Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 2:18 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 2:18 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sedangkan Ia sendiri telah merasa sengsara tatkala terkena coba, dapatlah Ia menolong orang yang terkena coba itu.
Ibrani 2:18 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 2:18 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yudas 1:24 (IDN) »
Maka bagi Dia yang berkuasa memeliharakan kamu daripada terserandung, serta mendirikan kamu dengan tiada bercela di hadapan kemuliaan-Nya, dengan sukacita yang amat sangat,

1 Korintus 10:13 (IDN) »
Karena hanya pencobaan yang lazim kepada manusia sudah berlaku atas kamu. Tetapi Allah itu setiawan, yang tiada membiarkan kamu dicobai lebih daripada kekuatanmu, melainkan dengan pencobaan itu Ia akan mengadakan suatu jalan kelepasan, supaya cakap kamu menahannya.

Ibrani 4:15 (IDN) »
Karena kita tidak ada Imam Besar yang tiada menaruh belas kasihan akan segala kelemahan kita, melainkan yang sudah terkena coba di dalam segala perkara sama seperti kita, dan lagi tiada berdosa.
Ibrani 2:18 (IDN) - Ringkasan Pembaca
Ayat ini menegaskan bahwa karena Yesus sendiri telah mengalami penderitaan ketika dicoba, Ia dengan penuh empati menolong mereka yang menghadapi pencobaan. Dalam konteks surat Ibrani, hal ini menegaskan peran-Nya sebagai Imam Besar yang mampu mengasihi umat manusia secara praktis—mengerti kelelahan, rasa getir, dan godaan yang mereka rasakan, lalu memberi pertolongan yang tepat pada waktunya.
Ayat dalam konteks pasal
Pasal 2 menahbiskan kemanusiaan Yesus dan menjelaskan bagaimana Ia turun ke dunia untuk menjadi saudara kita dalam keadaan fana. Setelah menyatakan bahwa Allah telah menempatkan manusia lebih rendah dari malaikat demi tujuan keselamatan, ayat ini menegaskan bahwa ketaatan-Nya hingga sengsara membuktikan kemampuan-Nya untuk menolong saat kita dicobai. Ketika kita bergumul dengan godaan, Kristus telah berjalan di depan kita, mengalami beban, sehingga jalan pertolongan-Nya menjadi nyata bagi kita.
Pelajaran rohani utama
Perbandingan dengan kitab lain
Beberapa bagian Perjanjian Baru menekankan keikutsertaan Kristus dalam penderitaan dan kehadiran-Nya sebagai Penolong. Misalnya, Yohanes 14:16–17 menekankan Janji Roh Kudus sebagai Penolong ketika Kristus tidak lagi berada di tengah-tengah murid secara jasmani. 1 Yohanes 2:1 juga menyebut Yesus sebagai pembela di hadapan Bapa. Dari semua itu, Ibrani 2:18 menonjolkan bagaimana kedalaman pengalaman-Nya meneguhkan kemampuan-Nya untuk menolong dalam cara yang sangat personal dan relevan dengan setiap cobaan kita.
Teologi praktis untuk hidup sehari-hari
Beberapa titik praktis yang dapat diterapkan:
Rujukan silang yang relevan
– Ibrani 4:15-16: Kristus sebagai Imam Besar yang berempati, memungkinkan kita mendekati tahta kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya. Penekanan pada empati dan kehadiran-Nya di saat kita lemah.
– 1 Korintus 10:13: Tuhan menyediakan jalan keluar dari pencobaan yang sesuai dengan kemampuan kita, dan tidak membiarkan kita dicobai melebihi kemampuan kita.
– Yohanes 16:33: Ketika kita menghadapi dunia yang penuh problem, Kristus memberi ketenangan dan kemenangan yang berasal dari hubungan dengan-Nya.
Penutup: ringkasan pesan utama
Ayat ini menegaskan bahwa kasih Allah berlangsung nyata melalui Kristus yang telah merasakan sengsara saat dicoba. Karena itu, kita tidak sendirian dalam pencobaan; ia siap menolong kita dengan pertolongan yang tepat dan penuh empati. Pengharapan ini menguatkan iman kita ketika menghadapi godaan, mengarahkan kita kepada pertolongan yang menyelamatkan dan pemulihan.
Quotations from public-domain commentators (ringkas): Yang relevan menonjolkan bahwa Yesus bukan sekadar saksi penderitaan manusia, melainkan juga penyertaan yang aktif untuk menolong. Penekanan Martin Henry, Barnes, dan Clarke menyoroti kehangatan empati dan keandalan pertolongan-Nya pada saat-saat kita paling rapuh. (Catatan: kutipan langsung singkat tidak ditempatkan di sini karena fokus pada sintesa, namun frasa utama yang dipakai di atas didasarkan pada garis pemikiran klasik itu.)