Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 4:15 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 4:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena yang didatangkan oleh Taurat itu murka, tetapi barang di mana yang tiada bertaurat, di situ tiadalah pelanggar hukum.
Roma 4:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 4:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 5:13 (IDN) »
karena sebelum ada Taurat itu, maka dosa sudah ada di dalam dunia; tetapi dosa itu tiada dihisab selagi tidak ada Taurat.

Galatia 3:10 (IDN) »
Karena seberapa banyak orang yang keadaannya melakukan syariat Taurat, ada di bawah kutuk; karena ada tersurat: Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tiada tekun berbuat segala sesuatu yang tersurat di dalam kitab Taurat.

Roma 3:19 (IDN) »
Tetapi kita ketahui: Bahwa seberapa banyak yang dikatakan di dalam Taurat, itulah yang dikatakan kepada orang yang takluk di bawah hukum Taurat, supaya tiap-tiap mulut orang boleh dikatupkan dan seisi dunia ini jatuh ke bawah hukuman Allah.
Roma 4:15 (IDN)
Ayat ini muncul dalam konteks penjelasan Paulus tentang iman dan hukum Taurat. Ia menengok bagaimana hukum Taurat menyingkapkan pelanggaran dan menimbulkan kemarahan Allah terhadap ketidaktaatan manusia. Namun, di luar hukum tertulis, ada keadaan di mana pelanggaran tidak muncul karena tiada syarat hukum yang mengikatnya. Melalui contoh Abraham, Paulus menunjukkan bahwa kedatangan hukum memadai untuk menyingkap dosa, tetapi iman lah yang membenarkan dan memelihara hubungan dengan Allah tanpa mengandalkan ketaatan hukum secara mutlak sebagai dasar pembenaran.
Apa yang diungkap teks ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa hukum Taurat menyingkap murka Allah terhadap pelanggaran. Tanpa hukum, konsekuensi pelanggaran juga tampak, tetapi ada situasi di mana “tiadalah pelanggar hukum” karena tidak ada hukum yang mengatur. Inti pengajaran adalah pembenaran datang melalui iman, bukan melalui usaha patuh hukum semata. Allah tetap adil dalam menuntut ketaatan, namun Dia menyediakan jalan pembenaran melalui iman kepada janji-Nya—sebuah jalan yang bebas dari beban ketaatan hukum sebagai satu-satunya dasar pembenaran.
Kata-kata kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian Alkitab lainnya
Beberapa bagian yang relevan:
Penjelasan singkat dari tokoh-Tokoh Perjanjian Lama-Pasca (ringkas)
Beberapa komentator klasik menyorot fokus pada hubungan antara hukum dan iman:
Matthew Henry menekankan bahwa hukum menunjukkan pelanggaran secara jelas, tetapi pembenaran tidak ditemukan melalui hukum itu sendiri melainkan melalui iman kepada anugerah Allah. Albert Barnes menambahkan bahwa hukum menukikkan kesadaran akan dosa, namun iman lah yang menghubungkan manusia dengan janji-janji Allah. Adam Clarke menegaskan bahwa sumpah dan janji Allah bagi pewaris janji diinagai melalui iman, bukan melalui ketaatan hukum secara mutlak.
Ringkasan praktis bagi masa kini
Ayat Roma 4:15 mengingatkan kita bahwa hukum Allah memiliki fungsi penting dalam menyingkap dosa dan menegakkan standar-Nya. Namun pembenaran kita di hadapan-Nya tidak bergantung pada seberapa patuh kita pada hukum semata, melainkan kepada iman kepada Allah yang berjanji melalui Yesus Kristus. Hidup orang percaya ditandai oleh iman yang mengarahkan kita kepada relasi dengan Allah, bukan sekadar upaya moralistik untuk memenuhi aturan. Dalam situasi hidup sehari-hari, iman yang dinyatakan dalam kasih, keteguhan, dan ketaatan yang lahir dari kasih adalah jawaban atas panggilan Allah.
Cross-references singkat
- Galatia 3:11-14: Pembenaran oleh iman, bukan oleh hukum.
- Roma 3:28: Pembenaran melalui iman, bukan karena pekerjaan hukum.
- Efesus 2:8-9: Keselamatan melalui kasih karunia lewat iman, bukan akibat usaha.