Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 2:7 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 2:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Seketika lamanya Engkau menjadikan dia sedikit rendah daripada malaekat; Engkau mengenakan makota kepadanya dengan kemuliaan dan kehormatan (dan Engkau menetapkan dia menjadi kepala atas segala perbuatan tangan-Mu);
Ibrani 2:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 2:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 8:5 (IDN) »
(8-6) Maka Engkau telah menjadikan dia kurang sedikit dari pada segala malaekat dan Engkau memakotai dia dengan kemuliaan dan dengan hormat,
Ibrani 2:7 (IDN): Menjadi rendah sebentar di hadapan malaikat, mengenakan mahkota kemuliaan, dan ditetapkan sebagai kepala atas segala ciptaan
Rangkaian ayat ini berada dalam surat Ibrani yang menyoroti kefanaan manusia dan keunggulan Kristus yang lebih besar. Ayat ini mengutip bagaimana Tuhan menjadikan manusia lebih rendah dari malaikat dalam waktu tertentu, lalu menaikkan martabat manusia dengan kemuliaan dan kehormatan, bahkan menjadikan manusia sebagai kepala atas segala pekerjaan tangan-Nya. Ayat ini menyingkap tindakan Allah yang penuh kasih: merendahkan, menaikkan, dan menugaskan manusia dalam rancangan keselamatan melalui Kristus.
Pembacaan ayat dalam konteks pasal
Pasal 2 menekankan perbandingan antara Kristus dan para malaikat serta sifat-sifat peran manusia dalam rencana Tuhan. Ibrani 2:7 menunjukkan bagaimana manusia diberi kedudukan istimewa meski pada mulanya ditempatkan dalam keadaan rendah. Peran ini memperlihatkan kasih Tuhan yang membangun martabat manusia melalui karya penyelamatan-Nya di dalam Kristus, sehingga manusia diangkat menjadi pusat ciptaan-Nya yang berkuasa atas semua pekerjaan tangan-Nya.
Pokok rohani utama
Gagasan lintas Alkitab (cross-references)
Aplikasi praktis
Ayat ini mengundang kita menyadari dua kebenaran utama. Pertama, kedudukan manusia bukan karena kekuatan kita sendiri, melainkan karena rencana Allah yang melewati Kristus. Kedua, kemuliaan yang kita terima tidak menggugurkan kerendahan hati, melainkan memperbarui tujuan hidup: memuliakan Allah serta memanfaatkan hak dan tanggung jawab kita sebagai “kepala atas segala pekerjaan tangan Tuhan” dalam iman kepada Kristus. Dalam keseharian, hal ini berarti hidup secara bertanggung jawab, penuh kasih, dan rendah hati, sambil menyadari peran kita dalam misi Kristus di dunia.
Tinjauan pendek mengenai komentar gereja terdahulu
Para komentator besar seperti Matthew Henry dan Adam Clarke menekankan bahwa kemuliaan manusia tidak pada diri kita sendiri melainkan berasal dari karya Tuhan melalui Kristus. Mereka menyoroti bahwa kerendahan sementara di bawah malaikat menunjukkan sifat manusia yang rapuh, namun Allah segera mengangkat manusia melalui penebusan-Nya. Kutipan ringkas dari karya klasik menegaskan bahwa tujuan Tuhan adalah memantapkan manusia dalam martabat baru yang bersumber pada rahasia kasih-Nya di dalam Kristus.
Ringkasan
Ibrani 2:7 menegaskan drama rencana Allah: merendahkan manusia sementara untuk tujuan membarui kemuliaan dan kedudukan kita melalui Kristus. Kita dipanggil menjalani hidup dengan kesadaran akan panggilan untuk berkuasa dalam kasih, memuliakan Allah, dan bekerja dalam fondasi keselamatan-Nya yang mengangkat manusia menjadi kepala atas segala ciptaan-Nya.
Rujukan silang: Kej. 1:26–28; Fil. 2:9–11; Rom. 8:17.