Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiDaniel 10:1 Tafsiran ayat Alkitab
Daniel 10:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hata, maka pada tahun yang ketiga, dari pada kerajaan Koresy, raja orang Farsi itu, datanglah suatu wahyu kepada Daniel, yang begelar Beltsazar, suatu wahyu yang amat benar akan hal perang besar-besar, maka mengertilah ia maknanya dan diketahuinya akan khayal itu.
Daniel 10:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Daniel 10:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Daniel 6:28 (IDN) »
(6-29) Maka Daniel itu bersentosalah dalam kerajaan Darius dan dalam kerajaan Koresy, orang Farsi itu.

Daniel 1:21 (IDN) »
Maka adalah Daniel di sana sampai tahun yang pertama dari pada kerajaan baginda raja Koresy.

Daniel 8:26 (IDN) »
Maka adapun khayal akan pagi dan petang itu, barang yang telah dikatakan akan halnya itu benarlah adanya, tetapi hendaklah engkau ini meteraikan khayal ini karena kurang lagi beberapa berapa hari.
Penjajaran Nabi Daniel dengan Penglihatan tentang Perang Besar
Imbas pertama dalam Daniel 10:1 adalah penegasan bahwa pada tahun ketiga pemerintahan Raja Koresy dari Persia, Daniel menerima wahyu yang sangat jelas tentang perang besar-besar. Ayat ini menempatkan kita dalam konteks hiduplah seorang nabi yang sedang berdoa dan berpuasa, sambil melihat ketetapan ilahi di balik hiruk-pikuk sejarah. Wahyu tersebut berfungsi sebagai jembatan antara keadaan dunia yang tampak rapuh dan kestabilan rencana Allah yang melampaui waktu manusia.
Apa yang dimaksud dengan wahyu yang amat benar tentang perang besar-besar?
Wahyu itu menegaskan bahwa Allah mengarahkan manusia dan raja-raja di atas bumi, bahkan dalam masa konflik besar. Meski tampak seperti perseteruan antara kekuatan-kekuatan duniawi, firman ini menyingkap bahwa peperangan yang paling nyata adalah peperangan di atas roh, antara kedaulatan ilahi dan hambatan iblis yang menyesuaikan diri dengan rencana manusia. Daniel memahami maknanya dan diberi gambaran tentang dinamika kekuasaan, perlawanan, dan pemulihan yang akan digenapi melalui rencana Allah yang kekal.
Beberapa kata kunci yang penting
Rujukan silang yang relevan
Apa arti ayat ini bagi iman kita hari ini?
Ayat ini menggugah kita untuk menaruh harapan pada Allah ketika tampaknya kekuasaan dunia menebar kekhawatiran. Daniel menunjukkan teladan ketekunan dalam doa, sikap tenang di tengah ketidakpastian, dan kesiapan untuk menerima wahyu ilahi meskipun menghadapi kekuatan yang besar. Kita dipanggil percaya bahwa Allah tidak meninggalkan umat-Nya dalam peperangan rohani maupun duniawi; Dia menyingkap kebenaran untuk membimbing kita menempuh jalan yang berkenan di hadapan-Nya.
Gagasan inti dan penafsiran pendalam
Penafsiran para tokoh komentar teologi publik domain masa lalu menekankan bahwa Daniel tidak sekadar melihat gemuruh sejarah, melainkan penguatan iman melalui penyataan ilahi. Matthew Henry berfokus pada penyertaan Allah atas umat-Nya meski dalam masa ujian; Albert Barnes menekankan keutuhan nubuatan dan kehendak Allah yang mengungkapkan rencana keselamatan; Adam Clarke menekankan bahwa penglihatan ini menekankan realitas peperangan rohani dan pengajaran moral bagi pembaca. Secara ringkas, wahyu ini mengajak kita untuk menimbang bagaimana kita merespons kekuatan dunia dengan percaya pada pimpinan Allah yang menang dalam akhirnya. (Catatan ringan: frasa “wahyu yang amat benar” dalam terjemahan ini sejalan dengan gagasan bahwa Allah tidak menunda informasi penting bagi umat-Nya.)
Ringkasnya, Daniel 10:1 menggeser fokus kita dari gejolak sejarah ke kedaulatan Allah, menguatkan iman, dan menekankan bahwa pemulihan dan kemenangan Allah tetap menjadi tujuan terakhir bagi umat-Nya yang setia berdoa.