Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 4:25 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 4:25 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
yaitu Yang telah diserahkan karena segala dosa kita dan Yang dibangkitkan karena sebab hal membenarkan kita.
Roma 4:25 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 4:25 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Yohanes 4:9 (IDN) »
Di dalam inilah kasih Allah itu sudah diberi nyata kepada kita, bahwa Allah sudah menyuruhkan anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia ini, supaya dengan Dia itu kita boleh hidup.

Yesaya 53:5 (IDN) »
Tetapi ia sudah kena luka karena sebab segala kesalahan kita, dan iapun dihancurkan karena sebab segala kejahatan kita; bahwa siksa yang mengadakan selamat bagi kita itu berlaku atas dia dan oleh segala bilurnya kitapun disembuhkan.

Galatia 1:4 (IDN) »
yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa kita, supaya dapat melepaskan kita daripada dunia yang jahat ini menurut kehendak Allah, yaitu Bapa kita.
Roma 4:25 (IDN) - Ringkasan dan Penjelasan
Setting segera ayat
Ayat ini mengikuti penegasan Rasul Paulus bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Roma 4 merinci bagaimana iman menghubungkan manusia dengan kebenaran Allah melalui kasih-Nya yang dinyatakan dalam Kristus. Ayat 25 menonjolkan dua hal: penyerahan-Nya untuk kita karena dosa-dosa kita, dan kebangkitan-Nya karena pembenaran kita.
Makna teologis utama
Ayah utama ayat ini adalah bahwa pekerjaan Kristus di kayu salib adalah penebusan untuk dosa-dosa manusia, dan kebangkitan-Nya adalah bukti pembenaran kita di hadapan Allah. Tuhan menanggung hukuman dosa kita, lalu dibangkitkan untuk membenarkan kita—artinya, kita diadili dalam standing benar di hadapan-Nya oleh iman kepada karya Kristus.
Penjelasan kata dan citra kunci
Hubungan dengan ayat-ayat terkait
Konteks Roma 4 menegaskan bahwa iman Abraham menjadi contoh bagaimana pembenaran datang melalui kepercayaan kepada Tuhan yang berfirman. Kolose 2:13–14 dan 1 Korintus 15:3–4 menegaskan bahwa melalui kematian dan kebangkitan Kristus, kita diampuni dan dibenarkan. Yakobus 2:21–23 juga mengingatkan bahwa iman yang bekerja oleh kasih menghasilkan buah-kebenaran di dalam hidup.
Rangkaian pemikiran para komentator klasik (kutipan ringkas)
Adam Clarke menekankan bahwa pembenaran adalah pernyataan Allah tentang keadaan kita secara mutlak setelah kita percaya pada Kristus, sedangkan kebangkitan-Nya membuktikan kebenaran janji-Nya. Albert Barnes menyoroti bahwa kebangkitan adalah bukti sah dari pekerjaan penebusan, bukan sekadar simbol. Matthew Henry menambah gambaran bahwa penyerahan Kristus untuk dosa menampilkan kasih Allah yang besar dan keadilan-Nya.
Penegasan praktis bagi orang percaya sekarang
Iman kepada karya Kristus membawa pembenaran di hadapan Allah. Kita tidak lagi bergantung pada upaya untuk menyelamatkan diri, melainkan pada Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya untuk dosa dan dibangkitkan agar kita diakukan benar. Hidup beriman menuntun pada ketenangan hati, karena kedudukan kita di hadapan Allah tidak bergantung pada perasaan, melainkan pada kebenaran yang telah dikerjakan Kristus.
Refleksi pribadi
Apa arti pembenaran bagi kehidupan sehari-hari? Apakah kita hidup dalam damai karena percaya bahwa Kristus telah menanggung hukuman kita dan bangkit untuk membenarkan kita? Biarkan kasih karunia-Nya membentuk cara kita memaafkan, bersukacita, dan hidup saleh sebagai respon iman yang bekerja melalui kasih.