Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 4:20 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 4:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
tetapi sebab ingat akan perjanjian Allah tiadalah ia bimbang, dengan tiada iman, melainkan ia makin dikuatkan oleh imannya, dengan mempermuliakan Allah,
Roma 4:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 4:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Korintus 12:10 (IDN) »
Maka itulah sebabnya segala kelemahan dan kecelaan dan kesukaran dan aniaya dan kesempitan menjadi kesukaanku karena Kristus. Sebab apabila aku lemah, pada masa itulah aku kuat.

Daniel 10:19 (IDN) »
serta katanya: Jangan engkau takut, hai orang yang amat kekasih! selamatlah engkau, jadilah kuat dan pertetapkanlah hatimu! maka sementara ia berkata dengan aku begitu, jadilah aku kuat pula, lalu sembahku: Hendaklah kiranya tuan berkata kepada hamba, karena sudah tuan kuatkan hamba!

Lukas 1:45 (IDN) »
Maka berbahagialah perempuan yang sudah percaya ini; karena barang yang dikatakan kepadanya daripada Tuhan akan disampaikan kelak."
Roma 4:20 (Versi IDN)
Gambaran singkat: Ayat ini menyoroti keteguhan Ibrahim dalam beriman kepada Allah meskipun rintangan tampak besar. Iman yang teguh bukan karena kekuatan diri, melainkan karena percaya pada perjanjian Allah dan kemuliaan-Nya. Seiring dengan konteks kisah Abraham, ayat ini menegaskan arah iman sebagai respons percaya pada janji-janji ilahi, bahkan ketika hal-hal mustahil tampak jelas di depan mata manusia.
Ayat dalam konteks pasal ini
Pada bab Roma pasal 4, Rasul Paulus menegaskan bahwa iman Ibrahim tidak bergantung pada karya hukum atau perbuatan manusia, melainkan pada janji Allah yang dapat dipercaya. Ibrahim tidak "bimbang" atau mengendur karena usia tua atau ketidakmungkinan secara manusiawi; sebaliknya ia “makin dikuatkan oleh imannya,” memandang Allah yang berjanji dan dipuji karena kesetiaan-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa keabsahan iman berasal dari orientasi kepada Allah, bukan dari kekuatan moral pribadi semata.
Pelajaran utama
Inti spiritual ayat ini adalah: iman yang hidup mempertahankan fokus pada Tuhan, mempercayai janji-Nya, dan memuliakan-Nya melalui keteguhan hati. Iman Ibrahim berkembang melalui persekutuan dengan Allah dalam perjanjian-Nya; ketakutan akan keadaan tidak menggoyahkan keyakinan, karena Allah lebih besar dari segala rintangan.
Hubungan dengan bagian lain Perjanjian Baru
- Iman yang tidak bimbang mengingatkan pada Yakobus 1:6-8, yang menekankan imannya tidak boleh ragu sebab itu berarti keraguan melemahkan.
- Roma 4 mempertemukan iman kepada janji Allah dengan pembenaran oleh iman, mirip dengan bagaimana Galatia 3 menekankan orang percaya dibenarkan karena iman, bukan karena hukum.
- Ibrani 11, “Iman adalah usaha untuk melihat hal-hal yang tidak kelihatan,” menggambarkan kerangka iman yang melampaui pengalaman fisik namun berpegang pada janji ilahi.
Perbandingan dorongan teologi klasik
Beberapa tafsiran berkembang dari tokoh-tokoh publik domain lama seperti Matthew Henry dan Adam Clarke menekankan bahwa Ibrahim tidak menjadi lemah karena dirinya sendiri, melainkan karena Allah yang memelihara janji-Nya. Henry menekankan kesetiaan Allah sebagai landasan iman; Clarke menekankan ketekunan Ibrahim dalam menantikan pemenuhannya. Garis pandang ini sejalan dengan bagaimana iman sejati memuliakan Allah melalui ketergantungan penuh pada-Nya.
Aplikasi praktis
Cross-references singkat
Kisah Ibrahim dalam Roma 4 berkaitan dengan:
Ringkasan
Ayat ini menghimbau kita untuk meneladani Ibrahim: iman yang tidak goyah karena meyakini janji Allah, memuliakan Allah melalui ketekunan, dan menaruh harapan pada karya-Nya. Iman sejati tidak mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan pengenalan bahwa Allah itu setia menepati janji-Nya.