Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiDaniel 1:2 Tafsiran ayat Alkitab
Daniel 1:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka diserahkan Tuhan akan Yoyakim, raja Yehuda itu, kepada tangannya, demikianpun separuh dari pada segala bejana bait-Ullah; maka dibawanya akan dia ke tanah Sinear, ke rumah berhalanya dan disuruhnya bawa masuk segala bejana itu ke dalam gedung perbendaharaan berhalanya.
Daniel 1:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Daniel 1:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Tawarikh 36:7 (IDN) »
Dan lagi dibawa Nebukadnezar akan segala perkakas rumah Tuhan ke Babil, ditaruhnya akan dia di dalam rumah berhalanya di Babil.

Zakharia 5:11 (IDN) »
Maka sahutnya kepadaku: Hendak dibuatnya sebuah rumah akan dia di tanah Sinear, di sana ia akan diletak dan ditaruh pada alasnya.

Yeremia 27:19 (IDN) »
Karena demikianlah firman Tuhan semesta alam sekalian akan hal tiang-tiang dan kolam dan segala pelapik dan lebihnya segala serba perkakasan yang lagi tinggal di dalam negeri ini,
Setting konteks segera: Daniel 1:2
Pada masa pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, terjadi penggenapan peringatan Allah atas pemberontakan umat-Nya. Tuhan menyerahkan Yoyakim ke tangan Raja Nebukadnezar dari Babel, dan bersama with itu dibawa juga sebagian bejana bait Suci ke rumah berhala di Babilon. Ayat ini menandai permulaan penulisan kisah Daniel di mana umat Allah berada dalam pembuangan, sambil tetap menjaga iman dan identitas rohaninya di tengah dunia yang asing.
Apa yang ditunjukkan teks tentang Allah dan iman
Teks menunjukkan bahwa Allah berdaulat atas sejarah bangsa-Nya: Ia mengizinkan peristiwa yang tampak kelam sebagai bagian dari rencana-Nya untuk menggembalakan umat-Nya, menguji kesetiaan mereka, dan memperkenalkan mereka pada pengalaman ibadah yang baru dalam konteks eksil. Tidak ada kelalaian atau kealpaan di pihak Allah; sebaliknya, tindakan-Nya mengarah pada pemurnian iman umat-Nya dan penyataan kemuliaan-Nya bahkan di tanah pembuangan.
Iman yang muncul di sini adalah iman yang tetap mengakui keberadaan dan otoritas Allah meski berada di bawah kekuasaan asing. Penyerahan bejana bait Allah mengingatkan umat bahwa kemuliaan Tuhan tidak tergantung pada tempat atau benda; Tuhan tetap berdaulat atas semua segi kehidupan, termasuk sejarah nasional mereka.
Pemandu silang: bagaimana firman ini berhubungan dengan bagian lain
Beberapa bagian terkait yang relevan:
Ketika kita mengalami situasi yang terasa asing, seperti pekerjaan, budaya, atau lingkungan yang jauh dari nilai-nilai kita, firman ini mengajak kita untuk tetap setia kepada Allah. Ketahanan iman tidak mengandalkan kenyamanan tempat, melainkan keteguhan pada janji dan kedaulatan-Nya. Allah berkuasa atas skena sejarah kita juga, dan-Nya kita dipanggil untuk menjaga kesalehan hidup, meski di tengah arus dunia yang menuntut kompromi.
Beberapa ulasan singkat dari sumber berpengaruh berikut membantu memahami arah teologi pada ayat ini tanpa mengganti inti teks:
Matthew Henry menekankan bahwa Allah menggunakan peristiwa yang pahit untuk memurnikan umat-Nya dan memperlihatkan hikmat-Nya di tengah penyisihan; iman harus tetap teguh meski keadaan berubah.
Albert Barnes menyoroti bahwa peristiwa ini menegaskan kedaulatan Allah atas sejarah, dan bahwa kebebasan manusia berada dalam batasan kehendak Ilahi.
Adam Clarke menambahkan bahwa meskipun raja dan bejana diangkat ke Babilon, Tuhan tetap mengikat perjanjian-Nya dengan umat-Nya melalui iman yang setia.
Quotasi ringkas (tanpa menyalin teks lengkap): “Allah memegang kendali atas peristiwa sejarah, dan kehendak-Nya tetap berjalan meski manusia menolak.”