Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 4:1 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 4:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kemudian daripada itu, lalu Yesus dibawa oleh Roh masuk ke padang belantara supaya dicobai oleh Iblis.
Matius 4:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 4:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ibrani 2:18 (IDN) »
Sedangkan Ia sendiri telah merasa sengsara tatkala terkena coba, dapatlah Ia menolong orang yang terkena coba itu.

Lukas 4:1 (IDN) »
Maka Yesus pun, penuhlah dengan Rohulkudus, balik dari Yarden, lalu Roh itu membawa Dia ke padang belantara

Gambaran Umum Ayat: Matius 4:1
Ayat ini menandai awal mula pelayanan publik Yesus setelah pembaptisan di sungai Yordan. Diperlihatkan bahwa Roh Allah membawa-Nya ke dalam padang belantara, sebuah langkah yang menempatkan-Nya dalam ujian godaan oleh Iblis. Peristiwa ini menyiapkan panggung bagi misi-Nya: menebus umat manusia melalui ketaatan yang sempurna yang ditunjukkan dalam pencobaan-pencobaan berikutnya. Narasi ini menekankan kendali ilahi atas langkah-Nya dan kebutuhan umat beriman untuk belajar bertahan dalam pergumulan rohani melalui iman dan firman Allah.
Ayat dalam konteks pasal
Pasal ini mengikuti pembaptisan Yesus dan pembukaan karya-Nya dengan pengakuan identitas-Nya sebagai Anak Allah. Roh membawa-Nya ke padang belantara, bukan karena kelalaian-Nya, melainkan untuk memperlihatkan ketaatan-Nya dan kesiapan-Nya menghadapi cobaan. Dalam perjalanan ini, umat percaya diajak memahami bahwa godaan tidak menghapus karya Allah, tetapi menguji dan memperkuat iman ketika firman Allah menjadi pedoman hidup.
Pokok ajaran utama
Perenungan alkitabiah terkait
Beberapa bagian terkait yang relevan:
Hikmah praktis yang bisa diterapkan
Dalam kehidupan iman, kita mungkin menghadapi masa-masa kekurangan atau ujian iman. Pelajaran utama adalah menjaga ketetapan hati kepada Allah, mengandalkan firman-Nya sebagai pedoman, bukan hanya keinginan pribadi. Selain itu, kita diingatkan bahwa cobaan bukan sekadar beban, melainkan bagian dari pembentukan karakter rohani yang lebih kokoh dalam ketaatan kepada Tuhan.
Perbandingan rujukan pewaris ajaran gereja
Beberapa interpretasi klasik menyoroti bahwa:
Konteks silang yang relevan
Referensi silang yang relevan (tanpa menyalin teks lengkap):
Penjelasan singkat: Pembacaan silang membantu melihat pola: ketaatan Yesus terkait erat dengan penggunaan firman Allah untuk mengatasi tawaran duniawi, sebuah pola yang kembali muncul di percakapan-pribadi dan tugas misi-Nya.
Ringkasan
Ayat ini menegaskan bahwa langkah-langkah Yesus dipimpin oleh Roh, menempatkan-Nya di padang belantara untuk menghadapi godaan. Tidak ada kemalangan di balik ujian-Nya; justru di sana ditunjukkan ketetapan-Nya pada misi keselamatan melalui taat kepada Firman Allah. Pengalaman ini menggarisbawahi kebutuhan umat percaya untuk mengandalkan firman Tuhan sebagai pelindung dan pedoman saat menghadapi godaan dalam perjalanan iman.
Catatan catatan karya penafsir klasik
Aku mengutip secara singkat dari komentar-komentar klasik yang relevan secara publik-domain, untuk konteks pandangan gereja lama:
Matthew Henry menekankan bahwa Roh yang membawa Kristus ke waktu ujian menunjukkan bagaimana ketaatan-Nya melampaui pengalaman manusia biasa. Albert Barnes menyoroti kebebasan manusia untuk menilai cobaan, namun menekankan bahwa firman Allah adalah senjata utama melawan setiap godaan. Adam Clarke menekankan pentingnya pemahaman bahwa cobaan ini adalah bagian dari rencana Allah untuk meneguhkan misi-Nya di dunia.