Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 3:17 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 3:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kendatilah pokok ara tiada berbunga dan pokok anggurpun tiada berbuah, dan pokok zaitpun janji dengan dusta dan segala bendangpun tiada keluarkan makanan, dan segala kawan domba dirampas dari dalam kandang dan seekor lembupun tiada lagi dalam kandang;
Habakuk 3:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 3:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 5:17 (IDN) »
Maka bangsa itu akan makan habis segala hasil tanahmu dan segala rotimu, yang patut dimakan oleh anak-anakmu laki-laki dan perempuan, dan dimakannya habis kelak akan segala kambing dombamu dan segala lembumu, dan dimakannya habis kelak akan buah pokok anggurmu dan pokok aramu dan dibinasakannya kelak dengan pedang akan segala negerimu yang berkota benteng, yang kamu harap padanya.

Yoel 1:16 (IDN) »
Bukankah segala makanan sudah putus dari hadapan mata kita? kesukaan dan keramaian dari pada rumah Allah kita?

Amos 4:6 (IDN) »
Maka sebab itu juga Aku sudah memberi kepadamu keperesihan gigi dalam segala negerimu dan kekurangan makan dalam segala tempat kedudukanmu, tetapi tiada juga kamu bertobat kepada-Ku, demikianlah firman Tuhan.
Habakuk 3:17 dalam Konteks Nubuatan dan Iman Di Tengah Kesulitan
Ayat ini berada pada bagian lamah (doa nyanyian) Habakuk yang menggambarkan kepercayaan iman meski keadaan praktik tidak memenuhi harapan. Perhatikan struktur ayat yang menekankan kelaparan, kehilangan hasil panen, dan kekhawatiran akan ternak—semua merupakan indikator krisis sosial dan ekonomi. Pada masa nabi, bangsa Israel menghadapi ancaman akibat kemarau panjang, kelaparan, dan kekalahan militer; namun Habakuk tidak mengalihkan pandangannya dari Allah, melainkan menegaskan kepercayaan bahwa Allah tetap berdaulat meski tanda-tanda duniawi tampak merugikan.
Inti Makna Ayat
Ayat ini mengekspresikan kekecewaan yang dalam terhadap hasil bumi dan kekayaan yang tidak lagi dapat diandalkan. Namun, hal itu disampaikan sebagai nyanyian iman, menunjukkan bahwa iman tidak meniadakan penderitaan, melainkan menempatkan penderitaan dalam kerangka kepercayaan bahwa Allah tetap memelihara meskipun tampak sebaliknya. Ketika segala sesuatu tampak gagal—pokok ara, anggur, zait, bendang, bahkan kandang ternak—iman menegaskan bahwa Allah tetap menjadi titik balik harapan.
Tema Utama
Penghubung dengan Amsal Tafsiran Klasik
Alih-alih mematahkan kejernihan iman ketika kehilangan, para komentar berpendapat bahwa kesulitan menguji kesetiaan. Seperti pandangan para komentator publik domain yang menganalisis Habakuk, iman tidak menolak nyeri, tetapi mengubahnya menjadi alasan untuk bergantung lebih pada Allah. Kutipan singkat yang relevan dari karya-karya beredar pada bagian ini menegaskan bahwa keyakinan dalam Tuhan dapat bertahan meski keadaan hidup sangat menekan.
Rujukan Silang yang Relevan
• Ayub 1:21 menggambarkan umat percaya yang tetap berketetapan hati meski kehilangan semuanya; Tuhan yang memberi juga yang mengambil, tetap layak dipuja. Penekanan pada ketaatan di tengah kehilangan menguatkan pola Habakuk.
• Mazmur 46:1-2 menegaskan bahwa Allah adalah perlindungan di saat-saat goncang; iman menegaskan kehadiran-Nya meskipun krisis terjadi.
• Habakuk 2:4 menekankan prinsip iman sebagai dasar pembenaran, memisahkan kenyataan dari iman: kehendak Tuhan tetap teguh meskipun hina dina manusia.
Refleksi Praktis
Ketika kita menghadapi kehilangan pekerjaan, gagal panen rohani, atau kepedihan sosial, Ayat ini mengajak kita untuk menempatkan keprihatinan di bawah kuasa Allah. Puji-pujian Habakuk tidak menghindari kenyataan kelam; ia menegaskan bahwa doa yang berani dan iman yang teguh bisa berjalan bersisian dengan kenyataan hidup yang menyakitkan. Dalam doa kita, biarkan ketidakpastian menggeser fokus dari apa yang kita miliki ke siapa yang memelihara kita.
Penutup Singkat
Habakuk 3:17 mengingatkan bahwa kelangkaan materi tidak mengaburkan peluang untuk percaya. Pembaca Indonesia diajak melihat dalam melalui krisis sebagai peluang belajar bergantung sepenuhnya pada Allah, Pelindung dan Penopang hidup kita.