Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiDaniel 1:21 Tafsiran ayat Alkitab
Daniel 1:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka adalah Daniel di sana sampai tahun yang pertama dari pada kerajaan baginda raja Koresy.
Daniel 1:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Daniel 1:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Daniel 6:28 (IDN) »
(6-29) Maka Daniel itu bersentosalah dalam kerajaan Darius dan dalam kerajaan Koresy, orang Farsi itu.

Daniel 10:1 (IDN) »
Hata, maka pada tahun yang ketiga, dari pada kerajaan Koresy, raja orang Farsi itu, datanglah suatu wahyu kepada Daniel, yang begelar Beltsazar, suatu wahyu yang amat benar akan hal perang besar-besar, maka mengertilah ia maknanya dan diketahuinya akan khayal itu.
Mengapa Ayat Ini Penting
Daniel 1:21 menegaskan ketetapan hidup Daniel di tengah tantangan dan perubahan kekuasaan. Ketika orang-orang Yahudi dibawa ke Babel dan dihadapkan pada ujian identitas serta komitmen ibadah, Daniel tetap setia kepada Tuhan. Ayat ini menegaskan kelangsungan nasibnya sepanjang masa pemerintahan raja-raja Babel hingga permulaan pemerintahan raja Koresy. Bagi pembaca Indonesia, pesan utamanya adalah kesetiaan yang tekun dan integritas hidup yang bernilai di hadapan otoritas duniawi yang sering bertentangan dengan panggilan Allah.
konteks asali dan maksud utama
Naskah Daniel berpusar pada kisah para buangan di Babilon yang dipanggil untuk menjadi bagian dari istana—menguji iman dan kesetiaan mereka. Daniel tidak hanya bertahan; ia berkembang dalam kebijakan publik sambil tetap berpegang pada peribadatan kepada Tuhan. Frasa “sampai tahun yang pertama dari pada kerajaan baginda raja Koresy” menunjukkan bahwa masa hidup Daniel berjalan sejajar dengan perubahan dinasti, yang pada akhirnya membawa pemulihan umat Allah dalam rencana-Nya.
tema utama dalam ayat ini
tafsir singkat dari tokoh-tokoh berpendapat lama
Beberapa tafsir klasik menyoroti bahwa kisah Daniel berakar pada integritas pribadi serta peran kebijakan bijaksana yang dipakai Allah untuk menunjukkan kehormatan-Nya kepada bangsa lain. Dalam konteks ini, para tafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ketaatan Daniel kepada Tuhan tidak memisahkan dirinya dari tanggung jawabnya di dunia, melainkan mengintegrasikannya.
Quotations to note (singkat):
“Daniel tetap berpegang pada prinsip rohani meskipun berada di istana raja” (paraf dari pandangan umum para komentator kuno).
cross-references relevan
- Daniel 6:28: Allah menjaga orang yang setia pada-Nya dalam penganiayaan; memberi keberadaan dan perlindungan di tengah penguasa yang kuat.
Penjelasan: Kisah Daniel dalam gua singa menegaskan bahwa iman yang teguh tidak gugur di bawah penguasa duniawi; Allah memelihara orang percaya.
- Mazmur 33:10-11: Rencana Tuhan tetap berdiri; perintah-Nya berlangsung sepanjang zaman.
Penjelasan: Ayat ini membantu memahami bagaimana masa pemerintahan di bumi tidak menggeser rencana keselamatan Tuhan bagi umat-Nya.
- Ester 4:14: Siapa tahu apakah pada saat ini engkau berada di kerajaan untuk revival umat Allah.
Penjelasan: Menunjukkan bagaimana posisi manusia bisa dipakai Allah untuk karya-Nya yang lebih besar.
refleksi rohani singkat
Ayat ini mengundang kita untuk menilai bagaimana kita menjalani tugas sehari-hari di tengah tekanan budaya. Apakah kita mengizinkan iman kita menggerus tanggung jawab hidup, atau kita memakai peluang yang Tuhan taruhkan untuk memuliakan-Nya? Allah memakai masa-masa pergantian kekuasaan di sekitar Daniel untuk menegaskan kesetiaan-Nya. Demikian juga, Dia mengundang kita untuk percaya bahwa ketaatan kecil kita di tempat kerja, sekolah, atau rumah ibadah dapat menjadi bagian dari rencana-Nya yang lebih besar.
Beberapa pandangan lama menekankan bahwa Daniel tetap tegar dalam menjaga integritas, bahkan ketika pintu kesempatan terbuka di istana. Mereka menonjolkan bahwa kesetiaan kepada Tuhan dapat menyatu dengan tanggung jawab profesional, tanpa mengorbankan iman.
Inti pesan: Allah bekerja melalui individu yang setia, dan masa depan umat-Nya tidak tergantung pada perubahan sang raja semata, melainkan pada rencana Allah yang berlangsung sepanjang masa.