Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 4:14 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 4:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena jikalau orang yang melakukan syariat Taurat menjadi waris itu, niscaya sia-sialah iman itu, dan perjanjian itu pun batallah.
Roma 4:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 4:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Galatia 3:18 (IDN) »
Karena jikalau warisan datang daripada syariat Taurat, maka bukanlah ia daripada perjanjian; akan tetapi Allah sudah menganugerahkan dia kepada Ibrahim dengan perjanjian.

Bilangan 30:12 (IDN) »
Tetapi jikalau ia itu ditiadakan oleh lakinya pada hari kedengaranlah ia itu kepadanya, maka segala yang telah keluar dari pada mulutnya, baik nazar baik janji dari hal menjauhkan dirinya itu tiada ditetapkan, sebab lakinya telah meniadakannya dan Tuhanpun akan mengampuni dia.

Mazmur 119:126 (IDN) »
Maka ketikanya telah sampai bagi Tuhan akan melakukan hukuman-Nya, karena mereka itu telah merombak taurat-Mu.
Roma 4:14 (IDN) — Konsep Warisan melalui Iman atau Hukum
Ayat ini muncul dalam pembahasan rasul Paulus tentang bagaimana orang dibenarkan: melalui iman atau melalui pekerjaan hukum Taurat. Dalam konteks Roma 4, Paulus menekankan bahwa warisan yang dijanjikan Allah tidak diperoleh karena menjalankan syariat, melainkan melalui iman kepada Allah yang dapat membangkitkan orang percaya. Jika justru orang yang berpegang pada syariat Taurat menjadi waris, maka iman menjadi sia-sia dan perjanjian batalkan. Pernyataan ini menegaskan bahwa hukum Taurat hanya berfungsi mengungkap dosa dan menunjukkan kebutuhan akan anugerah melalui iman kepada Kristus.
Pemahaman inti teks
Ayat ini menggarisbawahi bahwa basis warisan Allah adalah iman, bukan usaha manusia melalui hukum. Perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham dan keturunannya terkait dengan iman, bukan dengan kelengkapan hukum. Jika hukum menjadi jalan memperoleh warisan, maka iman kehilangan maknanya karena keselamatan berasal dari kasih karunia Allah melalui iman, bukan dari upaya manusia memenuhi syarat hukum.
Kata kunci yang perlu dipahami
Pandangan para komentator terdahulu (singkat, dalam satu alur integratif)
Para komentator publikum-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa iman yang bekerja melalui kasih membawa tepatnya warisan Allah. Mereka menekankan bahwa hukum dapat menjerat kita pada kesombongan sendiri jika dijadikan jalan pembenaran; namun iman kepada Kristus membawa kedamaian dan jaminan hak untuk menjadi anak-anak Allah. Ringkasnya, hukum hanya menyingkap kebutuhan kita akan anugerah, bukan menyediakan jalan pembenaran sendiri.
Ayat silang yang relevan
Penjelasan singkat: Ketiga silang ini memperlihatkan pola bahwa pembenaran dan warisan Allah tidak bersumber dari upaya manusia memenuhi hukum, melainkan dari iman kepada Allah dan kepada karya Kristus.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Catatan analitis singkat (kutipan singkat dari tokoh terdahulu): - Albert Barnes menekankan bahwa iman yang bekerja melalui kasih membawa kita masuk dalam hak warisan yang dijanjikan Allah, sementara hukum menjerat kita jika dijadikan dasar pembenaran.
Ringkasan: Roma 4:14 menegaskan bahwa warisan Allah diberikan melalui iman, bukan melalui kelayakan hukum Taurat. Imannya hidup dalam kasih kepada Allah dan menuntun pada ketetapan Allah yang membenarkan orang percaya karena kasih-Nya, bukan karena usaha manusia memenuhi hukum. Dalam bingkai ini, kita hidup dengan iman yang aktif menaruh percaya pada Allah yang berjanji, sambil menghormati hukum-Nya sebagai petunjuk iman, bukan sebagai jalan pembenaran.