Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHabakuk 3:10 Tafsiran ayat Alkitab
Habakuk 3:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Serta terlihat segala gunung akan Dikau, maka dirasainya sakit dari takut, air bahpun sudah meliputi; tubirpun sudah menyaringkan suaranya dan mengangkat tebing-tebingnya ke atas.
Habakuk 3:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Habakuk 3:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ibrani 11:29 (IDN) »
Dari sebab iman juga mereka itu melalui laut Kolzom, seperti tanah daratan; maka orang Mesir yang mencoba berbuat demikian sudah tenggelam.

Mazmur 93:3 (IDN) »
Bahwa segala sungai menyaringkan ya Tuhan! segala sungai menyaringkan suaranya, segala sungai makin bertambah menderu bunyinya;

Yosua 4:23 (IDN) »
Karena Tuhan, Allahmu, sudah mengeringkan air Yarden ini di hadapanmu sampai sudah kamu menyeberang dia, seperti dahulu diperbuat Tuhan, Allahmu, akan laut Kolzompun, yang dikeringkannya di hadapan kita sampai sudah kita menyeberang dia.
Habakuk 3:10 (IDN) — Gambaran Ketakjuban Atas Tindak Kedaulatan Allah
Surat Habakuk pasal ini menutup kitab dengan gambaran puisi doa dan pengakuan iman di tengah kegetiran zaman. Nabi Habakuk mengalihkan pandangan dari pertanyaan-pertanyaannya tentang kejahatan dan keadilan menjadi kesaksian tentang kemuliaan Allah yang tak tergoyahkan. Ayat 10 menampilkan respons alam terhadap kehadiran Allah: gunung-gunung terlihat gemetar di hadapan-Nya, gelombang kemarahan-Nya mengguncang bumi, dan bukit-bukit seperti menantang angin badai. Dalam bahasa puitis, peristiwa kosmik ini menekankan kekuasaan Allah yang melampaui batas manusia dan bahkan kekuatan alam.
Pembacaan ayat dalam konteks pasal
Habakuk 3 adalah doa syukur dan pujian nabi setelah serangkaian pertanyaan tentang mengapa Allah menunda keadilan. Di bagian akhir, Habakuk memilih iman yang teguh: meski segala sesuatu tampak tidak stabil, Allah tetap berkuasa. Ayat 10 melukiskan respons alam terhadap kehadiran ilahi, sebuah gambaran ceremoniale yang menegaskan bahwa makhluk ciptaan pun tunduk kepada kehendak-Nya. Dalam konteks kitab ini, peristiwa kosmik berfungsi untuk menegaskan bahwa manusia tidak memiliki kendali real-time atas sejarah, tetapi Allah menjaga rencana-Nya.
Inti ajaran rohani
Perbandingan dengan bagian lain Alkitab
- Dari Mazmur dan Kitab nabi lain, gambaran ‘gunung-gunung gemetar’ sering dipakai untuk menekankan manifestasi kehadiran Allah di tengah pembebasan atau penghakiman. Misalnya, Mazmur 114 menunjukkan bagaimana gunung-gunung melipur ketika Israel menyeberangi Laut Teberau, sebagai bukti kemuliaan-Nya.
- Dalam Yohanes 1:14 dan Ibrani 12:18–29, kedatangan Kristus dianggap puncak manifestasi kemuliaan Allah; ayat Habakuk 3:10 memperlihatkan bahwa respons alami ciptaan terhadap kehadiran-Nya mirip dengan bagaimana manusia merespons karya Kristus.
- Kisah nubuat Daniel juga menampilkan tema bahwa kuasa langit mengatasi kekuatan manusia; ini membantu pembaca melihat bagaimana Habakuk menempatkan kejadian kosmik dalam kerangka rencana Allah yang lebih besar.
Perhatian aplikasi praktis
- Dalam masa-masa kegoncangan, kita dipanggil untuk menimbang kembali rasa takut kita. Ketakutan yang sehat karena kemuliaan Allah dapat menuntun pada iman yang lebih mantap, bukan ketidakpercayaan yang melumpuhkan.
- Kita diajak melihat bahwa kekuatan manusia dan kekuatan alam pun berada di bawah kendali ilahi. Ketika gelombang krisis mengetuk, kita dapat berpegang pada Allah yang berkuasa atas semua ciptaan.
Referensi silang singkat
Ringkasan singkat
Habakuk 3:10 menggambarkan kemuliaan Allah yang mengguncang alam, menegaskan bahwa di balik segala gejolak sejarah, Allah tetap berdaulat. Ayat ini mengajak kita untuk merespons dengan iman yang teguh: meski dunia bergetar, Tuhan tidak goyah. Kita diajak menoleransi ketakutan sehat yang memicu penyembahan, bukan keputusasaan.
Catatan kutipan singkat dari komenter klasik yang relevan: Matthew Henry menyebut bahwa kehadiran Allah memulotkan ketakutan suci yang memotivasikan iman yang lebih teguh; Albert Barnes menekankan bahwa gemuruh alam adalah pengakuan publik atas kuasa ilahi; Adam Clarke menyoroti bahwa ini adalah panggilan untuk mempercayai rencana Allah meskipun tampak samar di mata manusia.