Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Ibrani 11:1 Ibrani 11:2 Ibrani 11:3 Ibrani 11:4 Ibrani 11:5 Ibrani 11:6 Ibrani 11:7 Ibrani 11:8 Ibrani 11:9 Ibrani 11:10 Ibrani 11:11 Ibrani 11:12 Ibrani 11:13 Ibrani 11:14 Ibrani 11:15 Ibrani 11:16 Ibrani 11:17 Ibrani 11:18 Ibrani 11:19 Ibrani 11:20 Ibrani 11:21 Ibrani 11:22 Ibrani 11:23 Ibrani 11:24 Ibrani 11:25 Ibrani 11:26 Ibrani 11:27 Ibrani 11:28 Ibrani 11:29 Ibrani 11:30 Ibrani 11:31 Ibrani 11:32 Ibrani 11:33 Ibrani 11:34 Ibrani 11:35 Ibrani 11:36 Ibrani 11:37 Ibrani 11:38 Ibrani 11:39 Ibrani 11:40



Ibrani 11:29 (IDN) — Melalui Iman Menuju Kesaksian: Lalu Laut Meredam
Pembaca disuguhkan gambaran iman yang hidup melalui peristiwa besar umat Allah. Ibrani 11 menyoroti para tokoh iman yang percaya Allah meskipun menghadapi tantangan besar. Ayat 29 menonjolkan dua peristiwa utama: pembelahan laut bagi bangsa Israel dan peristiwa tenggelamnya orang Mesir ketika mencoba meniru keajaiban Tuhan. Kisah ini mengajarkan bahwa iman membimbing umat Allah melewati jalan yang kelihatan mustahil, sementara ketidakpercayaan mengantar pada kehancuran.
Apa yang terjadi dalam konteks pasal ini
Pasal 11 menyajikan deretan contoh iman dari para leluhur: tokoh-tokoh seperti Abraham, Sara, dan Musa. Ayat 29 fokus pada peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir: mereka menyeberangi Laut Teberau dengan iman, sehingga membentangkan jalan bagi keselamatan kolektif mereka. Dalam pada itu, orang Mesir yang ingin meniru mereka—membawa tentaranya menyeberangi laut—mengalami kehancuran karena iman mereka yang nihil kepada kuasa Tuhan.
Pelajaran utama ayat ini
Peninjauan silang secara singkat
Beberapa rujukan relevan untuk memahami pola iman yang berhadapan dengan bahaya dan pembebasan:
Penafsiran ini menekankan bahwa iman yang benar tidak sekadar mengikuti teladan secara teknis, melainkan percaya kepada Tuhan yang memampukan jalan-jalan yang kelihatannya mustahil.
Aplikasi praktis bagi hidup hari ini
Dalam menghadapi tantangan besar—pekerjaan, kesehatan, atau kemaslahatan keluarga—ajaran ayat ini mengundang kita untuk berpegang pada Tuhan dengan iman aktif: berdoa, merenungkan janji-Nya, dan melangkah dengan keyakinan bahwa Allah menyertai lebih dulu daripada menyelamatkan nanti. Jangan tergiur meniru kehebatan orang lain tanpa fondasi iman yang teguh kepada Allah.
Hubungan dengan bagian-bagian lain Alkitab
Beberapa referensi untuk menyambungkan pola iman dan pembebasan:
Rangkuman singkat
Ibrani 11:29 menegaskan bahwa iman yang bekerja membawa umat Allah melewati jalan pembebasan, sementara upaya meniru tanpa iman berujung pada kehancuran. Kisah ini menguatkan kepercayaan kita bahwa Allah berkuasa melewati rintangan untuk menunjukkan kemuliaan-Nya dan memperkukuh iman orang percaya.
Catatan singkat mengenai sumber gerejawi (kutipan singkat yang relevan)
Pengarah pandangan dari tokoh commentaires pasal ini menekankan bahwa iman sejati adalah kepercayaan yang menuntun tindakan menurut kehendak Tuhan. Dalam karya-karya para penafsir publik domain, ide yang sering diangkat adalah bahwa pembelahan laut adalah gambaran keselamatan melalui iman, dan peringatan bahwa meniru tanpa iman bisa berakhir tragis. (Kutipan ringkas tidak menampilkan teks panjang.)