mahasuci dari pegunungan Paran,” membawa gambaran teofani—penampakan Tuhan dalam kemuliaan yang menempuh jalur nabawi untuk meneguhkan rencana-Nya.
Apa arti inti ayat ini
Inti ayat ini mengajak pembaca untuk melihat Allah sebagai pribadi yang berkuasa, datang dari wilayah yang mengindahkan kesucian-Nya, dengan tujuan membatasi kekacauan manusia melalui keadilan-Nya. Kualitas “kemuliaan-Nya menudungilah segala langit dan bumipun adalah penuh dengan pujinya” menegaskan bahwa kehadiran-Nya bukan sekadar peristiwa historis, melainkan puncak penyembahan kosmik yang membentuk sikap umat: pujian, pengakuan otoritas-Nya, dan pengakuan akan rencana-Nya yang mulia.
Gagasan utama dan tema pendukung
Cross-references yang relevan
- Yesaya 60:19-20: Allah sebagai terang kemuliaan yang menerangi umat-Nya; hubungan antara kemuliaan-Nya dan pembaruan ketaatan.
- Habakuk 2:14: bumi dipenuhi pengetahuan kemuliaan Tuhan seperti air laut yang menutupi dasar-dasarnya; menempatkan kemuliaan-Nya sebagai tujuan historis bagi bangsa-bangsa.
- Mazmur 72:19: pujian umat terhadap kemuliaan-Nya yang melampaui segala ciptaan; menyiratkan tanggung jawab manusia untuk membalas kasih-Nya dengan ibadah.
Penjelasan singkat: Ketiga referensi menempatkan imaji kemuliaan Tuhan di pusat keselamatan budaya manusia; dari perwujudan teofani Habakuk menuju pemantapan ibadah umat di waktu kemudian.
Refleksi penutup dan pelajaran praktis
Ayat ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya menerima berita yang benar, melainkan menantikan kedatangan Tuhan dengan sikap pantang menyerah. Ketika hidup diliputi ketidakpastian, kita diajak menanti Allah yang suci dengan pujian yang tumbuh dari iman, sebab kemuliaan-Nya tetap menjadi kebenaran paling kokoh. Dalam doa kita, marilah menaruh harapan pada pernyataan-Nya yang tidak berubah: Ia mendengar, ia bertindak, dan rakhim memulihkan.
Footnote: catatan editorial singkat
Beberapa penafsir (contoh tradisi perbandingan publik domain) menyoroti bagaimana Habakuk menegaskan bahwa kehadiran ilahi bersifat kosmik—meliputi langit hingga bumi—sebagai upaya menegaskan kedaulatan Allah atas semua ciptaan. Frasa “Selah” menunjukkan jeda doa dan penyerahan yang khas dalam puji-pujian kitab Mazmur dan para nabi.