Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 17:1 Matius 17:2 Matius 17:3 Matius 17:4 Matius 17:5 Matius 17:6 Matius 17:7 Matius 17:8 Matius 17:9 Matius 17:10 Matius 17:11 Matius 17:12 Matius 17:13 Matius 17:14 Matius 17:15 Matius 17:16 Matius 17:17 Matius 17:18 Matius 17:19 Matius 17:20 Matius 17:21 Matius 17:22 Matius 17:23 Matius 17:24 Matius 17:25 Matius 17:26 Matius 17:27



Matius 17:2 — Penampakan kemuliaan Kristus di Gunung Transfigurasi
Inti interpretatif: Pada Matius 17:2, Kristus menyingkap kemuliaan-Nya di hadapan para murid, menunjukkan identitas-Nya yang ilahi dan tujuan keselamatan. Perubahan rupa-Nya menjadi bersinar seperti matahari dan pakaian-Nya putih seperti terang menegaskan bahwa karya-Nya di bumi tidak sekadar mengajar, melainkan menebus umat manusia melalui kemuliaan ilahi yang berkuasa untuk menyelamatkan.
Konteks sastra
Ayat ini terjadi setelah Ibrahim-Matius menceritakan nubuat tentang Mesias yang akan menderita, dan sebelum kedatangan umat manusia untuk menyaksikan kemuliaan-Nya di kebangkitan. Dalam konteks peristiwa di Gunung, para murid disaksikan perubahan yang bersinar di wajah dan pakaian Kristus, sehingga mereka didorong untuk melihat-Nya bukan hanya sebagai Guru, tetapi sebagai Mesias yang memiliki kemuliaan ilahi.
Signifikansi teologis
Kemuliaan yang tampak pada wajah-Nya dan pakaiannya mencerminkan sifat-sifat ilahi: cahaya adalah gambaran kemuliaan Allah, yang secara simbolik menyingkap bahwa karya-Nya adalah penyataan nyata dari Allah sendiri dalam manusia. Perubahan ini menegaskan doktrin inkarnasi: Kristus adalah Allah yang menjadi manusia tanpa kehilangan identitas-Nya sebagai Allah. Bersinar seperti matahari menandai kebenaran, keutuhan, dan kemurnian-Nya yang tak tercemar.
Hubungan dengan keselamatan dan pewartaan
Penampakan kemuliaan ini menyiapkan murid-murid untuk menghadapi penderitaan dan penyaliban, sambil menegaskan bahwa penderitaan itu tidak meniadakan kemuliaan-Nya. Pakaian putih seperti terang mengacu pada kemurnian ritualis dan kekudusan yang layak dipandang Allah. Sejalan dengan gembala rohani, nuansa cahaya juga menjadi simbol bahwa Allah bekerja melalui terang Kristus untuk menjangkau semua bangsa.
Referensi lintas Alkitab (singkat)
Pertanyaan refleksi
Kutipan singkat dari para komentator PD lama (ditandai jika ada)
Adam Clarke menekankan bahwa perubahan rupa menunjukkan keilahian yang tidak dapat dipisahkan dari manusiawi Kristus; demikianlah kemuliaan-Nya bersinar dalam dunia yang gelap. “the brightness of His face was such as to astonish the disciples” (parafrase dalam ringkasan Clarke).
Penutup
Ayat ini menggambarkan tujuan Kristus datang: membawa terang Allah kepada umat manusia. Kemuliaan-Nya yang bersinar bukan sekadar pemandangan indah, melainkan janji bahwa karya-Nya di bumi adalah bagian dari rencana keselamatan Allah yang menyeluruh. Murid-murid didorong bukan hanya untuk kagum, melainkan untuk percaya dan mengikuti Dia dalam terang kasih-Nya.