Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 3:14 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 3:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dengan tongkatnya juga Engkau mencucuk terus kepala bala-balanya, yang sudah menghamburkan daku seperti puting beliung, dan yang amat suka menelan orang miskin, seperti binatang ganas dalam lubangnya.
Habakuk 3:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 3:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Zakharia 9:14 (IDN) »
Maka Tuhan akan kelihatan atas mereka itu, dan segala anak panahnya akan keluar seperti kilat, dan Tuhan Huapun akan meniup nafiri dan tampil ke hadapan dengan angin ribut dari selatan.

Daniel 11:40 (IDN) »
Maka apabila masa kesudahan sudah sampai bahwa raja dari Selatan itu akan mengikat perang lawan dia, dan raja dari Utarapun mendatangi dia dengan beberapa rata dan orang berkendaraan dan beberapa buah kapal, dan akan menyerang dan meliputi beberapa negeri dan diliputinya dengan air bah.

Mazmur 10:8 (IDN) »
Bahwa ia duduk dalam pengadangan di dusun-dusun; dari pada tempatnya yang sembunyi itu dibunuhnya orang yang tiada bersalah, dan matanyapun mengintai akan orang miskin.
Makna singkat
Habakuk 3:14 menggambarkan tindakan Allah yang melanjutkan tolak ukur penghakiman terhadap musuhnya: menghantam kepala bala bala yang menindas umat-Nya. Ayat ini menampilkan kemarahan ilahi terhadap kejahatan manusia, terutama terhadap mereka yang melukai orang miskin dan lemah, seperti dikatakan dalam konteks pujian Habakuk mengenai keperkasaan Sang Allah.
Latar belakang konteks
Bab 3 Habakuk berfungsi sebagai doa pujian (mazmur tinta) yang menegaskan iman penulis pada keadilan Allah meskipun keadaan Israel berada dalam tekanan dan ancaman. Bagian terakhir memuat gambaran perang rohani dan militer sebagai simbol penghukuman terhadap penindasan. Ayat ini menyoroti bahwa Allah tidak netral terhadap kekejaman: Dia akan menghadapkan para penindas pada keadilan-Nya.
Interpretasi singkat
Ayat ini menegaskan bahwa rencana Allah mencakup pembalasan terhadap musuh yang merusak orang miskin dan lemah. Penggambaran "menancapkan tongkat" dan "menghantam kepala bala-balanya" memakai bahasa perang untuk menyatakan tindakan tegas Allah terhadap kekejaman. Konteks Habakuk menunjukkan bahwa doa pengharapan beriringan dengan keyakinan bahwa keadilan Allah akan terwujud pada waktunya.
Pengamatan teologis singkat
Kalimat silang yang relevan
Beberapa bagian alkitab lain membahas keadilan Allah terhadap penindasan, misalnya:
Berhubungan dengan bagian lain dalam Alkitab
• Keadilan ilahi terhadap penindasan juga terlihat dalam doa nabi lain yang menegaskan pembalasan atas kezaliman. Hati-hati dalam menafsirkan tindakan Allah sebagai kekerasan semata; fokus pada keadilan-Nya yang melindungi orang lemah.
• Ujian iman Habakuk diperuntukkan bagi bangsa yang lemah: meski menantikan pembebasan, ia tetap memuji Allah sebagai yang adil dan berkuasa.
Pelajaran praktis
Cuplikan pandangan para penafsir klasik (ringkas)
Para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ayat ini menegaskan kehendak Allah untuk membatalkan kekejaman manusia terhadap yang lemah dan menggenapi keadilannya pada waktunya. Mereka menekankan bahwa bahasa perang di ayat ini bukan ajakan kekerasan manusia, melainkan gambaran metaforis tentang kehukuman ilahi terhadap penindasan.
Penghormatan terhadap musuh dipahami dalam kerangka adil dan benar, dengan fokus pada pemulihan bagi mereka yang tertindas dan penegakan kehendak Allah yang kudus.
Aplikasi singkat
Ketika menghadapi ketidakadilan, kita diajak memakaikan iman pada Allah yang berkuasa untuk menegakkan keadilan pada waktunya sambil terus berbelas kasih kepada sesama, terutama bagi mereka yang lemah dan tertindas.