Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 2:16 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 2:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena dengan sesungguhnya bukannya malaekat yang ditolongnya, melainkan keturunan Ibrahim yang ditolongnya itu.
Ibrani 2:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 2:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Galatia 3:29 (IDN) »
Tetapi jikalau kamu jadi milik Kristus, kamulah benih Ibrahim, yaitu waris setuju dengan perjanjian itu.

Roma 4:16 (IDN) »
Itulah sebabnya warisan itu beralas kepada iman, yaitu menurut anugerah, supaya perjanjian itu tetap kepada segenap benihnya, bukannya kepada yang bertaurat sahaja, melainkan kepada yang beriman seperti Ibrahim, yang menjadi bapa kita sekalian,

Roma 2:25 (IDN) »
Adapun sunat itu sebenarnya berfaedah juga, jikalau engkau mengikut hukum Taurat itu; tetapi jikalau engkau menjadi pelanggar hukum Taurat, maka sunatmu itu pun menjadi batal.
Inti Tafsir: Ibrani 2:16
Pokok interpretasi utama: Allah tidak menolong malaikat-malaikat—sekalipun mereka makhluk yang lebih mulia secara alami—tetapi umat manusia, khususnya keturunan Ibrahim. Ayat ini menegaskan bahwa karya penyelamatan Allah berfokus pada perwujudan janji-Nya kepada Abraham dan keturunannya, sehingga Kristus datang untuk menjadi pendahulu dan penyelamat bagi umat manusia yang percaya, bukan bagi malaikat-malaikat.
Konteks sastra dan alur bacaan
Surat Ibrani menulis kita kembali kepada kebenaran yang lebih besar dari tradisi hukum Taurat: Kristus lebih unggul daripada malaikat-malaikat, imam-imam, dan perjanjian lama. Pada bagian awal pasal 2, pembaca didorong untuk memperhatikan suara Allah melalui Anak-Nya dan bagaimana Allah menepati janji-Nya melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Untuk mengklarifikasi pernyataan bahwa Allah “ditolongnya itu” kepada keturunan Ibrahim, penulis menarik perhatian bahwa Kristus tidak datang sebagai pembantu bagi makhluk yang setara, melainkan sebagai penyelamat bagi umat manusia yang percaya kepada janji Abraham.
Signifikansi teologis
Ayat ini menekankan kasih karunia Allah yang menyasar umat manusia sebagai penerima warisan berkat perjanjian. Janji kepada Abraham (keturunan yang banyak, seluruh bangsa diberkati) menemukan pemenuhan dalam Kristus; secara eksposisi, Kristus menjadi perantara antara Allah dan manusia untuk menyatakan kasih-Nya secara pribadi kepada umat manusia, bukan untuk menolong makhluk yang sudah lebih rendah secara kodrat. Ini menegaskan bahwa tindakan Allah bersifat inkarnasional: Allah mengambil sifat manusia dalam diri Kristus agar manusia dapat memperoleh keselamatan.
Cross-references singkat
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
Ayat 16 menegaskan fokus keselamatan Allah pada umat manusia melalui perwujudan Kristus, bukan pada upaya Allah menolong makhluk yang lebih tinggi secara alamiah. Dalam terang ini, iman kepada Kristus menjadi jalan utama untuk menerima berkat perjanjian Abraham. Ketika kita percaya, kita ikut serta dalam janji Allah yang dinyatakan secara historis dan secara pribadi melalui Kristus.
Kutipan para komentator kuno (singkat)
Beberapa ulasan publik domain menyoroti bahwa Allah memilih manusia sebagai penerima kasih-Nya dan bahwa peran Kristus adalah pendamai antara Allah dan manusia, bukan perantara bagi makhluk lain. Contoh-frasa singkat yang dikenal dalam karya tafsiran klasik mencatat bahwa keselamatan berjalan melalui manusia, karena Allah berencana untuk menyatakan kasih-Nya secara nyata dalam sejarah manusia.
Versi teks referensi
Ayat ini dipakai dalam banyak terjemahan untuk menegaskan bahwa Allah bertindak untuk menyelamatkan keturunan Abraham melalui Kristus, bukan untuk membantu malaikat-malaikat. Fokusnya tetap pada pewarisan janji kepada umat percaya dan pemenuhannya secara historis melalui kejadian dalam kisah Kristus.