Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiDaniel 10:19 Tafsiran ayat Alkitab
Daniel 10:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
serta katanya: Jangan engkau takut, hai orang yang amat kekasih! selamatlah engkau, jadilah kuat dan pertetapkanlah hatimu! maka sementara ia berkata dengan aku begitu, jadilah aku kuat pula, lalu sembahku: Hendaklah kiranya tuan berkata kepada hamba, karena sudah tuan kuatkan hamba!
Daniel 10:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Daniel 10:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yosua 1:9 (IDN) »
Bukankah firman-Ku kepadamu ini: Hendaklah engkau perwira dan perkasa, dan jangan engkau gentar dan ngeri, karena Tuhan, Allahmu, adalah sertamu di mana-mana tempat yang akan kautuju itu!

Yesaya 35:4 (IDN) »
Katakanlah olehmu kepada orang yang takut hatinya: Pertetapkanlah hatimu, jangan engkau takut! Bahwa sesungguhnya Allah kamu, pembalas itu, datang dan tulah dari pada Allahpun; Ia akan datang serta menebus kamu.

Hakim-hakim 6:23 (IDN) »
Tetapi firman Tuhan kepadanya: Selamatlah engkau; jangan takut, tiada engkau akan mati olehnya.
Makna Langsung Daniel 10:19
Ayat ini menampilkan pesan penguatan dari malaikat kepada Daniel: jangan takut, hai orang yang sangat dikasihi. Doa dan kerja keras Daniel didengar, dan Tuhan memberi kekuatan serta pernyataan keyakinan untuk melanjutkan tugas nubiahnya. Frasa "hendaklah kiranya tuan berkata kepada hamba" menegaskan hubungan dekat antara nabi dan Tuhan, serta kesiapan Tuhan membarui tenaga bagi pelayanan di hadapan-Nya.
Latar Konteks Singkat
Daniel 10 berperan sebagai bagian pengantar sebuah visi besar tentang rencana Tuhan menyelubungi sejarawan bangsa-bangsa. Daniel sedang berpuasa dan berdoa ketika malaikat datang untuk memberi penjelasan mengenai hambatan rohani yang menghalangi doa-doa selama masa pemerintahan kerajaan Persia. Dalam konteks ini, kekuatan ilahi diperlukan untuk meneguhkan Daniel menghadapi tantangan tugas kenabian yang berat.
Observasi Tafsir yang Mendasar
Pandangan Ringkas Penelaahan Komentator Terdahulu
Para komentator publik domain lama menekankan bahwa pesan ini menegaskan hubungan intim antara Allah dan manusia-Nya, di mana kasih-Nya memanggil kita untuk tetap bertekun. Dalam gaya Henry, Barnes, dan Clarke ditemukan tekad bahwa Tuhan memperlengkapi orang percaya untuk tugas berat lewat kekuatan ilahi yang menumbuhkan keberanian dan ketetapan hati.
Quotations (jika relevan dan singkat): Matthew Henry menekankan bahwa kasih Allah menenangkan hati yang terguncang; Albert Barnes menjalin gagasan bahwa tekad manusiapun dipupuk melalui kekuatan dari atas; Adam Clarke menyoroti perlunya kita menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan dalam menghadapi perlawanan rohani.
Arah Interpretasi: Inti Teologis
Ayat ini menekankan transisi dari rasa takut ke pemantapan iman melalui intervensi ilahi. Ketika Allah menyatakan kasih-Nya secara eksplisit, manusia dipanggil untuk merespons dengan kepercayaan, ketekunan, dan penetapan hati dalam melaksanakan tugas-Nya. Ini juga mengimplikasikan bahwa doa yang tulus adalah kunci untuk membuka tindakan Tuhan dalam dunia yang penuh tantangan rohani.
Referensi Silang yang Relevan
Amanat Praktis Singkat
Ketika iman terasa lemah di tengah doa dan tugas berat, ingatlah kasih Allah yang menyemangati. Mintalah kekuatan-Nya, tetapkan hati pada tujuan-Nya, dan lanjutkan pekerjaan dengan keyakinan bahwa Tuhan sedang memedulikan hambanya dan memampukan untuk bertekun.