Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Daniel 9:1 Daniel 9:2 Daniel 9:3 Daniel 9:4 Daniel 9:5 Daniel 9:6 Daniel 9:7 Daniel 9:8 Daniel 9:9 Daniel 9:10 Daniel 9:11 Daniel 9:12 Daniel 9:13 Daniel 9:14 Daniel 9:15 Daniel 9:16 Daniel 9:17 Daniel 9:18 Daniel 9:19 Daniel 9:20 Daniel 9:21 Daniel 9:22 Daniel 9:23 Daniel 9:24 Daniel 9:25 Daniel 9:26 Daniel 9:27



Interpretive point utama
Pengkhotbah Kitab Daniel 9:27 menyampaikan gambaran tentang perjanjian yang dibuat dengan orang banyak, masa penghentian korban pada pertengahan sabat, dan kerusakan yang menimpa Bait Suci hingga akhirnya selesai. Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan makhluk yang terlibat dalam perjanjian, perubahan ritual, dan kehancuran yang mengikutinya adalah bagian dari rencana Allah yang beroleh penuntasan pada waktu-Nya.
Context in literary setting
Ayat ini muncul dalam nubuat Daniel pasca-pembacaan doa pengakuan dosa Daniel 9.0–23 menguraikan respons Allah terhadap permohonan umat-Nya dan mengungkap strategi Allah atas sejarah bangsanya. Ayat 27 berbicara tentang sebuah perjanjian (berkaitan dengan masa-masa ujian) yang akan diungkapkan kepada “beberapa orang” dan penundaan persembahan di tengah sabat yang menandai perubahan besar dalam penyembahan Yahudi. Ini tidak berdiri sebagai pernyataan tunggal tanpa konteks; ia dalam konteks penggenapan sisa masa perjanjian dan penundaan korban hingga kedatangan Mesias serta akhirnya kehancuran kota Yerusalem.
Penafsiran teologis utama
Ayat ini menekankan dua tema utama: (1) kesetiaan Allah terhadap perjanjian-Nya meskipun umat-Nya menyeleweng, dan (2) penetapan masa tertentu yang membawa penghentian korban dan penghakiman melalui figur pembinasa. Gambaran “setengah sabat” menandai periode tengah dari suatu masa yang digambarkan sebagai masa hormat kepada Allah namun berakhir pada suatu titik yang tak terselamatkan lagi. Dalam terang Alkitab, penghancuran Bait Suci berfungsi sebagai tanda penegasan bahwa rencana Allah melampaui ritual fisik semata menuju penyingkapan yang lebih besar dalam kedatangan Mesias dan penebusan umat-Nya.
Rujukan silang penting
Kaitkan dengan tokoh-tokoh penafsir klasik (ringkas)
Beberapa penafsir publik domain menekankan bahwa ayat ini mengacu pada perubahan serius dalam sistem ibadah Yahudi yang menandai era baru dalam sejarah umat Allah. Mereka melihatnya sebagai bagian dari rencana Tuhan untuk menghadirkan kedatangan Mesias dan penataan ulang penyembahan manusia di dalam Kerajaan Allah.
Quotations to note (tanpa mengulang teks panjang):
“The covenant shall be confirmed... and in the midst of the week he shall cause the sacrifice and the oblation to cease.” (ringkas dari komentar umum para penafsir publik domain).
Pertanyaan refleksi singkat
Kesimpulan singkat
Daniel 9:27 menegaskan bahwa perjanjian ilahi, masa penghentian korban, dan kerusakan pada Bait Suci berada dalam kerangka rencana Tuhan yang lebih luas. Nabi Daniel menampilkan masa antara umat-Nya dan kedatangan Mesias, di mana penyembahan luar biasa akan diubah oleh karya penebusan Allah. Dalam terang Perjanjian Baru, nubuat ini mengarahkan perhatian kita kepada kedatangan Kristus sebagai pusat pemenuhan rencana Allah bagi umat manusia.