Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 3:1 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 3:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka dari sebab itu, hai saudara-saudaraku yang suci, yang beroleh sama bahagian di dalam panggilan surga, amat-amatilah Rasul lagi Imam Besar yang telah kita akui, yaitu Yesus,
Ibrani 3:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 3:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ibrani 2:17 (IDN) »
Dari sebab itu haruslah Ia dirupakan sama dengan saudara-saudara-Nya itu di dalam segala perkara, supaya di dalam ibadat kepada Allah Ia menjadi Imam Besar yang berkasihan dan setiawan, akan mengadakan perdamaian karena segala dosa kaum itu.

2 Timotius 1:9 (IDN) »
yang sudah menyelamatkan kita, dan memanggil kita dengan panggilan yang kudus, bukannya menurut kadar perbuatan kita, melainkan menurut maksud-Nya sendiri dan anugerah yang dikaruniakan kepada kita di dalam Kristus Yesus dahulu daripada zaman yang azali,

Ibrani 4:14 (IDN) »
Sedangkan ada kepada kita seorang Imam Mahabesar, yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus, Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu.
Pemaknaan Utama: Menyadari Bentuk Imamat Kristus sebagai Imam Besar dan Rasul yang Suci
Ayat Ibrani 3:1 menarik perhatian kita pada panggilan mulia orang percaya: menjadikan Kristus Yesus sebagai pusat iman, Rasul yang diutus Allah dan Imam Besar yang memimpin kita kepada hadirat-Nya. Fokus utama di sini adalah ajakan untuk mengarahkan pandangan kepada Kristus, yang telah kita akui, dan untuk meneladan-Nya dalam hidup sebagai saudara seiman yang beroleh bagian dalam panggilan surgawi.
Konteks sastra: latar kitab Ibrani dan pergeseran fokus
Pada bagian awal surat Ibrani, penulis menegaskan identitas dan kedudukan Kristus sebagai pewahyuan sempurna Allah. Ibrani 3:1 mengajak pembaca untuk melihat lebih dekat kepada Kristus sebagai “Rasul” (Utusan ilahi) dan “Imam Besar” (perorangan pendamai antara Allah dan umat-Nya). Penegasan ini menegaskan bahwa iman Kristen tidak sekadar penerimaan ajaran, melainkan penyatuan hidup dengan peran ganda Kristus yang memanggil, membimbing, dan menguduskan umat-Nya.
Makna teologis utama
Imam Besar Kristus menandai kedudukan yang melampaui bekal nabi atau imam pendahulu. Ia tidak hanya menyampaikan pesan Allah, tetapi juga mewakili umat di hadapan Allah—menanggung serta menebus dosa-dosa kita. Dalam pandangan ini, “yang beroleh sama bahagian di dalam panggilan surga” menegaskan bahwa orang percaya memiliki bagian istimewa dalam tujuan ilahi, yaitu hidup dalam persatuan dengan Kristus dan pewarisan kehidupan kekal melalui-Nya.
Refleksi terhadap tokoh-tokoh tafsir klasik
Para penafsir terdahulu menekankan dua unsur penting: kedudukan ganda Kristus sebagai Rasul dan Imam Besar, serta respons iman yang meneguhkan identitas kita sebagai bagian dari umat Allah. Matthew Henry menekankan bahwa Kristus adalah pembawa berkat dan penuntun iman kita; Albert Barnes menyoroti fungsi Kristus sebagai perantara yang setia; Adam Clarke menambahkan fokus pada kekudusan panggilan yang telah diberikan kepada umat percaya. reproduksi pendek dari penekanan mereka menunjukkan bahwa gagasan inti adalah penyerahan hidup pada Kristus yang memimpin kita kepada Allah.
Ragam lintas-ayat (cross-references)
Penegasan lintas ayat ini menempatkan kita dalam kesinambungan hubungan dengan Allah melalui Kristus, yang menjaga, menguatkan, dan memberi akses kepada kehadiran-Nya.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Ibrani 3:1 menegaskan bahwa iman kita berpusat pada Kristus—Rasul yang diutus Allah dan Imam Besar yang memedulikan umat-Nya. Orang percaya diberi bagian dalam panggilan surgawi, sehingga hidup kita diarahkan untuk melihat kepada-Nya, meneladani-Nya, dan memperdalam hubungan dengan Allah melalui-Nya. Dengan demikian, panggilan suci tidak hanya sebuah keyakinan teologis, melainkan cara hidup yang terus menyelaraskan hati dengan karya Kristus di tengah dunia.
Quotations from public-domain commentators (indirect summaries):
“Kristus adalah Imam Besar yang telah kita akui” (refleksi umum dalam karya-karya klasik).