Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiDaniel 10:4 Tafsiran ayat Alkitab
Daniel 10:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka pada dua puluh empat hari bulan yang pertama itu, tatkala aku di tepi sungai besar, yaitu sungai Hidekel,
Daniel 10:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Daniel 10:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 2:14 (IDN) »
Maka nama sungai yang ketiga itu Hidekel; ia itu mengalir ke sebelah timur benua Asyur. Dan nama sungai yang keempat itu Ferat.

Yehezkiel 1:3 (IDN) »
datanglah firman Tuhan kepada Yehezkiel bin Buzi, imam di benua orang Kasdim, dekat dengan sungai Khaibar; maka di sana tangan Tuhan berlakulah atasku.

Daniel 8:2 (IDN) »
Maka kulihat dalam khayal, bahwa dalam khayal adalah aku di dalam kota Syusyan, yang di benua Elam, maka kulihat dalam khayal itu bahwa adalah aku di tepi sungai Ulai.
Daniel 10:4 (IDN) — Fokus interpretif: Waktu perjumpaan ilahi di tepi Sungai Hidekel
Inti dari ayat ini adalah pengakuan akan berbahaya dan pentingnya momen-momen pertemuan dengan wahyu ilahi yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Kisah Daniel memulai dengan keterangan mengenai waktu: dua puluh empat hari pada bulan pertama, saat ia berada di tepi sungai besar, sungai Hidekel. Pada titik ini, kita melihat dia tidak hanya berada di lokasi geografis yang konkret, tetapi juga dalam suasana jiwa yang menanti, berdoa, dan dipersiapkan untuk menerima penyingkapan yang lebih luas tentang tujuan Tuhan bagi umat-Nya.
Tinjauan konteks sastra
Daniel 10 memperlihatkan ketegangan antara keterbatasan manusia dan wahyu Tuhan yang melampaui waktu. Pasal ini bersifat pendalaman batin: Daniel sedang dalam doa dan pengamatan, menantikan intervensi ilahi setelah masa penantian yang panjang dan doa yang gigih. Lokasi di tepi sungai Hidekel menekankan suasana transisi antara dunia manusia yang terbatas dan dunia wahyu yang lebih tinggi—suatu lanskap di mana manusia dipanggil memasuki wilayah spiritual melalui doa.
Makna teologis kunci
Rujukan lintas Alkitab
Beberapa bagian lain yang sejalan dengan nuansa pergumulan doa dan penyingkapan antara lain:
Pertautan-pengantar ini menegaskan motif bahwa doa yang tulus membuka pintu bagi tangan Allah untuk bergerak, dan waktu-Nya seringkali menambah kedalaman pemahaman kita terhadap rencana-Nya.
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan bekerja dalam waktu-Nya, sering melalui masa menanti yang konkret dan nyata. Daniel berada di tepi sungai Hidekel sebagai gambaran bahwa iman berjalan antara kehadiran Tuhan yang tidak kelihatan dan realitas hidup sehari-hari. Ketekunan doa, kesiapan jiwa, dan kesediaan menerima penyingkapan adalah kunci untuk memahami rencana Allah yang jauh lebih luas bagi umat-Nya.
Catatan editorial tentang sumber (ayat-ayat sejenis)
Penafsiran ini mengacu pada pola tradisional paragraf komentar gerejawi publik domain dengan nuansa dari tokoh-tokoh seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, yang menekankan keseimbangan antara kebutuhan rohani manusia dan inisiatif ilahi. Frasa terkait ide “ketekunan dalam doa” dan “penyingkapan” diilhami oleh kontribusi umum para komentator publik domain, tanpa menyalin teks asli mana pun secara langsung.