Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 3:9 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 3:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa air bah itu berseru kepada busur-Mu akan pertolongan. Maka sumpah perjanjianpun goncanglah. -- Selah! -- Bahwa beberapa sungai menggelembunglah dari dalam bumi.
Habakuk 3:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 3:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 7:12 (IDN) »
(7-13) Jikalau tiada ia bertobat, niscaya Tuhan akan mengasah pedangnya dan mengedangkan busurnya dan mengenakan anak panahnya.

Mazmur 105:41 (IDN) »
Maka dibukakan-Nya gunung batu, lalu mengalirlah air dari dalamnya, suatu sungai mengalirlah di padang Tiah.

Mazmur 78:15 (IDN) »
Dan dibelahkan-Nya gunung batu di padang Tiah dan diberi-Nya minum mereka itu puas-puas seolah-olah dari dalam lubuk.
Interpretive Point
Habakuk 3:9 menonjolkan gambaran tindakan Allah yang kuat dalam pertolongan-Nya: Allah meneguhkan janji-Nya melalui sumpah perjanjian, meskipun menghadapi kekacauan yang tampak di hadapan nabi. Ayat ini menegaskan bahwa dalam murka dan keadilan-Nya, Allah tetap setia menolong umat-Nya yang memegang teguh kepercayaan kepada-Nya.
Latar Sastra dan Konteks
Program doa-Nya dalam kitab Habakuk berpindah dari keluhan pribadi nabi tentang keadilan ilahi ke pengakuan kemuliaan Allah atas segala ciptaan. Pasal 3 adalah doa nyanyian pujian batin yang menggambarkan Allah sebagai pejuang yang berkuasa atas alam. Larik 9 bagian pertama menekankan inisiatif Allah ketika perjanjian dan sumpah-Nya ditegakkan, meskipun bumi dan sungai menggemparkan. Gambaran air bah dan sungai yang membengkak merujuk pada kekuatan alam sebagai sarana kehendak Allah, yang bertujuan untuk membebaskan, menegakkan, atau menghakimi sesuai konteks–dalam Habakuk, konteksnya adalah pembungkaman kejahatan dan pemulihan kemuliaan Allah di tengah umat-Nya.
Konteks Teologis
Ayat ini menegaskan dua aspek utama: sumpah perjanjian Allah yang meneguhkan kedaulatan-Nya berhadapan dengan krisis umat, dan manifestasi kekuatan-Nya melalui unsur-unsur alam. Allah tidak absen dalam kejatuhan dunia; melalui kedasyatan-Nya, Dia mengatur proses pembebasan dan penyelarasan umat-Nya dengan tujuan alkitabiah-Nya—kemuliaan bagi Tuhan dan keselamatan bagi umat yang percaya. Sumpah perjanjian di sini berfungsi sebagai jangkar kejujuran ilahi terhadap umat yang menantikan jawaban-Nya.
Kaitkan dengan Silang Tulisan
- Keluar dari penderitaan: Mirip dengan Mazmur-mazmur yang menekankan perlindungan Tuhan di tengah badai, Habakuk menegaskan bahwa Allah bekerja melalui kekuatan-Nya meski tampak benar-benar kelam.
- Kedaulatan Allah atas alam: Seperti dalam keluaran kepemimpinan Allah atas sungai-sungai dan bahtera kehendak-Nya, ini sejalan dengan nubuat nabi lain tentang penggenapan keadilan Allah melalui alam semesta.
- Janji Allah yang tidak gagal: Keterkaitan dengan janji-janji Perjanjian Lama menegaskan bahwa kehadiran-Nya tidak tergoyahkan meski situasi manusia tampak kacau.
Pertanyaan Refleksi
Penutup Ringkas
Habakuk 3:9 mengajak kita melihat bahwa Allah yang berkuasa atas segala ciptaan tidak membiarkan sumpah-Nya kosong, bahkan saat alam telah menggeliat dalam gejolak. Dalam iman, kita meneguhkan kebenaran-Nya: Dia adalah yang membentuk jalan keselamatan melalui badai, memihak kepada umat-Nya, dan menjaga perjanjian-Nya dengan setia.
Rujukan Silang
1) Mazmur 46:Allah hadir di tengah badai dan menenangkan umat-Nya — penguatan iman saat krisis. Penekanan: Allah menyertai umat-Nya dalam kekisruhan dan memberi perlindungan.
2) Yehezkiel 1:24-25; 38:8-11 — gambaran alam buatan Allah yang mengungkap kemuliaan-Nya; Penekanan: manifestasi kekuasaan-Nya melalui unsur-unsur alam.
3) Yesaya 55:11 — firman-Nya tidak kembali dengan kosong; Penekanan: tujuan-Nya mencapai sukses sesuai kehendak-Nya.
Cuplikan tepat dari tokoh-tokoh berpendapat: "Dalam hal janji-Nya, Allah tidak pernah gagal," pernyataan umum yang tercantum dalam literatur tafsiran klasik. (Tanpa kutipan teks lengkap, karena fokusnya pada ide utama.)