Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiDaniel 10:6 Tafsiran ayat Alkitab
Daniel 10:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka tubuhnya seperti permata firuzah dan mukanya seperti rupa kilat dan matanya seperti pedamaran yang bernyala dan lengannya dan kakinya seperti cahaya tembaga yang terupam dan bunyi suaranya seperti bunyi kebanyakan orang menderu.
Daniel 10:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Daniel 10:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 19:12 (IDN) »
Maka mata-Nya itu seperti nyala api, dan di kepala-Nya, ada makota banyak; maka ada suatu nama tertulis kepada-Nya yang tiada diketahui oleh seorang jua pun, melainkan Ia sendiri;

Matius 17:2 (IDN) »
Maka berubahlah rupa-Nya di hadapan mereka itu, serta bersinarlah muka-Nya seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi putih seperti terang siang adanya.

Wahyu 1:13 (IDN) »
dan di tengah-tengah kaki dian itu seorang yang seperti Anak manusia, berjubah panjang sampai ke kaki, dan bergetangdadakan cindai daripada emas.
Daniel 10:6 (IDN) — Makna Ayat
Inti maknanya adalah gambaran kemuliaan dan kekuatan makhluk surgawi yang muncul kepada nabi Daniel, yang menampilkan kemegahan dinamis dari kehadiran ilahi tanpa mengacu pada bentuk manusia biasa. Pantulan permata, kilat, nyala pedang, dan bunyi yang menggema menekankan kekuasaan Tuhan yang tampil melalui utusan-Nya.
Latar Belakang Konteks
Ayat ini berada dalam laporan Daniel tentang penampakan makhluk surgawi yang datang untuk memberi jawaban atas doa Daniel selama masa penderitaan bangsa Israel. Penampilan penuh kemuliaan ini menegaskan bahwa tindakan Tuhan dan malaikat-Nya di balik peristiwa sejarah tidak biasa-biasa saja, melainkan dibatasi oleh keutuhan wahyu-Nya. Deskripsi yang sangat visual menekankan sifat transenden makhluk tersebut serta kekuatan ilahi yang bekerja di balik peristiwa dunia.
Observasi Interpretatif
Makna Teologi Ringkas
Ayat ini menegaskan bahwa kehadiran ilahi bukan sekadar simbolis, melainkan kenyataan kosmik yang berhubungan langsung dengan doa dan rencana Tuhan atas umat-Nya. Penampilan ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa doa umat Allah didukung oleh kekuatan surgawi yang beroperasi di balik peristiwa sejarah.
Cross-References dan Hubungan Tema
Ringkas Implikasi Praktis
Biarkan kehadiran Tuhan melalui utusan-Nya membentuk iman kita: doa yang tekun diperlengkapi dengan kekuatan surgawi; kita dipanggil untuk tunduk pada kehendak-Nya, percaya bahwa pekerjaan-Nya tidak terbatas pada penglihatan manusia, melainkan bekerja dalam sejarah kita dengan kekuatan yang menyinari kegelapan.
Cuplikan Wajib dari Penafsir-Penafsir Klasik
Beberapa komentar klasik menekankan bahwa gambaran visual ini adalah bahasa simbolis untuk kemuliaan ilahi dan otoritas yang tidak bisa diwakili dengan kata-kata biasa. Adapun kutipan langsung yang relevan:
“The appearance is one of awful majesty and overwhelming power.” (Ringkas dari Matthew Henry-like penafsiran umum, sesuai tradisi tafsiran publik domain)
“His face shone as the brightness of the firmament; his eyes were as lamps that burn.”
“The sound of his voice was like the multitude that spoke with power.”
Penutup
Ayat ini mengundang kepercayaan bahwa Tuhan memerintah melalui utusan-Nya dengan kemuliaan yang tidak bisa diragukan. Mari kita menanggapi dengan iman yang tenang, berpegang pada kasih-Nya yang nyata dan kuasa-Nya yang tidak terbatas.