Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 4:16 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 4:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Itulah sebabnya warisan itu beralas kepada iman, yaitu menurut anugerah, supaya perjanjian itu tetap kepada segenap benihnya, bukannya kepada yang bertaurat sahaja, melainkan kepada yang beriman seperti Ibrahim, yang menjadi bapa kita sekalian,
Roma 4:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 4:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 3:24 (IDN) »
serta dibenarkan cara karunia sahaja, dengan anugerah Allah, oleh sebab penebusan yang ada di dalam Yesus Kristus,

Efesus 2:8 (IDN) »
Karena dengan anugerah itu kamu diselamatkan oleh sebab iman, maka hal itu bukannya pekerjaan kamu, melainkan karunia Allah,

Galatia 3:22 (IDN) »
Akan tetapi Alkitab itu sudah mengurung segala sesuatu di bawah kuasa dosa, supaya perjanjian yang datang dari sebab iman kepada Yesus Kristus dapat dikaruniakan kepada orang-orang yang beriman.
Mengapa Roma 4:16 penting
Roma 4:16 menegaskan bahwa warisan bagi Abraham dan semua orang yang beriman bukanlah hak istimewa karena keturunan jasmani, melainkan diberikan melalui iman dan anugerah Allah. Ayat ini menyoroti pola keselamatan yang bersifat universal bagi mereka yang percaya kepada Allah, sehingga perjanjian Tuhan tetap hidup dalam setiap keturunan iman, bukan hanya bagi mereka yang lahir dari Taurat secara lahiriah.
Context asli dan arti utama
Pada konteks surat Roma, Rasul Paulus menjelaskan bahwa iman Abraham membenarkan, bukan berdasarkan hukum Taurat. Ia menekankan bahwa janji Allah kepada Abraham tentang keturunan dan berkat bersifat universal bagi mereka yang percaya, seperti Ibrahim. Dalam bahasa aslinya, kata kunci adalah iman, anugerah, dan warisan perjanjian yang melampaui garis lahiriah. Paulus menunjukkan bahwa keturunan rohani adalah mereka yang percaya kepada Allah seperti Abraham, bukan hanya mereka yang secara biologis keturunan Israel.
Pesan pokok
Pesan utama ayat ini ialah bahwa warisan janji Allah diberikan melalui iman, sesuai dengan anugerah-Nya. Perjanjian itu tidak terikat hanya kepada yang bertaurat, melainkan kepada semua yang imannya sama dengan Ibrahim: percaya kepada pembenaran Allah. Dengan demikian, iman menjadi kunci akses ke berkat-berkat Allah yang telah dijanjikan, dan iman inilah yang membentuk identitas umat Allah sepanjang zaman.
Gagasan pendukung dalam Alkitab
Alkitab lain menegaskan bahwa Allah menyelamatkan umat-Nya oleh iman, bukan karena usaha hukum semata. Misalnya, panggilan Abraham menjadi bapak bangsa yang diberkati berakar pada iman, bukan sekadar garis keturunan. Demikian pula, penekanan di surat-surat Perjanjian Baru menegaskan bahwa orang bukan Yahudi pun dapat diikutsertakan dalam berkat janji lewat iman kepada Kristus.
Referensi silang yang relevan
Penafsiran Lembut namun Mantap
Beberapa penafsir berpendapat bahwa pernyataan ini menegaskan inklusivitas rancangan Allah: Allah yang dahulu memilih Abraham secara perorangan sekarang membuka jalan bagi semua yang percaya. Imam masyhur John Calvin menyoroti bahwa iman bersifat “diterima” oleh anugerah Allah, sehingga perjanjian tetap berlaku bagi mereka yang beriman—segenap benih, bukan hanya satu kelompok lahiriah.
Refleksi devosional
Renungkan bagaimana iman kita menempatkan kita dalam garis keturunan berkat Abraham. Bukan kebanggaan kelahiran, melainkan ketergantungan pada kasih karunia Allah yang memelihara janji-Nya. Jika kita percaya seperti Ibrahim, kita juga disebut sebagai pewaris janji. Pertahankan iman itu, karena itulah pintu menuju bagian kita dalam karya keselamatan Allah yang tetap teguh melintasi zaman.
Ringkasan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa warisan Allah bersifat iman-tetap (berdasarkan anugerah), sehingga perjanjian Allah tetap kepada semua yang percaya seperti Ibrahim—baiye menjadi bapa segala bangsa.