Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 2:17 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 2:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dari sebab itu haruslah Ia dirupakan sama dengan saudara-saudara-Nya itu di dalam segala perkara, supaya di dalam ibadat kepada Allah Ia menjadi Imam Besar yang berkasihan dan setiawan, akan mengadakan perdamaian karena segala dosa kaum itu.
Ibrani 2:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 2:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ibrani 4:14 (IDN) »
Sedangkan ada kepada kita seorang Imam Mahabesar, yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus, Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu.

Ibrani 2:14 (IDN) »
Sebab itu, sedang anak-anak itu sama-sama ada berdaging dan berdarah, maka Ia pun demikian juga keadaan-Nya, supaya dengan maut itu ditiadakan-Nya dia, yang memegang kuasa maut, yaitu Iblis.

Filipi 2:7 (IDN) »
melainkan menghampakan diri-Nya menjadi hamba di dalam keadaan sama dengan manusia, dan kelihatan di dalam sikap seperti manusia;
Imamat Pengganti dan Perdamaian di Dalam Ibadah
Inti dari Ibrani 2:17 adalah penegasan bahwa Kristus menjadi “Imam Besar yang berkasihan dan setiawan” karena Ia telah dirupakan sama dengan saudara-saudara-Nya dalam segala perkara. Tujuan utama pelayanan-Nya adalah memperdamaikan umat dengan Allah melalui pengorbanan-Nya, sehingga ibadah kita menjadi ibadah yang didasari kasih dan ketaatan yang terus-menerus.
Konteks sastra
Ayat ini muncul dalam bagian awal surat Ibrani yang menempatkan Kristus sebagai penggenapan pelayanan imam besar menurut tradisi Perjanjian Lama. Penulis menekankan hubungan antara identitas Kristus sebagai manusia sejati dan keutuhan karya-Nya sebagai Imam Besar yang mengerti kelemahan manusia. Dengan menjadi seperti kita dalam segala perkara, Ia mampu mewakili kita dalam doa, ibadah, dan pembaharuan hubungan dengan Bapa.
Makna teologis utama
Beberapa unsur penting muncul di sini:
Hubungan dengan keseluruhan Alkitab
Ayat ini berinterkoneksi dengan tema-tema utama: pengenalan Kristus sebagai Imam Besar yang mengalihara dari dalam diri-Nya sendiri manusia berdosa, serta peran-Nya sebagai pendamaian. Dalam Perjanjian Lama, imam bekerja di hadapan Allah untuk umat; dalam Perjanjian Baru, Kristus melaksanakan pekerjaan itu sekali untuk selama-lamanya dengan sifat kasih-Nya yang praktis dan setia. Ayat ini juga sejalan dengan ajaran bahwa kedekatan iman kepada Allah tercapai melalui perantara Kristus, bukan melalui upaya sendiri.
Koneksi ayat-ayat terkait
Beberapa teks yang relevan (tanpa menyalin isi penuh) melengkapi pemahaman kita:
Pertanyaan reflektif
Intisari pendek
Ayat ini menegaskan: Kristus mengambil sifat kemanusiaan agar ia mampu menjadi Imam Besar yang penuh kasih dan setia, bekerja untuk perdamaian umat melalui pengampunan dosa. Khotbah-Nya dihadirkan sebagai pusat ibadah sejati yang menarik kita kepada Allah dalam kasih dan ketaatan.
Cuplikan pendapat lepas dari tokoh-tokoh beraliran publik domain
Beberapa unsur miring yang sering diangkat para komentator terdahulu menyiratkan bahwa kedudukan Kristus sebagai Imam Besar tidak hanya pekerjaan-Nya di panggung surgawi, tetapi juga relevan bagi umat hari ini karena Dia memahami kelemahan kita. Seperti yang direkam oleh para komentator awal, hal ini menekankan keandalan-Nya sebagai pembawa damai dan penyebab kedamaian antara manusia dengan Allah.