Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 4:3 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 4:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena apakah kata Alkitab? Bahwa Ibrahim percaya akan Allah, maka itulah dihisabkan kepadanya menjadi kebenaran.
Roma 4:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 4:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 15:6 (IDN) »
Maka percayalah Abram akan Tuhan, maka itulah yang dibilangkan Tuhan baginya akan kebenaran.

Yakobus 2:23 (IDN) »
Oleh yang demikian sampailah nas Alkitab, yang mengatakan: Bahwa Ibrahim sudah percaya akan Allah, maka itulah dihisabkan kepadanya menjadi kebenaran; maka ia pun dikatakan sahabat Allah.

Roma 4:9 (IDN) »
Jikalau begitu, bahagia itu diuntukkan kepada orang yang bersunat sahajakah? Atau kepada orang yang tiada bersunat juga? Karena kami mengatakan, bahwa kepada Ibrahim itu imannya dihisabkan menjadi kebenaran.
Roma 4:3 (IDN): “Karena apakah kata Alkitab? Bahwa Ibrahim percaya akan Allah, maka itulah dihisabkan kepadanya menjadi kebenaran.”
Garis besar pendalaman: Ayat ini menegaskan prinsip utama iman yang benar dihadapkan pada seluruh kitab suci. Rasul Paulus menimbang bahwa iman Ibrahim kepada Allah, bukan perbuatan hukum atau upacara, lah yang membenarkannya. Karena itulah kebenaran diberikan melalui iman, menjadi dasar bagi pembenaran bagi siapa pun yang percaya.
Ayat dalam konteks pasal
Pada Roma 4, Paulus menafsirkan Abraham sebagai teladan pembenaran oleh iman. Ia menunjukkan bahwa keturunan fisik tidak otomatis berarti pembenaran di hadapan Allah; justru iman kepada janji Allahlah yang menjadikan seseorang benar di mata-Nya. Dalam konteks ini, Paulus menyinggung bahwa Abraham percaya kepada Allah yang “mengaruniakan” janji-Nya, meskipun hal itu tampak mustahil secara manusiawi.
P here put main spiritual lesson
Inti pelajaran spiritualnya adalah: pembenaran Allah tidak bergantung pada perbuatan hukum yang kita lakukan secara lahiriah, melainkan pada kepercayaan yang teguh kepada-Nya. Iman yang hidup memampukan manusia menerima kasih karunia-Nya secara penuh, karena Allah menganggap iman itu sebagai kebenaran yang diberikan-Nya bagi orang percaya.
Relevansi lintas perjanjian
Cross-reference singkat:
Analisis singkat menurut para penafsir terdahulu (ringkas)
Matthew Henry menekankan bahwa iman Ibrahim bukan sekadar pengakuan, melainkan kepercayaan yang menanggapi janji Allah dengan keyakinan penuh. Albert Barnes menegaskan bahwa pembenaran adalah status hukum yang diberikan sebagai hasil penerimaan Allah terhadap iman, bukan hasil usaha manusia. Adam Clarke menambahkan gambaran bahwa iman Ibrahim meliputi keyakinan akan kemampuan Allah untuk menepati janji-Nya, meski alasan manusia terhalang oleh keterbatasan logika.
Penerapan praktis
Untuk kehidupan iman sekarang, ayat ini mengajak kita mengecek:
Penutup ringkas
Roma 4:3 memaparkan bahwa “iman” adalah bahasa pembenaran di hadapan Allah. Ib, bukan perbuatan manusia, menjadi landasan Allah menghitung kita benar. Iman kepada Allah yang setia menebus melalui janji-Nya adalah kunci hidup Kristen: diteguhkan oleh kasih karunia, diterima sebagai anak-Nya melalui iman.